Lathifah A. Lanonci
Universitas Alkhairaat Palu

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

LABEL STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) PERSPEKTIF MASLAHAT Lathifah A. Lanonci; Syarif NL.; Ningsih K.
Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam Vol. 4 No. 2 (2022): JULI
Publisher : Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat aspek kemaslahatan dari analisis label SNI terhadap keputusan pembelian produk. Jenis penelitian yaitu penelitian kuantitatif. Metode pengumpulan data melalui kuesioner dan studi kepustakaan. Hasil pengujian yaitu 1) label SNI memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai signifikan 0,00 < 0,05, nilai thitung 5,916 > 1,991 nilai ttabel, nilai R 0,557/55,7%, nilai R Square 0,310/31,0%, hasil persamaan regresi linear yaitu Y=15,327+0,876X yakni nilai konstanta sebesar 15,327 dan nilai koefisien variabel X 0,876; 2) hasil tersebut menjelaskan bahwa konsumen (mahasiswa) memahami bahwa mencari kemaslahatan dengan melihat label SNI dari setiap produk sangatlah penting dalam rangka menjaga dirinya, orang lain dan lingkungan.
KONSEP PERNIKAHAN MENURUT PELAKU PERNIKAHAN BEDA AGAMA Oktafiani P. Katry; Lathifah A. Lanonci
Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam Vol. 5 No. 1 (2023): JANUARI
Publisher : Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat konsep pernikahan beda agama pada masyarakat Kota Palu. Jenis penelitian in yaitu penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini yaitu konsep pernikahan beda agama bahwa ada dua faktor yang menjadi dasar melaksanakan pernikahan beda agama; Pertama yaitu faktor emosional berdasar karena saling menyayangi, mencintai serta cara pandang, pola pikir dan visi misi yang sama; Kedua yaitu faktor material berdasar karena bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dengan perasaan emosional yang akan muncul dengan sendirinya dalam pernikahan.
PENGEMBALIAN UTANG DALAM TRANSAKSI RAHN TANAH PERTANIAN PETANI TANAH MEA SULAWESI TENGAH Rugaiyah; Lathifah A. Lanonci
Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam Vol. 5 No. 2 (2023): JULI
Publisher : Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembalian utang dalam transaksi rahn tanah pertanian petani Tanah Mea Sulawesi Tengah. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembalian utang transaksi rahn dilakukan dengan tunai pada saat jatuh tempo dengan persyaratan pada hak pengelolaan dan pemanfaatan tanah sawah jaminan dalam kuasa petani pemberi pinjaman dan akan terus berlanjut selama utang belum terbayarkan.
PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN KONSUMEN LAUNDRY CENTER DI KELURAHAN SIRANINDI KECAMATAN PALU BARAT Nur Hikmah Moh. Amin; Lathifah A. Lanonci; Ningsih K.
Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam Vol. 6 No. 1 (2024): JANUARI
Publisher : Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan laundry center di Kelurahan Siranindi Kecamatan Palu Barat. Metode yang digunakana pada penelitian ini ialahIIMetode penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalahIsistematis, terencana dan terstrukturIIdengan jelas sejakIawal hinggaIpembuatan desainIpenelitiannya. Dan menggunakan pendekatan survey. Hasil penelitian menunjukkan Hasil akhir 0,223>0,05 maka H0 ditolak artinya Terdapat pengaruh antara kualitas pelayanan Laundry center terhadap kepuasan pelanggan. Karena nilai sig. 0,223 jauh lebih kecil dari 0,05 maka model linier dapat digunakan untuk memprediksi kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen.
PENGARUH SISTEM PEMBAYARAN QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD (QRIS) TERHADAP KEPUASAN ANGGOTA GENERASI BARU INDONESIA SULAWESI TENGAH (GenBI SULTENG) Nur Imani Purnama; Lathifah A. Lanonci
Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam Vol. 6 No. 2 (2024): JULI
Publisher : Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi yang dilakukan telah mengungkapkan fakta penting mengenai pengaruh sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) terhadap tingkat kepuasan pengguna. Dari analisis regresi yang dilakukan, ditemukan bahwa QRIS memiliki dampak signifikan, dengan nilai Adjusted R Square sebesar 0,643. Ini menunjukkan bahwa sistem pembayaran QRIS memberikan kontribusi sebesar 64,3% terhadap kepuasan anggota Genbi Sulteng. Lebih lanjut, QRIS tidak hanya berperan sebagai alat pembayaran, tetapi juga memberikan manfaat tambahan yang berarti bagi penggunanya. Manfaat tersebut termasuk kemudahan dalam melakukan transaksi pembayaran, yang merupakan aspek penting dalam memfasilitasi aktivitas ekonomi sehari-hari. Dengan demikian, QRIS tidak hanya mempercepat proses transaksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan kenyamanan bagi penggunanya, yang pada akhirnya berkontribusi pada peningkatan kepuasan mereka. Ini menegaskan posisi QRIS sebagai solusi pembayaran yang berorientasi pada kebutuhan dan kenyamanan pengguna, sekaligus menunjukkan potensinya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
ANALISIS KOMPARATIF ANTARA AKAD WAKALAH BIL UJRAH DAN SISTEM SHARING FEE BRI LINK DI DESA TOLONGANO KECAMATAN BANAWA SELATAN KABUPATEN DONGGALA SULAWESI TENGAH Sri Wahyuni; Lathifah A. Lanonci; Ningsih K.
Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam Vol. 7 No. 1 (2025): JANUARI
Publisher : Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Akad Wakalah Bil Ujrah merupakan perjanjian di mana seorang muwakkil (orang yang memberikan kuasa) memberikan kuasa kepada wakil untuk melakukan suatu perbuatan hukum tertentu dengan imbalan berupa ujrah (fee). Sedangkan Sharing Fee adalah konsep pembagian biaya atau komisi antara dua pihak, dalam konteks BriLink, ini merujuk pada pembagian fee atau bagi hasil antara Bank BRI dan agen BriLink. Kesamaan keduanya melibatkan pembagian imbalan atau fee sebagai imbalan atas layanan atau tugas yang dilakukan dan perbedaan Akad Wakalah Bil Ujrah lebih menekankan pada kuasa yang diberikan untuk melakukan perbuatan hukum tertentu dengan imbalan ujrah, sementara Sharing Fee lebih mengacu pada pembagian komisi atau fee atas akses atau penggunaan suatu layanan. (2) Kios Via agen BriLink di Desa Tolongano mengunakan sistem Sharing Fee atau bagi hasil antara Bank BRI dengan agen BriLink yaitu dengan cara Bri memberikan fee kepada agen BriLink di setiap transaksi yang di lakukan di agen BriLink sebanyak 1.000 Rupiah dan biaya transaksi dari masyarakat sebagai nasabah yang melakukan transaksi di agen BriLink Rp5.000-10.000 dan fee yang di ambil Bank BRI dari agen yaitu setiap transaksi sesama rekening BRI maka Bri menarik saldo Atm agen sebesar 3.000 Rupiah.
EFEKTIVITAS MODEL KERJASAMA MUKHABARAH DALAM PENINGKATAAN PRODUKTIVITAS HASIL PERTANIAN SAWAH DI DESA NAMBARU KABUPATEN PARIGI MOUTONG Maudi Humaira; Ahmadan; Syarif Nadjemudin; Lathifah A. Lanonci
Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): JULI
Publisher : Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/jam.v8i2.56

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik kerja sama pertanian antara pemilik lahan dan penggarap di Desa Nambaru, yang dikenal dengan sistem mukhabarah. Masalah utama yang dikaji adalah bagaimana model dan efektivitas kerja sama mukhabarah dalam meningkatkan hasil pertanian sawah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan model tersebut serta menganalisis efektivitasnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mukhabarah efektif meningkatkan hasil panen, membantu petani tanpa lahan mendapatkan pekerjaan, serta mengatasi kendala usia dan modal bagi pemilik lahan. Namun, ditemukan pula kendala seperti fluktuasi harga dan minimnya pengawasan akad. Saran dari penelitian ini adalah perlunya penguatan kelembagaan lokal dan pendampingnya syariah agar sistem mukhabarah berjalan lebih optimal dan sesuai prinsip ekonomi Islam.