Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

The Quality of Scientific Papers of Undergraduate Students in Regional Language and Literature Studies Lectures Before and After Using ChatGPT as a Writing Tool Ari Wulandari; Arif Budiman; Tri Ratna Herawati; Primasari Wahyuni; Diaz Danu Setyawan
Script Journal: Journal of Linguistics and English Teaching Vol. 11 No. 2 (2026): August
Publisher : Teacher Training and Education Faculty, Widya Gama Mahakam Samarinda University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/sj.v11i2.2353

Abstract

Background:  This study addresses the growing use of ChatGPT in academic writing. Grounded in constructivism, the study investigates changes in the quality of scientific papers produced by undergraduate students in the Regional Language and Literature Studies course at University “A” before and after the use of ChatGPT as a writing support tool. Methodology:  A quasi-experimental pretest–posttest design using document analysis was applied. The data consisted of 30 student papers written before and after ChatGPT use. Assessment covered five aspects: ideas, organization, grammar, diction, and spelling. Findings:  The findings indicate substantial improvements in students’ scientific papers after the use of ChatGPT. The mean writing score increased from 77.9 before ChatGPT-assisted revision to 89.0 after revision, and 27 of the 30 papers improved to the excellent category. The strongest improvements were observed in organization, grammar, diction, and spelling, whereas gains in idea development were comparatively more modest. Conclusion:  The findings suggest that ChatGPT-assisted revision can enhance the technical quality of students’ scientific writing. However, lecturer guidance remains necessary to support critical thinking, independent analysis, and the responsible use of generative AI in academic writing. Originality:  This study contributes empirical evidence on changes in the quality of students’ scientific writing associated with ChatGPT-assisted revision within the context an undergraduate language and literature course.
Relasi Manusia dan Alam dalam Puisi “Lembah Anai” dan “Sungai Siak” Karya Raudal Tanjung Banua: Kajian Ekokritik Kun Andyan Anindita; Tri Ratna Herawati; Muncar Tyas Palupi; Fitri Jamilah; Primasari Wahyuni; Tomi Wahyu Septarianto
ANTHOR: Education and Learning Journal Vol 5 No 4 (2026): Anthor 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/anthor.v5i4.520

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengonstruksi relasi manusia dan alam dengan menggunakan pendekatan ekokritik. Permasalahan yang diungkap dalam penelitian ini adalah melihat bagaimana bahasa puitik yang bekerja dalam membangun kesadaran ekologis, representasi relasi manusia dan alam serta kritik terhadap paradigma pembangunan yang eksploitatif. Sumber data penelitian berupa puisi “Lembah Anai” dan “Sungai Siak” karya Raudal Tanjung Banua yang terdapat dalam kumpulan puisinya yang berjudul Jejak Lintasan (2024). Data penelitian berupa diksi ekologis yang berkaitan dengan alam, sungai, hutan, air, dan relasi manusia dengan lingkungan. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat dengan mengidentifikasi metafora, citraan, dan simbol ekologis dalam teks. Hasil analisis ekokritik terhadap puisi Lembah Anai dan Sungai Siak menunjukkan bahwa kedua puisi tersebut menghadirkan alam bukan sekadar sebagai latar estetis, melainkan sebagai entitas hidup yang memiliki nilai ekologis, historis, spiritual, dan emosional. Melalui penggunaan bahasa puitik berupa metafora, simbol, personifikasi, dan citraan alam, penyair membangun kesadaran ekologis yang menempatkan manusia dan alam dalam relasi yang saling terhubung. Alam direpresentasikan sebagai ruang hidup yang memiliki sensitivitas, memori, dan makna spiritual sehingga tidak dapat direduksi hanya sebagai objek eksploitasi pembangunan modern. Penelitian ini memperlihatkan bahwa puisi dapat menjadi bentuk resistensi terhadap dominasi antroposentrisme dan paradigma pembangunan kapitalistik yang destruktif terhadap lingkungan.