Nur Lathifah
Program Studi Sarjana Kebidanan, Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Posisi Miring Kiri Dan Pijat Endorphin Terhadap Durasi Kala II Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Kerang Sapta Rianti; Adriana Palimbo; Hairiana Kusvitasari; Nur Lathifah
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 2 (2024): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v3i2.531

Abstract

Latar Belakang: Partus lama merupakan salah satu penyebab angka kematian ibu dan bayi. Partus lama adalah persalinan yang berlangsung lebih dari 18 jam yang di mulai dari tanda-tanda persalinan. Posisi berbaring miring merupakan posisi yang dapat membantu penurunan kepala janin. posisi sim, miring ke kiri atau ke kanan sesuai dengan anjuran dokter atau bidan. Selain melakukan posisi miring salah satu upaya untuk mempercepat proses kala II adalah dengan endorphin massage. Endorphin massage merupakan sebuah terapi sentuhan/pijatan ringan yang diberikan pada wanita hamil saat menjelang persalinan. Tujuan: Mengetahui tentang pengaruh posisi miring kiri dan pijat endorphine terhadap durasi kala II persalinan di wilayah kerja Puskesmas Kerang. Metode: Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari menggunakan metode Quasy Eksperimental dengan desain Two Group Posttest Only Design. Populasi penelitian ini yaitu seluruh ibu bersalin di bulan Februari 2024. Metode pengambilan sampel menggunakan Nonprobability Sampling dengan teknik Purposive Sampling. Uji analisis Independent T test. Hasil: Selisih durasi kelompok posisi miring dengan pijat endhorphine adalah 3,67 menit dengan nilai p value 0,013. Simpulan: Ada pengaruh posisi miring dan pijat endorphin terhadap durasi kala II persalinan di wilayah kerja Puskesmas Kerang sehingga diharapkan bidan mampu memotivasi ibu untuk melakukan posisi miring dan pijat endhorphine pada kala II.
Identifikasi Komplikasi Kehamilan dan Persalinan di Wilayah Puskesmas Tumbang Napoi Aswanti; Nur Lathifah; Susanti Suhartati; Sismeri Dona
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.1020

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan data Puskesmas Tumbang Napoi dari tahun 2020 s/d 2022 ditemukan 1 kematian ibu dan 3 kematian bayi ,terjadi kasus komplikasi pada tahun 2020 sebanyak 10 dari 45 ibu hamil (22%). Tujuan: Mengidentifikasi komplikasi kehamilan dan persalinan pada ibu hamil di wilayah puskesmas Tumbang Napoi berdasarkan usia dan paritas. Metode: Metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 31 orang ibu hamil dan bersalin. Hasil: Hasil penelitian komplikasi kehamilan Abortus spontan, Kehamilan ektopik, Hiperemsis gravidarum, Anemia, Demam tinggi, Perdarahan antepartum, Ketuban pecah diniberdasarkan usia yang paling banyak mengalami komplikasi yaitu pada usia 20-35 tahun, anemia 7 orang, abortus spontan 5 orang. Berdasarkan paritas menunjukkan komplikasi kehamilan tertinggi terjadi pada paritas nulipara, dengan kejadian terbanyak abortus spontan dan anemia. komplikasi persalinan adalah Pendarahan, Infeksi persalinan, Preeklamsia dan eklamsia, Partus lama. Berdasarkan usia terbanyak pada usia > 35 tahun yaitu pendarahan dan paritas grandemultipara perdarahan. Simpulan: Komplikasi kehamilan paling banyak terjadi adalah anemia,banyak terjadi pada usia 20-35 tahun dan paritas multipara. Komplikasi persalinan terbanyak adalah perdarahan dan partus lama, perdarahan ini paling banyak terjadi pada kelompok usia > 35 tahun dan paritas grandemultipara.