Artikel ini mengkaji nilai-nilai etos kerja dalam perspektif Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik (tafsir maudhu‘i). Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan etos kerja di tengah dinamika kehidupan modern yang ditandai oleh meningkatnya tuntutan profesionalisme, produktivitas, dan kompetisi kerja. Al-Qur’an tidak hanya memberikan dorongan untuk bekerja dan berusaha, tetapi juga menawarkan landasan moral dan spiritual yang membentuk karakter kerja seorang muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengonstruksi nilai-nilai serta prinsip-prinsip etos kerja yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an, sekaligus menjelaskan kontribusinya terhadap pembentukan produktivitas dan profesionalisme Islami. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data diperoleh melalui pengumpulan ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kerja, usaha, amanah, tanggung jawab, kualitas amal, disiplin waktu, dan pengembangan diri. Analisis dilakukan secara tematik dengan mengidentifikasi tema-tema utama, menelaah konteks ayat, serta menghubungkannya dengan konsep etos kerja dalam Islam berdasarkan penafsiran para mufasir klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memandang kerja sebagai bagian integral dari ibadah, pengabdian kepada Allah Swt., dan manifestasi tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Ditemukan sejumlah nilai utama etos kerja Qur’ani, yaitu ikhlas, amanah dan kejujuran, tanggung jawab, disiplin dan penghargaan terhadap waktu, kerja keras (mujāhadah), profesionalisme dan kualitas kerja (itqān dan ihsān), orientasi masa depan, serta keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Nilai-nilai tersebut membentuk kerangka etos kerja Islami yang mengintegrasikan dimensi spiritual, moral, dan sosial dalam aktivitas profesional. Dengan demikian, etos kerja Qur’ani berfungsi sebagai landasan normatif dalam membangun sumber daya manusia yang produktif, berintegritas, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan individu maupun masyarakat.