Rugaiyah
Universitas Alkhairaat Palu

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

ZAKAT PRODUKTIF PENGELOLAAN DAN UPAYANYA TERHADAP PENINGKATAN EKONOMI MICRO (STUDI KASUS DI BAZNAS SULAWESI TENGAH) Idrus M. Said; Rugaiyah; Ningsih K.
Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam Vol. 4 No. 1 (2022): JANUARI
Publisher : Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Zakat merupakan instrumen ekonomi umat yang potensial untuk mengatasi kemiskinan dan kesenjangan sosial. Pemerintah Sulawesi Tengah melalui lembaga Baznas mengharapkan hasil pengelolaan zakat melalui bentuk yang produktif dapat memberikan dukungan untuk membangun perekonomian masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem pengelolaan, penyaluran, dan menganalisis tinjauan hukum Islam terhadap pemberian dana zakat produktif kepada fakir miskin. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, teknik pengumpulan datanya adalah: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pendekatan yang digunakan adalah teologis normatif, sosio-historis, dan yuridis empiris. Sumber data dipilih secara purposive dan snowball sampling. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, verifikasi data, dan uji validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Baznas Sulawesi Tengah dalam mengelola zakat dengan menggunakan standar operasional prosedur namun mekanisme pengelolaannya masih manual dan belum sepenuhnya mengikuti tata cara pemanfaatan dana zakat sesuai Undang-undang Nomor 23 Tahun 2011 Bab V pasal 29, sehingga hasilnya tidak tepat sasaran dalam pemanfaatan dana zakat, 2. Terjadi peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui zakat produktif usaha mikro, 3. Zakat produktif di Baznas Sulawesi Tengah menggunakan penyaluran pola qard al-hasan yaitu suatu bentuk pemberian yang tidak menentukan tingkat pengembalian tertentu (bagi hasil).
MINAT NASABAH PADA TABUNGAN iB TAPENAS HASANAH DI BANK BNI SYARIAH CABANG PALU Syifaun; Ramlah Dahlan; Rugaiyah
Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam Vol. 4 No. 2 (2022): JULI
Publisher : Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dari hasil penelitian yang penulis peroleh dilapangan menunjukkan bahwa produk iB Tapenas Hasanah di Bank BNI Syariah sudah sesuai dengan aturan syariah yang berlaku, serta menerapkan Mudharabah Mutlhaqah yaitu, akad antara pihak pemilik modal (shahibul maal) dengan pengelola (mudharib) untuk memperoleh keuntungan yang kemudian akan dibagikan sesuai nisbah yang disepakati. Tabungan ini bermanfaat untuk membantu menyiapkan rencana masa depan. Adapun minat nasabah terhadap produk iB Tapenas Hasanah di Bank BNI Syariah dilandasi oleh transparan pengelolaan dan menggunakan prinsip-prinsip syariah. Dan keuntungan dapat dibagi sesuai dengan kesepakatan kedua bela pihak.
TRADISI BACAAN SIRAH NABAWI “AL-BARZANJI” PADA ACARA AQIQAH MENURUT HUKUM ISLAM Samsul Ma'arif; Rugaiyah
Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam Vol. 5 No. 1 (2023): JANUARI
Publisher : Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara bacaan sirah nabawi al-barzanji dengan pelaksanaan aqiqah, serta mengetahui Hukum Bacaan Sirah Nabawi Al-Barzanji pada Upacara Aqiqah menurut Hukum Islam. 1) Korelasi antara bacaan sirah nabawi al-barzanji dengan pelaksanaan aqiqah, adalah pertama, membaca shalawat Nabi Muhammad saw. Membaca shalawat adalah merupakan perintah dari Allah swt. Kedua, Doa. Doa merupakan suatu hal yang wajib bagi manusia. Didalam acara aqiqah ada doa-doa yang dipanjatkan kepada Allah swt. Ketiga, mengandung sejarah Nabi Muhammad saw. Dimana pembacaan barzanji bukan hanya membacakan syair. Namun, didalamnya terdapat sejarah lahir dan dianggat menjadi rasul. 2) Hukum bacaan sirah nabawi al-barzanji pada upacara aqiqah menurut hukum Islam. Pembacaan barzanji memang tidak perna dilakukan oleh baginda Nabi Muhammad saw dan tidak ditemukannya suatu perintah atau larangan pada setiap ritual kegamaan yang tidak bertentangan dengan agama. Pembacaan barzanji saat acara aqiqah sebagian ulama mengatakan hukumnya mubah (boleh).
PENGEMBALIAN UTANG DALAM TRANSAKSI RAHN TANAH PERTANIAN PETANI TANAH MEA SULAWESI TENGAH Rugaiyah; Lathifah A. Lanonci
Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam Vol. 5 No. 2 (2023): JULI
Publisher : Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembalian utang dalam transaksi rahn tanah pertanian petani Tanah Mea Sulawesi Tengah. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi dan studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembalian utang transaksi rahn dilakukan dengan tunai pada saat jatuh tempo dengan persyaratan pada hak pengelolaan dan pemanfaatan tanah sawah jaminan dalam kuasa petani pemberi pinjaman dan akan terus berlanjut selama utang belum terbayarkan.
IMPLEMENTASI METODE WADI’AH YAD DHAMANAH E-MONEY MELALUI E-WALLET PADA APLIKASI DANA DALAM TINJAUAN HUKUM ISLAM (STUDI RISET MAHASISWA FAKULTAS AGAMA ISLAM UNIVERSITAS ALKHAIRAAT PALU) Nur Afni Abdul Halik; Rugaiyah; Ningsih K.
Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam Vol. 6 No. 2 (2024): JULI
Publisher : Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian mengindikasikan beberapa hal penting: Pertama, mahasiswa Fakultas Agama Islam di Universitas Al-Khairaat Palu secara umum merasa puas dengan keberadaan aplikasi DANA. Kepuasan ini didasarkan pada kemudahan yang ditawarkan aplikasi dalam melakukan transaksi. Kedua, konsep uang digital yang diadopsi oleh aplikasi DANA mendapat penerimaan dari perspektif hukum ekonomi syariah. Hal ini dikarenakan uang digital di aplikasi ini tidak terkait dengan unsur riba, gharar, dan maysir, yang mana ketiganya dilarang dalam syariah, sehingga penggunaannya tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip syariah. Ketiga, aplikasi DANA tidak menggunakan metode Wadi’ah Yad Dhamanah dalam transaksinya. Ini berarti bahwa dalam transaksi yang dilakukan melalui fitur-fitur aplikasi DANA, tidak terpenuhi rukun dan syarat yang diperlukan untuk metode Wadi’ah Yad Dhamanah. Penelitian ini memberikan wawasan yang berharga mengenai penerimaan teknologi keuangan digital dalam konteks hukum ekonomi syariah dan dapat menjadi referensi bagi pengembangan sistem pembayaran digital yang sesuai dengan prinsip syariah di masa depan.
PELAKSANAAN PEMBERIAN KREDIT BERBASIS FINANCIAL TECHNOLOGY PEER TO PEER LENDING PADA USAHA MIKRO KECIL MENENGAH (UMKM) DI LOLI PESUA Nur Hijrah; Haerolah Muh. Arief; Rugaiyah
Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam Vol. 7 No. 1 (2025): JANUARI
Publisher : Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pemberian kredit berbasis financial technology peer-to-peer (P2P) lending pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Loli Pesua. Penelitian ini berfokus pada pemahaman proses dan mekanisme yang terlibat dalam penggunaan teknologi finansial sebagai sarana pemberian kredit kepada UMKM. Teknologi finansial berbasis P2P lending menjadi salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan akses UMKM terhadap sumber pendanaan konvensional, sekaligus mempercepat proses perolehan dana melalui sistem digital yang efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pemberian kredit berbasis financial technology peer-to-peer lending pada UMKM di Loli Pesua dilakukan melalui mekanisme online yang memungkinkan pelaku usaha memperoleh dana dengan cepat. Proses ini melibatkan pemberian fasilitas kredit langsung dari fintech kepada UMKM berdasarkan sistem P2P lending, di mana pelaku usaha dapat mengajukan pinjaman secara langsung tanpa melalui perantara lembaga keuangan tradisional. Dengan menggunakan platform digital, proses pemberian kredit menjadi lebih sederhana, cepat, dan transparan, sehingga memberikan kemudahan bagi UMKM dalam memenuhi kebutuhan pendanaan mereka.
PENGEMBANGAN EKONOMI MASYARKAT MELALUI PEMBERDAYAAN KERANG MUTIARA (STUDI DESA BUGIS PARIGI MOUTONG) Maljum; Rugaiyah; Ningsih K.
Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam Vol. 7 No. 2 (2025): JULI
Publisher : Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengungkap bagaimana musim kemarau di Parigi Moutong mendorong petani kerang mutiara untuk beradaptasi dengan perubahan kondisi lingkungan. Petani melakukan berbagai strategi adaptasi, seperti penambahan nutrisi dan pengaturan kualitas air guna menjaga kesehatan bibit kerang. Efisiensi dan keamanan dalam proses pengiriman bibit menjadi hal yang krusial, yang menuntut manajemen transportasi yang cermat untuk meminimalkan risiko kematian bibit. Selain itu, pemeliharaan kebersihan tali penopang merupakan aspek penting dalam mendukung pertumbuhan kerang mutiara secara optimal. Upaya-upaya ini mencerminkan tingkat dedikasi dan keahlian tinggi dalam praktik budidaya, sekaligus menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal. Budidaya kerang mutiara terbukti memberikan dampak positif yang luas, mulai dari peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, hingga kontribusi sosial yang signifikan. Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan sumber daya lokal secara bertanggung jawab dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Keberhasilan tersebut juga menegaskan pentingnya peran dukungan pemerintah dan sektor swasta dalam pengembangan industri inovatif yang berwawasan lingkungan.
FENOMENA NIKAH SIRI ANALISIS MAQASHID SYARIAH; PROBLEMATIKA DAN SOLUSINYA Ahmad Junaedy; Rugaiyah; Achmad Salim Musaad; Munarif
Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam Vol. 8 No. 2 (2026): JULI
Publisher : Jurnal Al-Mashadir : Ilmu Hukum dan Ekonomi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31970/jam.v8i2.57

Abstract

Fenomena nikah siri merupakan salah satu persoalan sosial yang masih sering terjadi di Indonesia. Praktik ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain faktor ekonomi dan relasi sosial, faktor keluarga dan hubungan pribadi, serta faktor pemahaman keagamaan dan hukum masyarakat. Dalam perspektif hukum Islam, nikah siri pada dasarnya telah memenuhi rukun dan syarat perkawinan, sehingga dianggap sah secara agama. Namun demikian, dari aspek kemaslahatan, praktik tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan tujuan maqāṣid al-syarī‘ah, khususnya dalam menjaga agama (ḥifẓ al-dīn), keturunan (ḥifẓ al-nasl), jiwa (ḥifẓ al-nafs), dan harta (ḥifẓ al-māl). Praktik nikah siri juga menimbulkan berbagai problematika, seperti kerugian bagi perempuan dan anak, tidak terpenuhinya hak nafkah dan warisan, munculnya beban psikologis, keterbatasan akses terhadap layanan publik, tidak adanya kepastian hukum, serta munculnya stigma sosial di tengah masyarakat. Oleh karena itu, dalam perspektif hukum Islam diperlukan upaya solusi melalui pencatatan perkawinan sebagai bagian dari implementasi maqāṣid al-syarī‘ah, penguatan integrasi antara hukum fikih dan hukum positif, serta peningkatan edukasi dan sosialisasi hukum kepada masyarakat yang disertai dengan langkah-langkah struktural dan sosial guna meminimalkan dampak negatif pernikahan siri.