Exaudian F. Lerebulan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Papua

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Pala Papua dan Daun Ketepeng Cina Terhadap Pertumbuhan Shigella Dysenteriae Ezra Pasaribu; Exaudian F. Lerebulan; Sahrul Gunawan; Nimrot Alfian Kaaf
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1088

Abstract

Shigella dysenteriae merupakan bakteri patogen penyebab disentri basiler yang dapat menimbulkan diare akut, dehidrasi, bahkan kematian terutama pada anak-anak dan individu dengan sistem imun lemah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kimia ekstrak etanol daging buah pala (Myristica argentea warb) dan daun ketepeng cina (Cassia alata L.), menguji kemampuan kombinasi ekstrak tersebut dalam menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae secara in vitro, serta menentukan konsentrasi kombinasi yang paling efektif. Jenis penelitian Eksperimen murni dengan metode difusi cakram (Kirby-Bauer). Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi etanol 70% kemudian diuji pada berbagai konsentrasi tunggal (100%) dan kombinasi (30%;70%, 50%;50%,70%;30%). Kontrol positif yang digunakan adalah ciprofloxacin, sedangkan kontrol negatif adalah aquadest. Aktivitas antibakteri dinilai melalui pengukuran diameter zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daging buah pala dan daun ketepeng cina mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, fenolik, dan triterpenoid yang berperan sebagai antibakteri. Kombinasi ekstrak terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae. Konsentrasi kombinasi paling efektif adalah 50%;50% dengan rata-rata diameter zona hambat 18,5 mm (kategori kuat). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kombinasi ekstrak etanol daging buah pala dan daun ketepeng cina memiliki aktivitas antibakteri terhadap Shigella dysenteriae secara in vitro, dengan konsentrasi kombinasi 50%;50% sebagai konsentrasi paling efektif.
Formulasi Dan Uji Karakteristik Blush On Stick Pewarna Alami Ekstrak Buah Merah (Pandanus conoideus) Miranda Taborat; Exaudian F. Lerebulan; Nadila Widyalaras Rahmatika
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1093

Abstract

Kosmetika merupakan produk yang banyak diminati seperti produk Blush on bentuk stick populer karena praktis, mudah dibawa dan menghasilkan tampilan yang natural. Namun, penggunaan pewarna sintetis dapat menimbulkan efek samping. Buah merah (Pandanus conoideus)dikenal sebagai pewarna alami mengandung senyawa aktif seperti α-karoten, β-karoten, β-kriptosantin, dan α-tokoferol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan karakteristik sediaan blush on stick berbasis pewarna alami dari ekstrak buah merah. Penelitian eksperimental laboratorium menggunakan metode ekstraksi maserasi dengan etanol 96% pada konsentrasi 15%, 20%, dan 25%. Uji karakteristik organoleptis, homogenitas, pH, stabilitas, iritasi, dan hedonik. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak buah merah mengandung alkaloid, flavonoid, karotenoid, polifenol, tanin, serta β-karoten. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua formula memiliki tekstur padat, homogen, dan beraroma oleum rose. Warna F1 tampak jingga kecoklatan, F2 berwarna jingga, dan F3 merah jingga. Nilai pH rentang aman untuk kulit pipi (4,5–6,5). Uji hedonik formula F2 dengan konsentrasi 20% yang paling disukai panelis. Uji stabilitas 30 hari menunjukkan tidak terjadi perubahan warna, aroma, maupun tekstur. Kesimpulan formulasi blush on stick dari ekstrak buah merah menghasilkan sediaan dengan karakteristik fisik yang baik, stabil, dan aman digunakan. Saran melakukan uji stabilitas jangka panjang, mikrobiologi, dan ketahanan warna.