Atika Susanti
University of Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Traditional games of coastal Bengkulu and the formation of civic disposition: Exploring lickona’s essential moral values in elementary education Atika Susanti; Kiki Amaliah; Pebrian Tarmizi; Nady Febri Ariffiando
Journal of Research in Instructional Vol. 6 No. 1 (2026): Journal of Research in Instructional
Publisher : Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30862/jri.v6i1.20

Abstract

The decline in the practice of traditional games due to modernization has limited opportunities for students to experience character formation through culturally rooted activities. This study aims to explore the relevance of Bengkulu coastal traditional games in shaping elementary school students’ civic disposition and to examine their alignment with Lickona’s eleven essential moral values. The main contribution of this study is the development of a model that integrates local traditional games into formal and informal education as a medium for character and civic education. A systematic literature review method was employed by analyzing thirty research articles published between 2020 and 2025. The analysis shows that traditional games such as Cabur, Congkak, Sekejaran, Bakiak, Bekel, Ingkau, and Lompek Kodok reflect key moral values including responsibility, honesty, fairness, tolerance, wisdom, self-discipline, cooperation, empathy, courage, and democratic participation. The study proposes three integration models: intraclass learning, Profil Pelajar Pancasila projects, and extracurricular activities. These findings demonstrate that traditional games not only preserve cultural heritage but also function as effective pedagogical tools to internalize moral and civic values. It is concluded that Bengkulu coastal traditional games provide a strategic and innovative approach to support character education in elementary schools.
Eksplorasi Etnomatematika pada Kearifan Lokal Kerajinan Bokoa Iben Masyarakat Lebong Sebagai Sumber Belajar Literasi Numerasi di Sekolah Dasar Atika Susanti; Abdul Muktadir; Nurdin Kamil; Ady Darmansyah
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 1 (2026): Volume 9 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v9i1.7158

Abstract

Kemampuan literasi numerasi siswa sekolah dasar di Indonesia masih tergolong rendah. Salah satunya karena pembelajaran matematika umumnya belum dikaitkan dengan konteks budaya yang dekat dengan kehidupan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi konsep-konsep etnomatematika yang terkandung dalam kearifan lokal kerajinan Bokoa Iben masyarakat Lebong Suku Rejang serta menganalisis potensinya sebagai sumber belajar literasi numerasi di sekolah dasar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pengrajin lokal, dokumentasi proses pembuatan Bokoa Iben, serta kajian pustaka terkait nilai-nilai matematis dalam budaya tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam proses pembuatan Bokoa Iben terdapat konsep-konsep matematika seperti pola berulang, simetri lipat, pengukuran, dan bangun datar dan bangun ruang yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran literasi numerasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa aktivitas budaya masyarakat Lebong tidak hanya bernilai estetis, tetapi juga memiliki potensi edukatif yang relevan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep literasi numerasi. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa kerajinan Bokoa Iben dapat dijadikan sumber belajar yang memperkuat literasi numerasi sekaligus menumbuhkan kesadaran peserta didik terhadap pentingnya pelestarian kearifan lokal.