Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

SYSTEMATIC REVIEW PENGGUNAAN ISOLATION FOREST DAN SUPPORT VECTOR MACHINE UNTUK ANOMALY DETECTION M. Raihan Tri Wardhana; Aditya Septiandy; Ivana Sintani; Veronika Saprilliana Anugrah; Satria Dwi Cahya; Widiatry Widiatry
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 1 (2026): JATI Vol. 10 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i1.16602

Abstract

Deteksi anomali penting untuk menjaga keamanan dan konsistensi data pada berbagai sistem. Namun, penelitian terkait metode yang digunakan masih tersebar dan belum terpetakan secara sistematis. Permasalahan utama dalam kajian ini adalah ketiadaan pemetaan komprehensif mengenai penggunaan Isolation Forest (IF) dan Support Vector Machine (SVM) dalam penelitian anomaly detection, terutama terkait domain penelitian, metrik evaluasi yang digunakan, serta kualitas pelaporan eksperimen. Penelitian ini bertujuan menyusun systematic review terhadap studi-studi yang memanfaatkan IF dan SVM untuk deteksi anomali setelah tahun 2019, sehingga diperoleh gambaran menyeluruh mengenai tren penggunaannya. Metode yang digunakan adalah systematic literature review melalui pencarian artikel di Google Scholar, seleksi berbasis kriteria inklusi dan eksklusi, ekstraksi data terstruktur, serta sintesis deskriptif untuk menjawab tiga pertanyaan penelitian terkait domain dan dataset, metrik evaluasi, dan aspek reprodusibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IF banyak digunakan pada domain keamanan jaringan, log sistem, keuangan, dan evaluasi kinerja, sedangkan SVM lebih dominan pada domain keamanan dan sistem seperti intrusion detection, IoT, dan malware. SVM juga lebih konsisten dalam pelaporan metrik evaluasi. Namun, pelaporan hyperparameter, preprocessing, runtime, dan ketersediaan kode sumber pada kedua kelompok studi masih terbatas, sehingga reprodusibilitas penelitian belum optimal
ANALISIS KUALITAS DAN PENERAPAN SOFTWARE QUALITY ASSURANCE MENGGUNAKAN MODEL ISO/IEC 9126 PADA APLIKASI WEB EXPLORE PALANGKA RAYA Amelda Malia Hermawan; Azizah Shafa Budiman; Widiatry Widiatry
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 1 (2026): JATI Vol. 10 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i1.16613

Abstract

Perkembangan teknologi informasi menuntut layanan pariwisata untuk mampu menyediakan informasi yang cepat, akurat, dan mudah diakses secara digital. Website Explore Palangka Raya dikembangkan sebagai media informasi wisata Kota Palangka Raya, namun kualitas perangkat lunaknya perlu dievaluasi secara sistematis agar dapat memenuhi kebutuhan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas website Explore Palangka Raya serta menerapkan prinsip Software Quality Assurance (SQA) menggunakan standar ISO/IEC 9126. Metode penelitian meliputi Black Box Testing untuk menguji fungsi sistem dan survei pengguna menggunakan kuesioner skala Likert yang disebarkan kepada 36 responden. Data dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh total skor pada setiap atribut kualitas perangkat lunak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh atribut, yaitu Functionality, Reliability, Usability, Efficiency, Maintainability, dan Portability memperoleh kategori sangat baik, dengan perolehan skor masing-masing 549, 452, 612, 468, 289, dan 319. Temuan ini menunjukkan bahwa website Explore Palangka Raya telah memenuhi standar kualitas perangkat lunak dan mampu memberikan pengalaman penggunaan yang optimal. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk pengembangan lanjutan agar website semakin informatif, stabil, dan sesuai kebutuhan pengguna
ANALISIS KUALITAS DAN PENERAPAN SOFTWARE QUALITY ASSURANCE PADA APLIKASI GOOGLE CLASSROOM MENGGUNAKAN MODEL ISO/IEC 9126 Angel Gavrila; Candra Wijaya; Widiatry Widiatry
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 1 (2026): JATI Vol. 10 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i1.16639

Abstract

Google Classroom merupakan aplikasi pembelajaran daring yang banyak digunakan pada berbagai jenjang pendidikan, namun tingginya penggunaan tidak selalu mencerminkan kualitas perangkat lunak yang optimal. Permasalahan muncul ketika pengguna masih mengalami variasi terkait keandalan, kemudahan penggunaan, serta performa sistem sehingga diperlukan evaluasi kualitas berdasarkan standar yang terukur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas aplikasi Google Classroom menggunakan model ISO/IEC 9126 yang terdiri dari enam atribut, yaitu Functionality, Reliability, Usability, Efficiency, Maintainability, dan Portability. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif melalui penyebaran kuesioner berskala Likert kepada 60 responden pengguna aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Google Classroom memperoleh skor total 2789 yang berada pada kategori “Setuju”, dengan nilai sangat tinggi pada aspek Functionality serta nilai baik pada Usability, Efficiency, Reliability, Maintainability, dan Portability. Temuan ini mengindikasikan bahwa Google Classroom memiliki kualitas perangkat lunak yang baik dan mampu mendukung proses pembelajaran daring secara efektif, meskipun peningkatan tetap diperlukan pada aspek efisiensi dan pemeliharaan sistem agar kualitas aplikasi semakin optimal
ANALISIS KESIAPAN INFRASTRUKTUR TI SEKOLAH DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN HYBRID DI PALANGKA RAYA Jessie Alethea Nyahun; Richard Novareldanio; Mikhael Kelvio Bahihi; Jenny Aila Sinta; Cristin Devina; Widiatry Widiatry
JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik Informatika) Vol. 10 No. 1 (2026): JATI Vol. 10 No. 1
Publisher : Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/jati.v10i1.16823

Abstract

Pandemi Covid-19 mendorong perubahan sistem pembelajaran dari tatap muka ke pembelajaran daring, sehingga pembelajaran hybrid menjadi solusi yang relevan pascapandemi. Keberhasilan model ini sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur Teknologi Informasi (TI) di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesiapan infrastruktur TI dalam mendukung pembelajaran hybrid di Kota Palangka Raya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 34 responden yang terdiri dari guru, pegawai sekolah, dan kepala sekolah. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Aspek yang dikaji meliputi ketersediaan perangkat keras, kualitas jaringan internet, perangkat lunak pembelajaran, dan kompetensi digital pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan infrastruktur TI sekolah berada pada kategori cukup baik. Perangkat keras dan perangkat lunak pembelajaran dinilai memadai, namun kualitas jaringan internet belum merata di seluruh sekolah. Kompetensi digital pengguna tergolong cukup baik, tetapi masih memerlukan peningkatan. Oleh karena itu, diperlukan penguatan infrastruktur dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia agar pembelajaran hybrid dapat diterapkan secara optimal dan berkelanjutan
Comparison of Framework and Native Programming Effectiveness in Website Development Among Informatics Engineering Students Haniel Pratama; Andreas Akar; Alfa Rivales Matal; Abram Pangidoan Tambak; Cahya Evendy; Widiatry Widiatry
International Journal of Computer and Information System (IJCIS) Vol 6, No 4 (2025): IJCIS : Vol 6 - Issue 4 - 2025
Publisher : Institut Teknologi Bisnis AAS Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study investigates student perceptions regarding the comparative effectiveness of frameworks versus native programming approaches in website development education. The research aims to examine how informatics engineering students perceive the educational value, practical utility, and career relevance of both approaches. Using a quantitative research design, survey data was collected from 18 informatics engineering students at a university in Indonesia. The instrument measured perceptions across ten Likert-scale items (five for native coding and five for frameworks) and included open-ended questions about preferences and educational recommendations. Data analysis was performed using SPSS version 26, including validity testing, reliability analysis, descriptive statistics, and Pearson correlation analysis. Results revealed excellent internal consistency for the native coding perception scale (Cronbach's α = 0.837) and acceptable consistency for the framework scale (α = 0.676). Students strongly valued native coding for building programming foundations (M = 4.06) while appreciating frameworks for documentation quality (M = 4.44) and development efficiency (M = 4.22). Although 77.8% preferred frameworks for practical development, 72.2% recommended beginning with native coding to establish conceptual foundations before progressing to frameworks. A significant negative correlation was found between documentation quality and creativity limitations (r = -0.611). These findings support implementing a sequential learning approach that explicitly connects framework features to their native implementations, balancing theoretical understanding with industry relevance. While the small sample size limits generalizability beyond this context, the findings provide valuable insights for curriculum development in similar Indonesian higher education settings and suggest directions for future research with broader samples.