Kemoterapi merupakan modalitas utama yang efektif meningkatkan angka harapan hidup, namun manfaatnya optimal hanya jika pasien patuh terhadap jadwal siklus terapi. Kepatuhan pengobatan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya karakteristik sosiodemografi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan faktor sosiodemografi (usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, dan asuransi kesehatan) dengan kepatuhan menjalani kemoterapi pada pasien kanker payudara di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar. Metode penelitian ini adalah kuantitatif analitik-korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 89 pasien kanker payudara rawat jalan yang sedang atau telah menjalani kemoterapi intravena. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner data demografi dan rekam medis pasien. Analisis data menggunakan uji statistik Chi-Square dan Fisher’s Exact Test. Hasil: Mayoritas responden berusia 30–49 tahun (65%), berpendidikan dasar (SD/SMP) (47%), tidak bekerja (60%), dan seluruhnya menggunakan asuransi kesehatan BPJS (100%). Sebanyak 61% responden patuh menjalani kemoterapi. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan (p = 0,000) dan status pekerjaan (p < 0,25 dengan kepatuhan kemoterapi. Sebaliknya, usia (p = 0,617) dan asuransi kesehatan (nilai p konstan karena homogenitas data 100% BPJS) tidak berhubungan signifikan dengan kepatuhan kemoterapi. Kesimpulan: Karakteristik sosiodemografi berupa tingkat pendidikan dan status pekerjaan memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kepatuhan pasien kanker payudara dalam menjalani kemoterapi.