Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

POTENSI ANTIMIKROBA PHOTO ACTIVATED DISINFECTION TERHADAP Enterococcus faecalis PADA PERAWATAN SALURAN AKAR GIGI Sinta Deviyanti
Cakradonya Dental Journal Vol 11, No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : FKG Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/cdj.v11i1.13623

Abstract

Disinfeksi sistem saluran akar gigi sangat penting dalam perawatan saluran akar gigi. Instrumenmekanik dan agen desinfeksi atau larutan irigasi seperti NaOCL tidak efektif mengurangi jumlahbakteri di dalam saluran akar yang terinfeksi karena anatomi akar gigi yang kompleks. Kegagalanperawatan endodontik sering meninggalkan bakteri di sistem saluran akar gigi. Enterococcus faecalismerupakan salah satu mikroorganisme terpenting yang bertanggungjawab pada kegagalan perawatansaluran akar gigi. Bakteri ini kebal terhadap agen antimikroba dan mampu berkoloni membentukbiofilm di saluran akar gigi. Saat ini perangkat baru seperti photoactivated disinfection telah dicobauntuk disinfeksi saluran akar gigi. Photoactivated disinfection merupakan strategi antimikroba yangmenggunakan energi laser berkekuatan rendah untuk mengaktivasi suatu pewarna tidak toksik yangdiaktivasi sinar (photosensitizer). Energi yang dipindahkan dari photosensitizer teraktivasi ke oksigenyang tersedia, akan membentuk oksigen singlet sebagai spesies oksigen toksik. Spesies oksigen yangsangat reaktif secara kimia ini dapat merusak membran dan DNA bakteri patogen. Beberapapenelitian menunjukkan bahwa photoactivated disinfection dapat efektif mengurangi E.faecalis didalam saluran akar selama prosedur antimikroba bila digunakan bersama dengan prosedur disinfeksikonvensional untuk sterilisasi saluran akar. Photoactivated disinfection merupakan pendukung untukprotokol standar disinfeksi saluran akar gigi.Kata kunci: photoactivated disinfection, Enterococcus faecalis, perawatan saluran akar.
The Antifungal Potential of Stevia rebaudiana Bertoni Leaf Extract Against Candida albicans Herawati, Margaretha; Deviyanti, Sinta; Ferhad, Adibah
Journal of Indonesian Dental Association Vol 4 No 1 (2021): April
Publisher : Indonesian Dental Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candida sp. are eukaryotic opportunistic pathogens that reside on the mucosa oral cavity, gastrointestinal tract, vagina and sometimes skin. An infection caused by Candida is termed candidiasis or candidosis. Oral candidiasis is a common opportunistic infection of the oral cavity caused by overgrowth of Candida species, the most common being Candida albicans. Risk factor for oral candidiasis are local factors, systemic factors and the physiological states. The most commonly used classes of antifungal drug treatment to Candida infections are the azole, polyenes and echinocandins. However, the management of Candida infections faces many problems, such as toxicity, resistance of Candida to antifungal drugs, relapse to Candida infection and the high cost of antifungal drugs. Many investigators are exploiting alternative therapeutic strategies to overcome problems treating candidiasis. Stevia leaves extracts has been known to have antifungal activity to treat candidiasis. The aim of this review article is to explain antifungal potency of Stevia rebaudiana Bertoni leaves extracts toward Candida albicans. Stevia rebaudiana Bertoni leaves extracts can use as cheap, natural and alternative agent to control candidiasis.
Daya Hambat Produk Komersial Obat Kumur Jahe (Zingiber officinale) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Porphyromonas gingivalis ATCC 33277 Widyastuti, Ratih; Saputri, Sabrina; Deviyanti, Sinta
Sinnun Maxillofacial Journal Vol. 7 No. 02 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/smj.v7i02.195

Abstract

Pendahuluan: Periodontitis merupakan peradangan pada jaringan pendukung gigi (jaringan periodontal) yang dapat menyebabkan kerusakan progresif pada gingiva, ligamen periodontal dan tulang alveolar. Porphyromonas gingivalis sebagai bakteri anaerob obligat gram negatif yang sering ditemukan pada biofilm di  sulcus subgingiva, merupakan salah satu patogen utama penyebab periodontitis. Penggunaan obat kumur chlorhexidine 0,2% sebagai terapi penunjang untuk perawatan periodontitis masih terkendala efek samping sehingga perlu dicari alternatif dari bahan alami. Data penelitian terkait penggunaan produk komersial obat kumur yang  mengandung bahan alami jahe (Zingiber officinale) untuk menghambat pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis masih sangat terbatas. Tujuan Penelitian: menganalisis daya hambat produk komersial obat kumur jahe (Zingiber officinale) terhadap pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis ATCC 33277. Bahan dan Metode:penelitian true experimental laboratorium secara in vitro dengan desain post test only with control group menggunakan metode difusi kertas cakram. Kelompok perlakuan, yaitu produk komersial obat kumur jahe (Zingiber officinale) dengan obat kumur chlorhexidine 0,2%  sebagai kelompok kontrol positif. Hasil: rerata diameter zona hambat pertumbuhan bakteri Porphyromonas gingivalis ATCC 33277 oleh produk  komersial obat kumur  herbal jahe (Zingiber officinale)  dan chlorhexidine 0,2% secara berurutan adalah 1,25 mm dan 3,16 mm. Analisis independent T-test menunjukkan perbedaan signifikan (p<0,05) daya hambat bakteri Porphyromonas gingivalis antara produk komersial obat kumur herbal jahe (Zingiber officinale) dengan chlorhexidine 0,2%. Kesimpulan: produk komersial obat kumur herbal jahe (Zingiber officinale) terbukti memiliki daya hambat pertumbuhan bakteri porphyromonas gingivalis ATCC 33277 namun lebih rendah signifikan  bila dibandingkan dengan chlorhexidine 0,2% sebagai kontrol positif.