Yolan Hardika Pratama
Universitas PTIQ Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Atas Kitab Tafsir Bugis Al-Mu’in karya AG. Abd Muin Yusuf dalam Lensa Akidah Syariah Tasawuf Yolan Hardika Pratama; Rusdi; Zulfi Fadhlurrahman; Muhammad Imran; Muchamad Subulul Hikam
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 01 (2025): Desember 2025
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/at-tahfidz.v7i01.1333

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif Tafsir Al-Muin, sebuah karya monumental yang diprakarsai oleh Abd. Muin Yusuf. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, bertumpu pada studi literatur terhadap berbagai sumber primer dan sekunder yang relevan. Temuan utama menunjukkan bahwa Tafsir Al-Muin, yang aslinya berjudul Tafsere Akorang Ma???basa Ugi, merupakan produk vernakularisasi Al-Qur'an yang signifikan di tatar Bugis, Sulawesi Selatan. Profil Abd. Muin Yusuf sebagai ulama, pendidik, politisi, dan pemimpin masyarakat turut membentuk karakter tafsir ini. Alasan utama penulisannya adalah kebutuhan masyarakat Bugis akan pemahaman Al-Qur'an dalam bahasa ibu mereka, serta tanggung jawab keulamaan. Tafsir ini menggunakan metode tahlili (analitis) dengan merujuk pada beragam sumber klasik dan kontemporer, serta menunjukkan corak yang tidak dominan pada satu aspek (fikih, kalam, atau tasawuf) melainkan berupaya menyajikan panduan yang holistik. Pemikiran. Abd. Muin Yusuf yang tercermin di dalamnya bercirikan moderasi, penghargaan terhadap perbedaan pendapat (khilafiyah), dan upaya kontekstualisasi ajaran Islam. Aspek lokalitas sangat kental melalui penggunaan bahasa Bugis dan aksara Lontara', serta relevansinya dengan budaya setempat. Meskipun memiliki kelebihan dalam aksesibilitas bagi penutur Bugis dan kelengkapannya, keterbatasan jangkauan bagi non-penutur Bugis menjadi salah satu kekurangannya. Tafsir ini diterima luas oleh masyarakat Bugis, khususnya sebagai rujukan para dai. Kajian ini menegaskan signifikansi Tafsir Al-Muin dalam khazanah intelektual Islam Nusantara dan relevansinya bagi studi Islam kontemporer.
Ḥūr and Qur’anic Beauty beyond Patriarchal Dualism in a Khalīfah–Mīzān Reading Habil Abyad; Intihaul Fudola; Arif Al Anang; Yolan Hardika Pratama
Jurnal Studi Ilmu-ilmu Al-Qur'an dan Hadis Vol. 27 No. 1 (2026): Januari
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/qh.v27i1.7381

Abstract

Despite extensive debates on ḥūr in Qur’anic exegesis, the imagery of paradise is still frequently read through patriarchal assumptions that reduce female figures to sensual reward and obscure the Qur’an’s ethical and ecological horizon. This article aims to critique patriarchal readings of ḥūr as feminized paradisiacal reward and to propose a khalīfah–mīzān-guided eco-tafsīr that reorients Qur’anic “beauty” toward gender and ecological justice. The study uses qualitative, text-based research through comparative hermeneutical tafsīr analysis of Qur’anic passages on ḥūr and related ethical principles (khalīfah and mīzān), employing lexical–semantic analysis, close reading, and cross-tafsīr comparison. The findings show that patriarchal interpretations are sustained by an androcentric dualism that separates humans from nature and legitimizes domination, whereas a khalīfah–mīzān framework enables a relational reading that affirms women’s subjectivity and shifts beauty away from commodification toward ecological intimacy. Overall, this approach offers a text-grounded pathway for reading paradise imagery as an ethical horizon that integrates gender justice with ecological responsibility.