Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

OPTIMIZATION OF DICLOFENAC POTASSIUM TRANSDERMAL PATCH FORMULA USING A COMBINATION OF POLYVYNIL PYRROLIDONE K 30, ETHYL CELLULOSE AND MENTHOL WITH SIMPLEX LATTICE DESIGN METHOD Gunawan, Sahrul; Supriyadi, Supriyadi; Kuncahyo, Ilham
Jurnal Farmasi Sains dan Praktis Vol 10 No 1 (January-April 2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/pharmacy.v10i1.8956

Abstract

Diclofenac potassium is one of the NSAID drugs which can cause gastrointestinal irritation and damage to the small intestinal mucosa including erosion and ulceration. The purpose of this study was to determine the effect of the combination of PVP K 30, ethyl cellulose and menthol on organoleptic, thickness, weight uniformity, moisture and folding resistance of diclofenac potassium transdermal patch.This research is an experimental study that includes an experiment to optimize the formulation of a transdermal patch preparation with the active ingredient potassium diclofenac and a combination of PVP K 30, ethyl cellulose and menthol. The optimization method uses the simplex lattice design method. There are 13 formula designs consisting of a combination of PVP K 30, ethyl cellulose and menthol. Each formula was tested for organoleptic, thickness, weight uniformity, moisture and folding resistance. Then the optimum formula was determined and analyzed using the simplex lattice design method. The combination of PVP K 30, ethyl cellulose and menthol with a simplex lattice design has an effect on the transdermal patch of diclofenac potassium which increases the consistency of the patch surface, reduces the thickness directly proportional to the weight of the patch and increases folding resistance. The proportion of PVP K 30, ethyl cellulose and menthol that can produce the optimum formula for diclofenac potassium transdermal patches with the simplex lattice design on the critical parameters of thickness, moisture, folding resistance and penetration tests, namely PVP K 30 of 14.87%, ethyl cellulose of 10.00% and 5.13% menthol.
Laporan Sosialisasi Praktikum Farmakognosi II Pembuatan Virgin Coconut Oil Virgin Coconut Oli (VCO) Sakina Sarnia Iriani Lihawa; Ridha Putri Iriani; Marthen Sagrim; Sahrul Gunawan; Junaiddin Junaiddin; Exaudian F. Lerebulan; Hadija Marasabessy
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Virgin Coconut Oil atau Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan produk olahan kelapa segar yang diproses tanpa pemanasan tinggi maupun bahan kimia, sehingga kandungan bioaktifnya tetap terjaga. Namun, pengetahuan masyarakat mengenai cara pembuatan serta manfaat VCO masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang metode pembuatan VCO yang benar serta manfaat kesehatannya. Kegiatan sosialisasi dilaksanakan di KPR Kadar Hebras, Sorong Papua Barat Daya, dengan melibatkan 22 peserta dari berbagai latar belakang. Acara meliputi presentasi, diskusi interaktif, tanya jawab, dan permainan edukatif. Materi yang diberikan mencakup tahapan pengolahan kelapa hingga diperoleh VCO, metode pemisahan santan, serta informasi mengenai manfaat kesehatan VCO seperti menjaga jantung, mengontrol gula darah, dan memelihara kesehatan kulit. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman lebih baik tentang proses pembuatan VCO dan termotivasi untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, sosialisasi ini berperan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai potensi VCO baik sebagai produk kesehatan alami maupun peluang usaha lokal.
Analisis Stabilitas Fisik Sediaan Sirup Domperidone Melalui Uji Organoleptik Pada Suhu Penyimpanan yang Berbeda Marasabessy, Hadija; Iriani, Ridha Putri; Lihawa, Sakina Sarnia Iriani; Gunawan, Sahrul; Lerebulan, Exaudian F.
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 1 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i1.36648

Abstract

Stabilitas obat dipengaruhi oleh suhu dan lama penyimpanan. Domperidone sirup merupakan sediaan farmasi yang memerlukan kondisi penyimpanan suhu 15–30°C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyimpanan suhu kamar dan suhu lemari es terhadap stabilitas fisik Domperidone sirup. Metode penelitian yang digunakan adalah uji organoleptik meliputi pengamatan warna, rasa, aroma, dan kekentalan selama ±2 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Domperidone sirup yang disimpan pada suhu kamar tidak mengalami perubahan fisik, sedangkan penyimpanan pada suhu lemari es menyebabkan perubahan warna, aroma, dan kekentalan. Kesimpulan penelitian ini adalah Domperidone sirup lebih stabil disimpan pada suhu kamar sesuai dengan ketentuan penyimpanan obat.
Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Pala Papua dan Daun Ketepeng Cina Terhadap Pertumbuhan Shigella Dysenteriae Ezra Pasaribu; Exaudian F. Lerebulan; Sahrul Gunawan; Nimrot Alfian Kaaf
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 4 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i4.1088

Abstract

Shigella dysenteriae merupakan bakteri patogen penyebab disentri basiler yang dapat menimbulkan diare akut, dehidrasi, bahkan kematian terutama pada anak-anak dan individu dengan sistem imun lemah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan kimia ekstrak etanol daging buah pala (Myristica argentea warb) dan daun ketepeng cina (Cassia alata L.), menguji kemampuan kombinasi ekstrak tersebut dalam menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae secara in vitro, serta menentukan konsentrasi kombinasi yang paling efektif. Jenis penelitian Eksperimen murni dengan metode difusi cakram (Kirby-Bauer). Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi etanol 70% kemudian diuji pada berbagai konsentrasi tunggal (100%) dan kombinasi (30%;70%, 50%;50%,70%;30%). Kontrol positif yang digunakan adalah ciprofloxacin, sedangkan kontrol negatif adalah aquadest. Aktivitas antibakteri dinilai melalui pengukuran diameter zona hambat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daging buah pala dan daun ketepeng cina mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, tanin, saponin, fenolik, dan triterpenoid yang berperan sebagai antibakteri. Kombinasi ekstrak terbukti dapat menghambat pertumbuhan bakteri Shigella dysenteriae. Konsentrasi kombinasi paling efektif adalah 50%;50% dengan rata-rata diameter zona hambat 18,5 mm (kategori kuat). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kombinasi ekstrak etanol daging buah pala dan daun ketepeng cina memiliki aktivitas antibakteri terhadap Shigella dysenteriae secara in vitro, dengan konsentrasi kombinasi 50%;50% sebagai konsentrasi paling efektif.
Budidaya dan Pemanfaatan Tanaman Herbal Ezra Pasaribu; Sakinah S I Lihawa; Hadija Marasabessy; Miranda Taborat; Exaudian F Lerebulan; Yulinda M Bambungan; Sahrul Gunawan; Mariyo J Sanggel; Muhamad Guntur Sarwadan
Abdinesia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69503/abdinesia.v6i2.1669

Abstract

Penggunaan tanaman herbal sebagai alternatif pengobatan alami semakin populer, namun pengetahuan mengenai budidaya dan pemanfaatannya masih terbatas di kalangan siswa sekolah. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya edukasi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga melibatkan siswa berpartisipasi secara aktif dalam praktik nyata. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memaparkan pelaksanaan edukasi mengenai budidaya serta pemanfaatan tanaman herbal guna meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa di SMP Nusantara Kota Sorong. Metode pelaksanaan kegiatan menerapkan pendekatan partisipatif berbasis learning by doing yang dilaksanakan pada 26 Juli 2024 dengan sasaran siswa kelas VIII. Rangkaian kegiatan meliputi penyampaian materi teori, diskusi interaktif, praktik langsung penanaman tanaman obat, serta demonstrasi pembuatan hand sanitizer berbasis daun sirih (Piper betle Linn) dan jeruk nipis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman, partisipasi aktif, serta keterampilan siswa mengenai budidaya dan khasiat tanaman herbal. Evaluasi program mencatat bahwa lebih dari 80% siswa berhasil memahami dan menjelaskan kembali teknik budidaya serta pemanfaatan tanaman obat dengan benar. Dengan demikian, metode edukasi yang dikombinasikan dengan praktik langsung dinilai efektif dan relevan dalam meningkatkan literasi serta kepedulian siswa terhadap kesehatan alami berbasis potensi lokal.
Comparison Of Urine Leukocyte Examination In Patients With Urinary Tract Infections (Utis) Using The Dipstick And Microscopic Methods In The Working Area Of Klasaman Health Center Junaiddin Junaiddin; Sahrul Gunawan; Evi Hudriyah Hukom; Muhamad Faisal Arianto; Andirwana; Sakinah Sarnia Iriani Lihawa; Sabila
Indonesian Journal of Nursing and Health Care Vol. 2 No. 1: February (2025)
Publisher : Ammar Dharma Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64914/g6tr4e86

Abstract

Background: Urinary tract infection (UTI) is a common type of infection caused by the growth of microorganisms in the human urinary tract. Leukocytes are a component of the immune system that fight infection and inflammation. The methods commonly used for urine leukocyte examination are the dipstick and microscopic methods.Objective: This study aims to compare the results of urine leukocyte examination between the dipstick and microscopic methods in UTI patients.Methods: This research is descriptive comparative with a cross-sectional design. The study was conducted at Puskesmas Klasaman and the TLM Laboratory of STIKES Papua from June 28 to August 21, 2024. The study population includes all UTI patients at Puskesmas Klasaman, Sorong City, totaling 16 patients, with a sample of 16 urine samples from patients confirmed positive for UTI, selected using a total sampling technique. The data collected were entered into a master table and analyzed statistically.Results: The results of the urine leukocyte examination using the dipstick method showed that the majority of respondents had results of approximately 70 leukocytes/µl (+1), while the results from the microscopic method indicated that the majority had 5-9 cells/HPF (+2). This study found a significant difference between the results of urine leukocyte examination using the dipstick and microscopic methods (p-value < 0.05) using the nonparametric Wilcoxon Signed Rank Test (WSRT).Conclusion: There is a significant difference in the results of urine leukocyte examination between the dipstick and microscopic methods, where the dipstick method is more practical but less accurate compared to the more detailed and accurate microscopic method. It is recommended to explore other urine examination methods and compare the results with a larger sample to understand the advantages and disadvantages of each method.
Systematic Review and Bibliometric Analysis: Research Landscape and Direction of Global Telepharmacy Development Agustiqori Al-Mubarak; Diana Kurnia Apriani; Sahrul Gunawan; Ayudia Cipta Khairani
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 18 No 2 (2026): Mei-Agustus
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v18i2.1781

Abstract

Latar belakang: Perkembangan teknologi digital mendorong penerapan telefarmasi, tetapi implementasinya masih menghadapi permasalahan regulasi, kesiapan infrastruktur, kompetensi tenaga kefarmasian, dan disparitas antarwilayah.  Tujuan: Menganalisis perkembangan, tren, dan arah penelitian telefarmasi menggunakan Systematic Literature Review (SLR) dan analisis bibliometrik. Metode: Penelusuran literatur dilakukan melalui Scopus, Google Scholar, dan PubMed pada periode 2002–2025. Data dianalisis secara deskriptif dan bibliometrik menggunakan VOSviewer untuk memetakan perkembangan publikasi, keterkaitan kata kunci, kluster tema, dan distribusi geografis.  Hasil: Tiga temuan utama diperoleh: (1) telefarmasi meningkatkan kepatuhan pengobatan dan pemahaman pasien; (2) masih terdapat kesenjangan regulasi terkait standardisasi layanan, validasi resep elektronik, dan kompetensi profesional; dan (3) terdapat disparitas geografis, dengan perkembangan telefarmasi lebih tinggi di Malaysia dibandingkan Indonesia.  Kesimpulan: Telefarmasi berpotensi meningkatkan efektivitas dan efisiensi layanan kefarmasian, tetapi memerlukan penguatan regulasi, infrastruktur digital, dan kompetensi profesional. Saran: memfokuskan kajian pada pengembangan kerangka regulasi internasional, standar interoperabilitas sistem digital, serta model pelatihan berkelanjutan bagi tenaga farmasi