Sismeri Dona
Program Studi Sarjana kebidanan, Fakultas Kesehatan, Universitas Sari Mulia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Level of Midwife Knowledge about Referral to Outcome of Pregnant Women at Muara Teweh Regional Hospital Ika Misna Puspita; Sismeri Dona; Eirene Eunike Meidiana Gaghauna
Healthy-Mu Journal Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : MBUnivPress

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35747/hmj.v8i1.948

Abstract

From the data of North Barito MPDN, it was found that the highest mortality rate of mothers and babies was in Muara Teweh Regional Hospital in 2023, with 6 maternal deaths and 17 infant deaths. This is due to the delay in the referral process for pregnant women and newborns with complications. Midwives' knowledge about referrals is essential to determine the right time to make referrals to help reduce mortality rates. This study aims to determine the relationship between the level of knowledge of midwives about referrals to the outcome of pregnant women at Muara Teweh Regional Hospital. This study used a descriptive correlative method with a cross-sectional approach. With a total sampling of 70 midwives who make emergency referrals of pregnant women. Data analysis using chi-square statistical test The results showed that midwives had good knowledge of 71.4% of referrals. The results of the chi-square statistical test obtained a significant p-value of 0.734 (>0.05) there is no relationship between knowledge and the outcome of pregnant women based on the type of delivery and a significant p-value of 0.092 (>0.05) there is no relationship between midwife knowledge based on newborn complications. There is no relationship between the level of knowledge of midwives about referral and the outcome of pregnant women at Muara Teweh Regional Hospital. Based on the results of the study, it is necessary to carry out further guidance on referral not only for midwives but also for pregnant women and mothers.
Faktor Usia, Paritas dan Infeksi Saluran Kemih pada Kejadian Partus Prematurus Imminens Nida Herni; Istiqamah; Frani Mariana; Sismeri Dona
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.1014

Abstract

Pendahuluan: Partus Prematurus Imminens (PPI) adalah suatu ancaman pada kehamilan dimana timbulnya tanda persalinan pada usia kehamilan yang belum aterm dan berat badan lahir bayi kurang dari 2500 gram. Di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan terjadi peningkatan kasus PPI dari tahun 2019 sampai dengan 2021, yaitu dari 8% menjadi 13,3%. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk engetahui faktor penyebab kejadian PPI di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan tahun 2022. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling yang berjumlah 93 ibu hamil. Hasil: Dari 93 ibu hamil yang mengalami PPI didapatkan bahwa usia terbanyak terjadi pada 20-35 tahun dengan jumlah 59 orang (63,4%), paritas terbanyak terjadi pada nulipara yaitu 37 orang (39,8%) dan kasus terbanyak terjadi pada ibu hamil yang tidak mengalami infeksi saluran kemih berjumlah 54 orang (58,1%). Hasil uji analisis untuk hubungan faktor usia (ρ value = 0,028), paritas (ρ value = 0,0211) dan ISK (ρ value = 0,001). Simpulan: Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara faktor usia, paritas dan Infeksi Saluran Kemih (ISK) dengan kejadian Partus Prematurus Imminens (PPI) di RSUD Brigjend H. Hasan Basry Kandangan pada tahun 2022.
Identifikasi Komplikasi Kehamilan dan Persalinan di Wilayah Puskesmas Tumbang Napoi Aswanti; Nur Lathifah; Susanti Suhartati; Sismeri Dona
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 2 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i2.1020

Abstract

Pendahuluan: Berdasarkan data Puskesmas Tumbang Napoi dari tahun 2020 s/d 2022 ditemukan 1 kematian ibu dan 3 kematian bayi ,terjadi kasus komplikasi pada tahun 2020 sebanyak 10 dari 45 ibu hamil (22%). Tujuan: Mengidentifikasi komplikasi kehamilan dan persalinan pada ibu hamil di wilayah puskesmas Tumbang Napoi berdasarkan usia dan paritas. Metode: Metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dengan jumlah responden sebanyak 31 orang ibu hamil dan bersalin. Hasil: Hasil penelitian komplikasi kehamilan Abortus spontan, Kehamilan ektopik, Hiperemsis gravidarum, Anemia, Demam tinggi, Perdarahan antepartum, Ketuban pecah diniberdasarkan usia yang paling banyak mengalami komplikasi yaitu pada usia 20-35 tahun, anemia 7 orang, abortus spontan 5 orang. Berdasarkan paritas menunjukkan komplikasi kehamilan tertinggi terjadi pada paritas nulipara, dengan kejadian terbanyak abortus spontan dan anemia. komplikasi persalinan adalah Pendarahan, Infeksi persalinan, Preeklamsia dan eklamsia, Partus lama. Berdasarkan usia terbanyak pada usia > 35 tahun yaitu pendarahan dan paritas grandemultipara perdarahan. Simpulan: Komplikasi kehamilan paling banyak terjadi adalah anemia,banyak terjadi pada usia 20-35 tahun dan paritas multipara. Komplikasi persalinan terbanyak adalah perdarahan dan partus lama, perdarahan ini paling banyak terjadi pada kelompok usia > 35 tahun dan paritas grandemultipara.