This Author published in this journals
All Journal Jendela Olahraga
Yuzbaa Wulandari
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Manajemen Stress dan Spiritual Well-Being Atlet Pencak Silat Pada Musim Kompetisi Yuzbaa Wulandari; Yati Ruhayati; Septian Williyanto
Jendela Olahraga Vol. 11 No. 03 (2026): Juli 2026
Publisher : UPT Penerbitan Universitas PGRI Semarang Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jo.v11i3.330

Abstract

Pencak silat merupakan olahraga tradisional yang juga berorientasi pada prestasi. Atlet pencak silat menghadapi tekanan fisik dan mental yang tinggi selama musim kompetisi, sehingga kemampuan mengelola stres serta memiliki spiritual well-being yang baik sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara manajemen stres dan spiritual well-being pada atlet pencak silat selama musim kompetisi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Subjek penelitian berjumlah 94 atlet pencak silat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Perceived Stress Scale (PSS) dan Spiritual Well-Being Scale (SWBS). Analisis data meliputi statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat spiritual well-being atlet berada pada kategori tinggi, sedangkan tingkat stres berada pada kategori sedang. Uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan namun lemah antara manajemen stres dan spiritual well-being (r = 0,215; p = 0,038). Temuan ini mengindikasikan bahwa stres kompetitif dalam kadar tertentu dapat berperan sebagai eustress yang mendukung penguatan aspek spiritual atlet. Penelitian ini menegaskan pentingnya pembinaan mental dan spiritual dalam program latihan atlet guna meningkatkan ketahanan psikologis selama kompetisi. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan variabel lain seperti dukungan sosial, strategi koping, dan pengalaman bertanding agar diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif.