Triyoso
Universitas Malahayati Bandar Lampung

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Hubungan Dukungan Teman Sebaya Terhadap Perilaku Bullying Di SMP Negeri 26 Kota Bandar Lampung Tahun 2025 Rilyani Azizah; Rilyani; Triyoso
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1226

Abstract

Pendahuluan: Masa remaja merupakan masa transisi menuju kedewasaan yang ditandai oleh perubahan fisik, emosi, dan sosial. Pada tahap ini, teman sebaya berperan penting dalam membentuk perilaku remaja. Pengaruh teman sebaya dapat berdampak positif maupun negatif terhadap perkembangan individu. Jika pengaruh yang diterima bersifat negatif, hal ini dapat mendorong munculnya perilaku menyimpang seperti bullying. Berdasarkan data Dinas PPPA Provinsi Lampung tahun 2025, terdapat 392 kasus kekerasan terhadap anak, dengan 36,2% terjadi di tingkat SMP. Hasil pra-survei di SMP Negeri 26 Bandar Lampung menunjukkan bahwa perilaku bullying masih cukup tinggi dan dukungan teman sebaya belum optimal. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dukungan teman sebaya dan perilaku bullying di sekolah. Tujuan: Mengetahui hubungan antara dukungan teman sebaya dan perilaku bullying pada siswa SMP Negeri 26 Kota Bandar Lampung tahun 2025. Metode: Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi sebanyak 426 siswa kelas VIII dengan sampel 243 responden menggunakan teknik proportional random sampling. Instrumen berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki perilaku bullying kategori tinggi (43,6%) dan dukungan teman sebaya kategori sedang (60,1%). Uji statistik menunjukkan p-value = 0,000 (<0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara dukungan teman sebaya dengan perilaku bullying. Kesimpulan: Dukungan teman sebaya terbukti berperan signifikan dalam memengaruhi perilaku bullying pada siswa. Semakin tinggi tingkat dukungan yang diterima, semakin rendah kecenderungan siswa untuk terlibat dalam perilaku bullying. Oleh karena itu, penguatan dukungan teman sebaya menjadi salah satu upaya penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, positif, dan kondusif bagi perkembangan siswa.
Hubungan Daya Tanggap (Responsiveness) Perawat Terhadap Tingkat Kepuasan Keluarga Pasien Di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Tahun 2025 Alya Rahma Salsabila; Andoko; Triyoso
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1227

Abstract

Pendahuluan: Instalasi Gawat Darurat (IGD) adalah unit vital yang menangani kasus darurat, di mana prinsip "Time Saving is Life Saving" sangat berlaku. Mutu pelayanan di IGD, khususnya daya tanggap perawat (responsiveness), menjadi penentu utama kepuasan keluarga pasien. Secara nasional, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan IGD masih 84,6%, di bawah target nasional ≥90%. Di Provinsi Lampung, tingkat kepuasan keluarga pasien dilaporkan 82,3%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara daya tanggap (responsiveness) perawat terhadap tingkat kepuasan keluarga pasien di Instalasi Gawat Darurat RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain analitik korelasional dan metode cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh keluarga pasien di IGD RSUD Dr. H. Abdul Moeloek pada periode penelitian, sebanyak 1.770 individu. Besar sampel dihitung menggunakan rumus Slovin dengan tingkat kesalahan 5%. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang dikembangkan berdasarkan dimensi SERVQUAL, yang diukur dengan skala Likert. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai daya tanggap responsiveness perawat dalam kategori kurang baik (54.4%), sedangkan kategori baik sebesar (45.6%). Tingkat kepuasan keluarga pasien dalam kategori tidak puas sebesar (61.5%), sedangkan kategori puas sebesar (38.5%). Kesimpulan: Hasil uji Spearman diperoleh nilai p-value = 0,000 (<0,05) dengan koefisien korelasi r = 0,363, yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi lemah antara daya tanggap perawat dan tingkat kepuasan keluarga pasien.
Hubungan Bullying Dengan Tingkat Kepercayaan Diri Pada Remaja Kelas IX Di SMP Negeri 1 Bandar Lampung Tahun 2025 Mellen Aprilliani; Aryanti Wardiyah; Triyoso
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1236

Abstract

Pendahuluan: Kasus bullying masih menjadi permasalahan besar di Indonesia, khususnya di lingkungan sekolah. Data International Center for Research on Women (2018) menunjukkan angka kejadian bullying mencapai 70% di lima negara Asia, termasuk Indonesia. Di Bandar Lampung, kasus bullying paling banyak terjadi pada tingkat SMP. Pra-survei di SMP Negeri 1 Bandar Lampung menunjukkan 70% siswa mengalami bullying berat dan mayoritas memiliki kepercayaan diri rendah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bullying dan tingkat kepercayaan diri pada remaja kelas IX di SMP Negeri 1 Bandar Lampung. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 352 siswa dengan sampel 187 responden yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji chi-square. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan mayoritas responden berjenis kelamin perempuan (63,6%) dan berusia 14 tahun (57,8%). Tingkat bullying sebagian besar berada pada kategori ringan (50,8%), sedangkan tingkat kepercayaan diri mayoritas berada pada kategori baik (49,2%). Dan terdapat hubungan yang signifikan antara bullying dan tingkat kepercayaan diri (p-value 0,000 < 0,05). Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara bullying dan tingkat kepercayaan diri, di mana semakin tinggi tingkat bullying, semakin rendah kepercayaan diri siswa. Kemudian, sekolah diharapkan meningkatkan pengawasan, memberikan penyuluhan, konseling, serta pembinaan karakter untuk mencegah bullying dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta mendukung kepercayaan diri siswa.
Pengaruh Edukasi Tentang Menstruasi Terhadap Kecemasan Siswi Kelas VIII Di SMP Negeri 13 Kota Bandar Lampung Tahun 2026 Eli Susanti; Rilyani; Triyoso
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1298

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja merupakan periode transisi yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik, emosional, dan psikologis diantara adalah pola menstruasi, yang sering menimbulkan kecemasan akibat kurangnya pengetahuan. Kecemasan yang tidak terkendali dapat berdampak pada keseimbangan hormon, mengganggu siklus menstruasi, serta menurunkan kualitas hidup remaja. Edukasi kesehatan mengenai menstruasi menjadi salah satu upaya dalam meningkatkan pengetahuan dan mengurangi kecemasan pada remaja putri. Tujuan: Diketahui Pengaruh Edukasi tentang Menstruasi terhadap Kecemasan Siswi Kelas VIII di SMP Negeri 13 Kota Bandar Lampung Tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental (One Group Pretest–Posttest Design). Populasi penelitian berjumlah 81 siswi kelas VIII, dengan sampel sebanyak 45 responden yang ditentukan menggunakan rumus slovin dan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen penelitian menggunakan Hamilton Rating Scale For Anxiety untuk mengukur tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi edukasi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Rata-rata kecemasan sebelum diberikan edukasi sebesar 2,62 dan menurun menjadi 2,20 setelah diberikan edukasi. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai p-value sebesar 0,002 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh edukasi tentang menstruasi terhadap kecemasan siswi. Kesimpulan: penelitian ini menunjukkan bahwa edukasi tentang menstruasi efektif dalam menurunkan kecemasan pada siswi.
Hubungan Kecanduan Game Online Dengan Tingkat Kualitas Tidur Pada Remaja Di SMA Negeri 14 Bandar Lampung Tahun 2026 Lidia; Aryanti Wardiyah; Triyoso
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1299

Abstract

Latar Belakang: Fenomena Internet Gaming Disorder (IGD) semakin banyak menjadi sorotan karena dampaknya yang luas terhadap kesehatan remaja, baik dari sisi fisik, psikologis, maupun sosial. Hasil survey yang telah dilakukan di SMA N 14 Bandar Lampung, menyebutkan 7 dari 10 anak (70%) mengalami kecanduan game online. Dengan durasi tidur 2 sampai 5 jam sehari. Sementara itu, waktu bermain game online 4 sampai 8 jam per hari. Fenomena kecanduan game online dan tingkat kualitas tidur yang buruk pada remaja merupakan masalah yang serius yang dapat mempengaruhi status kesehatan mental remaja. Tujuan: Diketahui hubungan antara kecanduan game online dengan tingkat kualitas tidur pada anak remaja di SMA N 14 Bandar Lampung Tahun 2026. Metode: jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah kela XI dan kelas X remaja SMA N 14 Bandar Lampung dengan jumlah populasi 645 siswa, sehingga sampel diambil dengan menggunakan rumus slovin sebanyak 247 responden, dibagi menjadi 2 bagian, kelas X 138 siswa dan kelas XI 109 siswa sebagai sampel. Teknik pengambilan data dengan teknik proportionate stratified random sampling. Hasil : Berdasarkan hasil penelitian, sebanyak 140 (97,2%) remaja yang mengalami kecanduan, dan sebagian besar memiliki kualitas tidur yang buruk sebanyak 81 (78,6%) remaja. Kesimpulan: Berdasarkan uji statistik chi-square, didapatkan p-value 0,000 (p < 0,005) yang artinya terdapat hubungan antara kecanduan game online dengan tingkat kualitas tidur pada remaja di SMA N 14 Bandar Lampung Tahun 2026.