Pendahuluan: Kasus bullying masih menjadi permasalahan besar di Indonesia, khususnya di lingkungan sekolah. Data International Center for Research on Women (2018) menunjukkan angka kejadian bullying mencapai 70% di lima negara Asia, termasuk Indonesia. Di Bandar Lampung, kasus bullying paling banyak terjadi pada tingkat SMP. Pra-survei di SMP Negeri 1 Bandar Lampung menunjukkan 70% siswa mengalami bullying berat dan mayoritas memiliki kepercayaan diri rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bullying dan tingkat kepercayaan diri pada remaja kelas IX di SMP Negeri 1 Bandar Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 352 siswa dengan sampel 187 responden yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (63,6%) dan berusia 14 tahun (57,8%). Tingkat bullying sebagian besar berada pada kategori ringan (50,8%), sedangkan tingkat kepercayaan diri mayoritas berada pada kategori baik (49,2%). Dan terdapat hubungan yang signifikan antara bullying dan tingkat kepercayaan diri (p-value 0,000 < 0,05). Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara bullying dan tingkat kepercayaan diri, di mana semakin tinggi tingkat bullying, semakin rendah kepercayaan diri siswa. Kemudian, sekolah diharapkan meningkatkan pengawasan, memberikan penyuluhan, konseling, serta pembinaan karakter untuk mencegah bullying dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta mendukung kepercayaan diri siswa.