Leni Sriharmiati
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

RELASI KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI DENGAN MOTIVASI KERJA DI DKI JAKARTA Leni Sriharmiati
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 1 No. 1 (2017): jman
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v1i1.62

Abstract

Pemimpin sebagai unsur penting dalam manajemen kelompok atau organisasi mencapai tujuan atau visi. Salah satu peran pemimpin adalah memanajemen anggotanya dengan baik untuk mencapai tujuan bersama. Begitu juga dengan pemimpin pemerintahan daerah DKI Jakarta memimpin pegawai pemerintah daerah terutama motivasi yang dibangun pemimpin dengan komunikasi dan gaya kepemimpin. Dalam kajian ilmiah ini akan dibahas mengenai relasi gaya kepemimpinan dan komunikasi pemimpin terhadap motivasi kerja. Dengan menggunkan metode kualitatif  berfokus studi literasi dari berbagai surat kabar online, web pemerintah daerah DKI Jakarta dan buku-buku terkait.  Dapat ditarik simpulan bahwa terdapat relasi positif antar gaya kepemimpinan dan komunikasi dengan motivasi kerja anggota untuk mencapai tujuan khususnya memberikan pelayanan prima pada masyarakat.
PEMANFAATAN DANA DESA BERBASIS PARTISIPASI DI DESA BANYUROJO KECAMATAN MERTOYUDAN KABUPATEN MAGELANG TAHUN 2017 Leni Sriharmiati; Joko Tri Nugroho
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 2 No. 1 (2018): jurnal mahasiswa administrasi negara
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v2i1.221

Abstract

Dana desa yang dikelola oleh pihak-pihak desa yakni pemerintah desa didukung partisipasi masyarakat. Partisipasi masyarakat dilakukan melalui musyawarah desa guna merumuskan, mengelola dan mengawasi pengeloaan dana desa dengan baik. Partisipasi  dalam bentuk lain adalah ikut terlibat dalam kegiatan pengelolaan desa seperti pembangunan infrastruktur desa, pemberdayaan masyarakat atau kegiatan lain sesuai kebijakan desa. Musyawarah desa sebagai langkah awal bentuk partisipasi masyarakat menentukan kebijakan desa guna mengelola dana desa. Penelitian ini dilakukan untuk memahami dan menganalisis partsipasi masyarakat desa Banyurojo Kecamatan Mertoyudan Kabupaten Magelang dalam mengelola dana desa serta dampak pengelolaan dana desa terhadap pembangunan desa maupun kesejahteraan masyarakat. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan Pemberdayan masyarakat dalam bentuk partisipasi perwakilan belum menyeluruh semua wrag terlibat karena keterbatasan forum muyawarah desa serta keterbatasan masyarakat akan tenga, dan waktu. Partipasi masyrakat dibina dan dilibatkan dalam program pembangunan, pembinaan masyarakat dan pemberdayan masyarakat. dalam bidang pembangunan dengan ikutsertaan perencaan (perwakilan, pelaksanaan ikut terlibat membangun jalan atau fasilitas publik secara gotong royong. Bidang pemberdayaan dengan keterlibtan program serta sumbangan pikiran, keahlian, tenaga uang bahkan barang seperti pemberdayaan sistem hidropohik oleh kelompok wanita, dan pemberdyaan pemuda karang taruna. Partisipasi pembinaan masyarakat dalam bentuk keterlibatan waktu ikut hadir dalam acara pembinaan. Katakunci: Banyurojo, Dana Desa dan Partisipasi
Transmigrasi Sebagai Mitigasi Bencana Alam (Study Kebijakan Trasmigrasi Penduduk Lereng Gunung Merapi) Leni Sriharmiati; Mawar Sari; Miftackur Rohmah; Dita Islawati; Afim Fiqrudin; Tara Hijriyandani; Fatkhatul Masruroh; Aris Fianti; Fadlurrahman -
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 2 No. 1 (2018): jurnal mahasiswa administrasi negara
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v2i1.230

Abstract

[1]    Alihar, Fadjri. 2014. “Transmigrasi Korban Merapi” LIPI diakses dari http://kependudukan.lipi.go.id,  pada tanggal 19 November 2017 pukul 13.59 WIB. [2]    ARS. 2017. “Penduduk Lereng Gunung Merapi Juga Dapat Prioritas untuk Transmigrasi” diakses dari http://soeharto.com, tanggal  22 Oktober 2017 pukul 11.13 WIB. [3]    fjr/nwk. 2010. “BNBP: Jumlah Korban Tewas Merapi 275 Orang” detinews.com diakses dari https://news.detik.com, pada tanggal 23 Oktober 2017 pukul 9.28 WIB. [4]    Gumilang, Guslan. 2010. “Korban Bencana Ditawari Transmigrasi” JPPN.com diakses dari http://m.jpnn.com/news/korban-bencana-ditawari-trasmigrasi.com pada 23 Oktober 2017 pukul 14.35 WIB [5]    Isnainiati, Nur dkk. 2014. “Kajian Mitigasi Bencana Erupsi Gunung Merapi di Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman” diakses dari http://ejournal3.undip.ac.id/jppmr pada 23 Oktober 2017 8.22 WIB [6]    Kamil pasca sarjana itb. 2015. “Mitigasi Bencana Gunung Meletus” diakses dari http://kamilpasca.itb.ac.id, pada tanggal 23 oktober 2017 pukul 8.27 WIB [7]    Kementerian pendidikan dan kebudayaan. 2016. “transmigrasi mendukung Terwujudnya desa mandiri dan percepatan pertumbuhan wilayah” diakses dari https://www.kemdikbud.go.id,  pada tanggal 23 Oktober 2017 pukul 10.30 WIB. [8]    Krisanto, Yakup Adi. 2011. “Relokasi Korban Bencana: Legalistik vs Kultural-Histioris (Kajian Penolakan Wraga Lereng Merapi terhadap Kebijakn Relokasi” Kompasiana9 diakses dari http://kompasiana.com, pada 19 November 2017 pukul 14.52 WIB. [9]    Mantra, Ida Bagoes. 2007. Demografi Umum.Yogyakarta:Pustaka Pelajar. Hlm.58 [10]  Muhammad, Djibril.  2011. “Kerugian Akibat Letusan Merapi Capai Rp 4,23 T”. republica.co.id diakses dari http://www.republika.co.id, pada tanggal 23 Oktober 2017 9.33 WIB. [11]  Moeis, Ery Sandra Amelia.2015. ” Program transmigrasi masa kolonial Belanda dari Kedu ke Gedong Tataan (1905-1941)” diakses dari  http://lib.ui.ac.id,  pada 23 Oktober 2017 pukul 10.39 WIB. [12]  Naldi, Eri. 2011. “ Korban Erupsi Merapi Transmigras ke Sumbar” Viva diakses dari http://m.viva.co.id, pada 19 November 2017 pukul 14.22 WIB. [13]  Nugraha, Adhitya Putra. 2010. “Implementasi Kebijakan Transmigrasi Umum Di Kota Semarang” Vol.1 No.2 diakses dari http://ejournal3.undip.ac.id/jppmr/1297 pada 17 Oktober 2017 pukul 15.01 WIB. [14]  Nova, Yosi. 2016. “Dampak Transmigrasi terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat: Study Sejarah MayarkatTimpeh Dhamasyara” Jurnal Ilmu  Sosial Mamangan Vol.5  No.1 diakses dari http://ejournal.stkip.pgri.sumbar.ac.id, pada 18 Oktober 13.15 WIB. [15]  Pratama, Arliandy dkk. 2014. “Pemodelan Kawasan Rawan Bencana Erupsi Gunung Api Berbasis Data Penginderaan Jauh  (Studi Kasus Di Gunung Api Merapi)” diakses dari http://ejournal3.undip.ac.id, pada 22 Oktober 2017 pukul 8.22 WIB. [16]  Perwakilan BKKBN Sulawesi Barat. 2017. “Sekilas tentang Transmigrasi dan Kebijakan Pemerintah sebagai Angin Segar Mencapai Kesejahteraan” diskses dari http://dalduksulbar.com, pada tanggal 23 Oktober 2017 pukul 11.34 WIB. [17]  Pona, La. 2009. “Transmigrasi era Otonomi Khusus di Provinsi Papua “ jurnal Humaniora volume 21 diakses dari https://jurnal.ugm.ac.id, pada 17 Oktober 2017 pukul 15.02 WIB. [18]  Purwoko, Krisman. 2010. “ Korban Merapi Diberangkatkan Transmigrasi ke Kalimantan” diakses dari http://m.republika.co.id, pada tanggal 19 November 2017 Pukul 13.45 WIB. [19]  Saputra, Candra Dedy. 2016. “Migrasi (Bedol Desa) Masyarakat Wonogiri : Dampak Pembangunan Waduk Gajah Mungkur  Tahun 1976-1990” diakses dari http://eprints.uny.ac.id, pada 18 Oktober2017 13.18 WIB. [20]  Setiono, Amin Nur. 2014. “Mitigasi Bencana Erupsi Gunungapi Merapi Di Desa Dompol Kecamatan Kemalang Kabupaten Klaten” Naskah Publikasiuniversitas Muhammadiyah Surakarta diakses dari http://eprints.ums.ac.id, pada tanggal 23 Oktober 2017 pukul 8.22 wib [21]  Sontosudarmo, Alip . 1996. “kajian tentang persepsi dan aspirasi penduduk korban bencana alam merapi terhadap program transmigrasi” diakses  http://www.distrodoc.com, dari pada 19 Oktober 2017 pukul 1027 WIB. [23]  Syatri, Mahdor. 2005. “Mobilitas Pekerjaan Transmigran Dari Pertanian Ke Non- Pertanian: Studi Kasus Di Daerah Transmigrasi Kabupaten Musi Banyu Asin Dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Propinsi Sumatera Selatan” diakses dari http://etd.respository.ugm.ac.id, pada17 Oktober 2017 pukul 15.00 WIB. [24]  Wicaksono, Pribadi. 2011. “ Warga Merapi Diprioritaskan Ikut Transmigrasi” Tempo.co diakses dari http://nasional.tempo.co, pada 19 oktober 2017 pukul 14.15 WIB. [25]  Yuminarti, Umi . 2017. “Kebijakan Transmigrasi Dalam Kerangka Otonomi Khusus  Di Papua: Masalah Dan Harapan”  Jurnal Kependudukan Indonesia | Vol. 12 No. 1  diakses  dari dari http://ejurnal.kependudukan.lipi.go.id pada 13 Oktober 2017 pukul 13.13 WIB.
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI KECAMATAN MAGELANG UTARA Leni Sriharmiati; Fatimah imah; Ika Meirinda; Dita Islawati; Linda Dwi Karlina; Tara Hijriandani; Rita Cahyana; Joko Tri Nugraho
JMAN (Jurnal Mahasiswa Administrasi Negara) Vol. 2 No. 2 (2018): Jurnal Adminitrasi Negara Univeritas Tidar
Publisher : Universitas Tidar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31002/jman.v2i2.331

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan lingkungan kerja dan kinerja pegawai, serta menghitung, mengaji,dan menganalisis besaran  hubungan pengaruh lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai di Kecamatan Magelang Utara. Metode yang digunakan adalah kuantitaif deskriptif yang meneliti hubungan antara lingkungan kerja terhadap kinerja pegawai di Kecamatan Magelang Utara.Selanjutnya menganalisis hubungan antar variabel yang telah dirumuskan dalam kerangka hipotesis, menganalisis data dari jawaban responden lewat angket. Dengan pendekatan  explanatory research  adalah hubungan kausal  antara variabel-variabel melalui pengajuan hipotesis dengan menggunkan data-data yang sama yang bertujuan untuk pengaruh lingkungan kerja tehadap kinerja pegawai Kecamatan Magelang Utara dengan menggunkan metode penelitian survei dimana informasi dan data dikumpulkan dari responden dengan menggunkan kuisoner, wawancara, observasi dan dokumentasi.Hasil perhitungan menunjukkan bahwa hipotesis yaitu lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai diKantor OPD Kecamatan Magelang Utara.Berdasarkan perhitungan tabel di atas,hasil ini ditunjukkan dengan perolehan nilai Fhitung sebesar 15,786dan ttabelsebesar 4,02(thitung>ttabel) serta nilai signifikansi perhitungan yang bernilai < 0,05.   Keywords: kinerja pegawai, lingkungan kerja