Pendahuluan: Sistem kerja shift pada perawat berpotensi memengaruhi beban kerja, kinerja, dan kepuasan pasien. Hubungan antarvariabel tersebut masih menunjukkan hasil yang bervariasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan shift kerja dengan beban kerja perawat, hubungan kinerja perawat dengan tingkat kepuasan pasien, serta hubungan shift kerja dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap rumah sakit. Metode: hubungan shift kerja dengan tingkat kepuasan pasien di ruang rawat inap rumah sakit. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan responden perawat dan pasien rawat inap. Hasil: Analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan uji Chi-Square dan uji korelasi. Distribusi shift kerja perawat relatif merata, dengan mayoritas bekerja pada shift pagi sebanyak 23 responden (36,5%). Beban kerja perawat sebagian besar berada pada kategori sedang sebanyak 38 responden (60%). Kinerja perawat mayoritas berada pada kategori baik sebanyak 45 responden (71,5%). Tingkat kepuasan pasien menunjukkan bahwa sebagian besar responden merasa puas terhadap pelayanan keperawatan di ruang rawat inap sebanyak 29 responden (46%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja dan beban kerja perawat (p = 0,034). Selain itu, terdapat hubungan yang signifikan antara kinerja perawat dan tingkat kepuasan pasien (p = 0,004; r = 0,194). Namun, hasil analisis menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara shift kerja konvensional dan tingkat kepuasan pasien (p = 0,006). Simpulan: Shift kerja berhubungan signifikan dengan beban kerja perawat, dan kinerja perawat berhubungan signifikan dengan tingkat kepuasan pasien. Namun, shift kerja tidak berhubungan langsung dengan kepuasan pasien, yang mengindikasikan bahwa kepuasan pasien lebih dipengaruhi oleh kualitas kinerja dan pelayanan keperawatan dibandingkan pembagian shift kerja itu sendiri.