Latar Belakang: Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2023, stroke merupakan penyebab kematian kedua di dunia setelah penyakit jantung, dengan sekitar 12 juta kasus baru setiap tahunnya dan lebih dari 6,5 juta kematian..Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2026, Secara keseluruhan, dari total 67 responden, sebagian besar memiliki perilaku keluarga kurang baik yaitu sebanyak 39 responden (58,2%), sedangkan yang memiliki perilaku baik sebanyak 28 orang (41,8%). Dan yang memiliki pengetahuan kurang baik sebanyak 44 responden (65,7%) sedangkan yang memiliki pengetahuan keluarga baik sebanyak 23 responden (34,3%).Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan keluarga merupakan faktor penting yang mempengaruhi perilaku dalam merawat pasien stroke. Tujuan: Mengetahui hubungan antara pengetahuan dan perilaku keluarga dalam memberikan perawatan kepada pasien stroke di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung tahun 2026. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Populasi berjumlah 202 orang dengan sampel 67 responden yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan dianalisis secara univariat serta bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil : Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value < 0,001 yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan perilaku keluarga dalam memberikan perawatan kepada pasien stroke dengan Nilai nilai p-value < 0,005 dan nilai Odds Ratio (OR) sebesar (0,50–0,29). Kesimpulan : Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan perilaku keluarga dalam merawat pasien stroke. Disarankan tenaga kesehatan meningkatkan edukasi kepada keluarga guna memperbaiki kualitas perawatan pasien stroke.