Mutmainnah Mutmainnah
Universitas Islam Ahmad Dahlan Sinjai

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MANAJEMEN RISIKO KREDIT PADA PERBANKAN SYARIAH Sulfira Sulfira; Saprian Mirda; Mutmainnah Mutmainnah; Chaerul Sani
Andromeda : Jurnal Manajemen dan Bisnis Syariah Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Andromeda
Publisher : Program Studi Manajemen Bisnis Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/andromeda.v2i2.4092

Abstract

Manajemen risiko kredit pada perbankan syariah merupakan aspek yang sangat penting untuk menjaga stabilitas dan keberlanjutan operasional lembaga keuangan syariah. Risiko kredit muncul ketika debitur gagal memenuhi kewajibannya, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan finansial bank. Supaya mengelola risiko ini, bank syariah menggunakan strategi seperti pengamatan, pengukuran, pengawasan, dan pengendalian risiko. Langkah-langkah itu meliputi sistem pengendalian internal, kebijakan manajemen risiko dan pengawasan oleh dewan komisaris adalah bagian dari tindakan ini. Bank syariah juga menghadapi risiko oprasional,hukum, pasar, strategis, reputasi, kepatuhan, investasi dan imbal hasil. Penerapan strategi manajemen risiko yang efisien memungkinkan bank syariah memitigasi potensi kerugian dan meningkatkan efisiensi operasional, sehingga dapat mempertahankan kepercayaan nasabah dan memastikan pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan.Jurnal ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan strategi dalam manajemen risiko kredit di perbankan syariah, serta memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan risiko tersebut. Dengan memahami karakteristik risiko kredit dan penerapan prinsip-prinsip syariah, bank syariah dapat mengurangi potensi kerugian dan meningkatkan kepercayaan nasabah.
PERAN KETENTUAN ADMINISTRATIF DALAM MENJAGA INTEGRITAS PERBANKAN SYARIAH DI ERA DIGITAL Nurma Abida; St. Hadijah Wahid; Rezki Aulia; Putriani Putriani; Mutmainnah Mutmainnah
Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syariah Vol 5 No 1 (2026): Jurnal Kajian Ekonomi dan Perbankan Syariah
Publisher : IAI DDI Polewali Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perbankan syariah di era digital menghadapi berbagai tantangan dalam menjaga integritas dan kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariah, seiring dengan perkembangan teknologi yang pesat. Ketentuan administratif yang ketat sangat diperlukan untuk memastikan bahwa inovasi digital dalam produk dan layanan perbankan tetap sesuai dengan prinsip syariah, seperti larangan riba, gharar, dan maisir. Tantangan utama meliputi integrasi teknologi dengan prinsip syariah, pengawasan transaksi digital, perlindungan data, dan keamanan siber. Penelitian ini bertujuan untuk menggali peran ketentuan administratif dalam menjaga integritas perbankan syariah di tengah perkembangan teknologi digital serta untuk mengidentifikasi tantangan yang dihadapi oleh perbankan syariah dalam menerapkan ketentuan administratif tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data sekunder melalui studi kepustakaan. Data diperoleh dari berbagai sumber yang relevan, seperti laporan tahunan, publikasi regulator, jurnal akademik, dan literatur yang berkaitan dengan perbankan syariah dan teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbankan syariah di Indonesia menghadapi tantangan besar dalam mengintegrasikan teknologi digital dengan prinsip-prinsip syariah, terutama terkait dengan pengawasan transaksi, perlindungan data, serta penyesuaian regulasi yang ada. Meskipun demikian, penerapan ketentuan administratif yang kuat dapat membantu menjaga integritas operasional dan kepatuhan terhadap syariah. Kesimpulannya, perbankan syariah di era digital memerlukan kebijakan yang lebih jelas dan konsisten, serta pengawasan yang efektif untuk memastikan setiap inovasi dan transaksi tetap sesuai dengan ketentuan syariah. Dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi, perbankan syariah dapat memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi dan memperluas layanan tanpa mengorbankan prinsip-prinsip syariah.