Susanti Suhartati
Program Studi Pendidikan Profesi Bidan, Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Komplikasi Kehamilan dan Persalinan di Wilayah Puskesmas Tumbang Napoi Aswanti; Nur Lathifah; Susanti Suhartati; Sismeri Dona
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.1020

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan data Puskesmas Tumbang Napoi dari tahun 2020 s/d 2022 ditemukan 1 kematian ibu dan 3 kematian bayi ,terjadi kasus komplikasi pada tahun 2020 sebanyak 10 dari 45 ibu hamil (22%). Tujuan: Mengidentifikasi komplikasi kehamilan dan persalinan pada ibu hamil di wilayah puskesmas Tumbang Napoi berdasarkan usia dan paritas. Metode: Metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 31 orang ibu hamil dan bersalin. Hasil: Hasil penelitian komplikasi kehamilan Abortus spontan, Kehamilan ektopik, Hiperemsis gravidarum, Anemia, Demam tinggi, Perdarahan antepartum, Ketuban pecah diniberdasarkan usia yang paling banyak mengalami komplikasi yaitu pada usia 20-35 tahun, anemia 7 orang, abortus spontan 5 orang. Berdasarkan paritas menunjukkan komplikasi kehamilan tertinggi terjadi pada paritas nulipara, dengan kejadian terbanyak abortus spontan dan anemia. komplikasi persalinan adalah Pendarahan, Infeksi persalinan, Preeklamsia dan eklamsia, Partus lama. Berdasarkan usia terbanyak pada usia > 35 tahun yaitu pendarahan dan paritas grandemultipara perdarahan. Simpulan: Komplikasi kehamilan paling banyak terjadi adalah anemia,banyak terjadi pada usia 20-35 tahun dan paritas multipara. Komplikasi persalinan terbanyak adalah perdarahan dan partus lama, perdarahan ini paling banyak terjadi pada kelompok usia > 35 tahun dan paritas grandemultipara.
PENGARUH PIJAT BAYI MENGGUNAKAN CAJUPUT OIL TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PADA BAYI USIA 2-11 BULAN PASCA IMUNISASI DPT HB HIB DI UPT PUSKESMAS LANJAS Meilina Herawati; Susanti Suhartati; Fitri Yuliana; Desilestia Dwi Salmarini
JOURNAL OF HEALTHCARE TECHNOLOGY AND MEDICINE Vol. 11 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33143/jhtm.v11i2.5478

Abstract

Imunisasi merupakan upaya preventif yang dilakukan oleh pemerintah untuk menghindari risiko bayi terserang penyakit infeksi. Tujuan dari diberikannya imunisasi adalah meningkatkan kekebalan tubuh pada bayi secara aktif agar tidak terjadi penyakit. Imunisasi juga dapat menimbulkan reaksi lokal ditempat penyuntikan atau gejala tertentu yang biasa disebut KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). Kasus demam diderita oleh anak-anak sebesar 91% berusia 3-19 tahun. Pada literatur WHO juga dijelaskan bahwa KIPI pasca imunisasi dapat menimbulkan reaksi sistemik dan lokal. Reaksi yang timbul berupa kemerahan ditempat penyuntikan, pembengkakkan, nyeri, serta yang paling banyak kejadian adalah demam yang timbul setelah imunisasi. Salah satu terapi non farmakologis untuk penurunan suhu bayi adalah pijatan menggunakan cajaput oil yang mampu memberikan relaksasi pada bayi melalui sentuhan. Untuk Mengetahui Pengaruh Pijat Bayi Mengunakan Cajuput Oil terhadap Penurunan Suhu Tubuh pada Bayi Usia 2-11 Bulan Pasca Imunisasi DPT HB HIB di UPT Puskesmas Lanjas. Penelitian metode pre eksperimen dengan bentuk One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi bayi berusia 2-11 bulan sebanyak 15 bayi, menggunakan total sampling. Pengkajian data menggunakan lembar observasi untuk mengukur suhu pada bayi sebelum dan sesudah pemijatan dengan cajaput oil. Dianalisis menggunakan univariat dan bivariat dengan sample paire T test. Rata-rata suhu sebelum dilakukan pemijatan adalah 37,6oC, Suhu setelah dilakukan pemijatan menggunakan cajaput oil yaitu 36,9oC. Dilakukan uji Paired T test diketahui terdapat pengaruh pijat bayi menggunakan cajaput oil terhadap penurunan suhu tubuh bayi dengan nilai p-value 0.019 Terdapat pengaruh pijat bayi menggunakan cajuput oil terhadap penurunan suhu tubuh pada bayi Usia 2-11 bulan pasca imunisasi DPT HB HIB