Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pemikiran Anre Gurutta Muhammad Abduh Pabadja Tentang Lailatul Qadr Dalam Rekaman Suara Di Radio Mesra Pare-Pare Mariani Idris; Achmad Abubakar; Muhammad Irham; Panggih Widodo; Yusuf Rahim
TAFAHUS: JURNAL PENGKAJIAN ISLAM Vol. 2 No. 2 (2022): TAFAHUS: Jurnal Pengkajian Islam
Publisher : Kopertais Wilayah XV Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.198 KB) | DOI: 10.58573/tafahus.v2i2.35

Abstract

Lailatul Qadr is still an unsolved mystery, considering that there are many different opinions related to the decline of Lailatul Qadar. There are some who say that Lailatul Qadar descended at the beginning of Ramadan; there are also those who say Lailatul Qadar is in the last ten days of Ramadan; and some even argue that Lailatul Qadar was revealed on odd days in the last ten days of Ramadan. This study aims to understand the interpretations of the Koran originating from Sulawesi, one of which is discussed in this research, namely Anre Gurutta Muhammad Abduh Pabadja in his book entitled al-Quran al-Karim al-lughah al-Bugisiyyah through audio recordings that can be obtained from Radi Mesra Pare-pare . The method used in this research is library research using a qualitative descriptive analytical approach. The results in the explanation of this study indicate that Lailatur Qadr is a night of glory, which is filled with many blessings in it and can erase all sins that have been committed in the past. So it can be concluded that the night of Lailatul Qadr is a night full of blessings. Blessings can be felt when one has strong faith and only hopes for Allah's blessing.
Islamic Social Finance And Poverty Alleviation Efforts (Contextual Al-Qur'an Tafsir Study) Trisno Wardy Putra; Achmad Abubakar; Muhammad Irham
Al-Kharaj: Journal of Islamic Economic and Business Vol. 6 No. 2 (2024): All articles in this issue include authors from 3 countries of origin (Indonesi
Publisher : LP2M IAIN Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/kharaj.v6i2.5082

Abstract

Poverty is a crucial problem in human life. The Qur'an also explains some of the causes of poverty. This research aims to examine the role of Islamic social finance as an effort to alleviate poverty from the perspective of Qur'anic interpretation. This research uses a qualitative approach with a literature study approach, which examines sources related to the theme raised. This method also uses the science of interpretation by examining the verses of the Qur'an contextually. The results showed that in the Qur'an, poverty can occur due to several causes, whether it comes from oneself, the environment, and the state. In the implementation of the role of Islamic social finance as an effort to alleviate poverty, it has made a major contribution even though it has not been significant. This is due to management that has not been maximized. However, it has been proven in history that Islamic social finance is able to alleviate poverty.
Mewujudkan Etos Kerja Islami: Implementasi Nilai-Nilai Al-Qur’an dalam Budaya Organisasi Modern Abdul Chadjib Halik; Achmad Abubakar; Muhammad Irham
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 5: Agustus 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i5.5061

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi implementasi nilai-nilai Al-Qur'an dalam budaya organisasi modern untuk mempromosikan etos kerja Islami. Tujuan penelitian adalah untuk memahami bagaimana nilai-nilai seperti kejujuran, keadilan, tanggung jawab sosial, dan penghargaan terhadap karyawan diterapkan dan tercermin dalam kebijakan serta praktik kerja organisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan melakukan wawancara mendalam terhadap 20 responden dari berbagai sektor industri. Temuan utama menunjukkan bahwa organisasi yang mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an cenderung memiliki lingkungan kerja yang lebih berintegritas, adil, dan berorientasi pada kebaikan sosial. Hasil penelitian ini menyoroti pentingnya adaptasi nilai-nilai agama dalam konteks modern untuk memperkuat budaya organisasi yang harmonis dan produktif. Rekomendasi praktis disarankan untuk meningkatkan pemahaman dan implementasi nilai-nilai Al-Qur'an melalui pelatihan karyawan dan pengembangan kebijakan yang mendukung nilai-nilai tersebut. Studi ini memberikan kontribusi pada literatur mengenai manajemen organisasi yang berbasis nilai-nilai moral dan spiritual, serta memberikan landasan bagi penelitian lebih lanjut dalam bidang ini.
STUDI KOMPARATIF PENAFSIRAN IBNU KATSIR DAN PENAFSIRAN WAHBAH ZUHAILI TERHADAP DUNIA FIQIH Feri munandar; Achmad Abubakar; Muhammad Irham
Ash-Shahabah : Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 11 No. 1 (2025): Ash-Shahabah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Islam Makassar (UIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ash.v11i1.1477

Abstract

Sejak diperkenalkan pada awal Sejarah islam, fiqih mengalami perkembangan yang cukup signifikan, terutama dalam menghadapi sebuah tantangan zaman modern yang semakin kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Peran dan sumbangsih Ibnu Katsir dan Wahbah Zuhaili dalam perkembangan dan pembaruan yang terjadi dalam dunia fiqih, serta faktor-faktor yang mendasarinya. Penelitian ini membahas tentang peran yang berbeda antara Ibnu Katsir dan Wahbah Zuhaili dalam perkembangan dunia Fiqih. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kajian literatur terhadap berbagai sumber primer dan sekunder, seperti kitab tafsir klasik ushul fiqih, literatur kontemporer, dan artikel ilmih. Pendekatan fikih dan historis digunakan untuk mengetahui bagaimana ushul fiqih mengalami perubahan dari masa klasik hingga masa kontemporer. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ushul fiqih mengalami penyesuaian dan evolusi untuk menjawab isu-isu kontemporer seperti ekonomi syariah, perbankan, asuransi dan lainnya. Salah satu faktor utama yang mempengaruhi perkembangan ushul fiqih dalam dunia kontemporer adalah globalisasi, yang telah membawa tantangan baru dalam berinteraksi dengan berbagai budaya dan sistem hukum. Selain itu, perubahan sosial dan polotik memainkan peran penting dalam membentuk pandangan ushul fiqih terhadap isu-isu yang lebih modern. Penelitian ini memberikan pemahaman mendalam tentang perkembangan ushul fiqih dan relevansinya dalam menghadapi zaman modern dengan melihat kedua mufasir fikih antara Ibnu Katsir dan Wahbah Zuhaili yang memiliki perbedaan latar belakang zaman. Di harapkapkan penelitian ini dapat membuahi kontribusi positif bagi perkembangan dalam dunia fikih.
INTEGRASI DAN RASIONALISASI ANTARA WAHYU DENGAN FAKTA ILMIAH (SUATU KAJIAN TERHADAP I’JAZ AL-QUR’AN) Harmaen Harmaen; Andi Miswar; Muhammad Irham
Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman Vol 11, No 2 (2026): Vol 11, No 1 (2026): Al-Muaddib : Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial & Keislaman
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/muaddib.v11i2.1-12

Abstract

Hubungan antara ayat suci Al-Qur'an dan fakta sains sudah lama menjadi bahan diskusi yang menarik, khususnya terkait mukjizat ilmiah (i'j?z 'ilm?). Penelitian ini dibuat untuk melihat bagaimana wahyu dan temuan sains modern bisa saling melengkapi. Lewat metode studi pustaka, riset ini mengulas ayat-ayat yang berbicara tentang alam semesta (ayat kauniyyah), seperti dalam bidang kosmologi, perkembangan janin, ilmu kelautan, pengolahan logam, hingga kesehatan. Bukan untuk mencocok-cocokkan ayat dengan teori sains, riset ini justru ingin membangun dialog yang sehat antara keduanya. Hasilnya menunjukkan bahwa penjelasan di dalam Al-Qur'an sejalan dengan fakta ilmiah yang sudah terbukti, tanpa menghilangkan posisinya sebagai petunjuk hidup dari Allah. Meskipun wahyu bekerja lewat keyakinan iman dan sains bekerja lewat pembuktian empiris, keduanya punya tujuan yang sama, yaitu mencari kebenaran. Pada akhirnya, studi ini menawarkan cara pandang baru untuk menjembatani jarak antara teks suci dan ilmu pengetahuan, yang diharapkan bisa bermanfaat bagi dunia pendidikan, etika, dan perkembangan ilmu keislaman modern.
Konsistensi Al-Qur’an Sebagai Mukjizat Mirwan Sudarmawan Rifai; Muhammad Irham; Andi Miswar
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 4, No 5 (2026): June 2026
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21235071

Abstract

This study aims to examine the internal consistency of the Qur’an as an essential aspect of its miraculous nature (i‘j?z al-Qur’?n). As a revealed text delivered gradually over more than two decades, the Qur’an presents a unique phenomenon characterized by coherence and the absence of internal contradictions. This research employs a qualitative approach using library research methods, along with thematic (maudh?‘?) analysis of relevant Qur’anic verses. The findings indicate that the consistency of the Qur’an can be observed in several key dimensions, including linguistic, thematic, normative, and narrative aspects. Furthermore, this study finds that claims of inconsistency raised in certain orientalist studies often stem from partial readings and methodological limitations that overlook the distinctive nature of the Qur’an as a revealed text. Therefore, the internal consistency of the Qur’an not only reinforces the theological argument of its divine origin but also represents an epistemological phenomenon reflecting the coherence and unity of its meaning system.
Latar Belakang Historis Metode,Pendekatan Dan Corak Tafsir Muh.Haslam Hafid; Halimah Basri; Muhammad Irham
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 7 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/73t97718

Abstract

The study of Qur’anic exegesis (tafsir) has developed dynamically in response to historical changes, the evolving needs of Muslim societies, and the increasing complexity of contemporary issues. This study aims to examine the historical background of the emergence of methods, approaches, and trends in Qur’anic exegesis and to trace their development from the classical to the contemporary period. This research employs a qualitative library research method using descriptive analysis of relevant literature on Qur’anic exegesis. The findings indicate that, during the early period of Islam, Qur’anic interpretation was predominantly based on transmitted reports (riwayah) derived from the Prophet Muhammad (peace be upon him), his Companions, and the Tabi’un. As Islamic civilization expanded and scholarly traditions developed, various interpretive methods emerged, including tahlili (analytical), ijmali (global), muqaran (comparative), and maudhu’i (thematic), along with diverse interpretive trends such as jurisprudential (fiqhi), theological (kalami), philosophical (falsafi), mystical (sufi), and socio-literary (adabi ijtima’i) exegesis. In the modern and contemporary periods, Qur’anic exegesis has further developed through interdisciplinary approaches that integrate Islamic studies, social sciences, humanities, and natural sciences. Therefore, the development of methods, approaches, and trends in Qur’anic exegesis reflects historical dynamics as well as the continuing efforts of Muslims to understand the Qur’an contextually.   Keywords: Qur’anic exegesis, tafsir methods, tafsir approaches, tafsir trends, historical development.   Abstrak Kajian tafsir Al-Qur’an mengalami perkembangan yang dinamis seiring dengan perubahan zaman, kebutuhan umat, serta kompleksitas persoalan yang dihadapi manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji latar belakang historis munculnya metode, pendekatan, dan corak tafsir serta menelusuri perkembangannya dari masa klasik hingga kontemporer. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif yang dianalisis secara deskriptif melalui berbagai literatur yang berkaitan dengan kajian tafsir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada masa awal Islam penafsiran Al-Qur’an didominasi oleh pendekatan riwayah yang bersumber dari Nabi Muhammad saw., para sahabat, dan tabi’in. Seiring meluasnya wilayah Islam serta berkembangnya tradisi keilmuan, lahir berbagai metode tafsir seperti tahlili, ijmali, muqaran, dan maudhu’i, disertai berkembangnya beragam corak tafsir, seperti fiqhi, kalami, falsafi, sufi, dan adabi ijtima’i. Pada era modern dan kontemporer, kajian tafsir semakin berkembang melalui pendekatan interdisipliner yang memadukan ilmu-ilmu keislaman, sosial, humaniora, dan sains. Dengan demikian, perkembangan metode, pendekatan, dan corak tafsir merupakan hasil dari dinamika sejarah serta respons terhadap kebutuhan umat dalam memahami Al-Qur’an secara kontekstual.   Kata kunci: tafsir Al-Qur’an, metode tafsir, pendekatan tafsir, corak tafsir, perkembangan historis.
Nilai-Nilai Etos Kerja Qur'ani dalam Perspektif Tafsir Tematik: Landasan Profesionalisme Laela Safriani; Muhammad Agus; Hasyim Haddade; Muhammad Irham
At-Tahfidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 7 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53649/0n9yen50

Abstract

Artikel ini mengkaji nilai-nilai etos kerja dalam perspektif Al-Qur’an melalui pendekatan tafsir tematik (tafsir maudhu‘i). Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan etos kerja di tengah dinamika kehidupan modern yang ditandai oleh meningkatnya tuntutan profesionalisme, produktivitas, dan kompetisi kerja. Al-Qur’an tidak hanya memberikan dorongan untuk bekerja dan berusaha, tetapi juga menawarkan landasan moral dan spiritual yang membentuk karakter kerja seorang muslim. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengonstruksi nilai-nilai serta prinsip-prinsip etos kerja yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an, sekaligus menjelaskan kontribusinya terhadap pembentukan produktivitas dan profesionalisme Islami. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan. Data diperoleh melalui pengumpulan ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan kerja, usaha, amanah, tanggung jawab, kualitas amal, disiplin waktu, dan pengembangan diri. Analisis dilakukan secara tematik dengan mengidentifikasi tema-tema utama, menelaah konteks ayat, serta menghubungkannya dengan konsep etos kerja dalam Islam berdasarkan penafsiran para mufasir klasik dan kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an memandang kerja sebagai bagian integral dari ibadah, pengabdian kepada Allah Swt., dan manifestasi tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Ditemukan sejumlah nilai utama etos kerja Qur’ani, yaitu ikhlas, amanah dan kejujuran, tanggung jawab, disiplin dan penghargaan terhadap waktu, kerja keras (mujāhadah), profesionalisme dan kualitas kerja (itqān dan ihsān), orientasi masa depan, serta keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat. Nilai-nilai tersebut membentuk kerangka etos kerja Islami yang mengintegrasikan dimensi spiritual, moral, dan sosial dalam aktivitas profesional. Dengan demikian, etos kerja Qur’ani berfungsi sebagai landasan normatif dalam membangun sumber daya manusia yang produktif, berintegritas, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan individu maupun masyarakat.
Wawasan Al-Qur’an Tentang Zakat dan Kemiskinan: Studi Ekonomi Syariah di Barru Achmad Riady; Achmad Abubakar; Muhammad Irham
AMAL: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 7 No. 1 (2025): Juni
Publisher : UIN AM. Sangadji Ambon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33477/eksy.v7i1.9564

Abstract

This study aims to analyze the effect of zakat distribution on poverty reduction in Barru Regency from the perspective of Islamic economics grounded in Qur’anic insight. Poverty remains a central issue in the region, despite the potential of zakat and the active role of zakat management institutions. A quantitative approach was employed using a simple linear regression analysis, based on secondary data from BAZNAS and BPS for the period 2020–2024. The results reveal that zakat distribution has a significant influence on reducing poverty levels, with a determination coefficient of 0.672. These findings indicate that increased zakat distribution corresponds with lower poverty rates in the area. The theoretical discussion is supported by the concept of zakat as an empowerment tool for the poor and its relevance to maqashid shariah and sustainable development goals. This study concludes that optimizing zakat distribution, particularly through productive programs, can serve as a concrete solution to localized and just poverty alleviation. Keyword: Zakat, Poverty, Islamic Economics, Qur’anic Insight
Transformasi Tafsir Gender Qur’ani: Mewujudkan Keadilan Produksi Dan Konsumsi Halal Berbasis Inklusivitas Gender A. M. Nur Atma Amir; Achmad Abubakar; Muhammad Irham
Tafáqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman Vol. 13 No. 2 (2025): Desember
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM BANI FATTAH (IAIBAFA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52431/tafaqquh.v13i2.3756

Abstract

Industri halal global masih menghadapi kesenjangan partisipasi perempuan akibat minimnya kebijakan sensitif gender dan tafsir Al-Qur’an yang bias patriarkal. Penelitian ini mengkaji bagaimana transformasi tafsir gender Qur’ani dapat menjadi landasan normatif bagi keadilan produksi dan konsumsi halal yang inklusif. Metode yang digunakan adalah kualitatif-eksploratif dengan tafsir maudhu‘i, kerangka maqāṣid al-syarī‘ah, serta telaah dokumen kebijakan sertifikasi halal. Analisis ayat QS. al-Nisa’ [4]:32, al-Aḥzāb [33]:35, dan al-Ḥujurāt [49]:13 menunjukkan bahwa tafsir kontekstual menegaskan kesetaraan hak dan peran ekonomi gender. Hasil penelitian memetakan ayat-ayat tersebut ke dalam tujuan syariah dan menghasilkan matriks indikator audit halal responsif gender yang meliputi akses modal, pelatihan sertifikasi, dan edukasi konsumen. Kesimpulannya, tafsir Qur’ani progresif menyediakan dasar strategis untuk mereformasi standar sertifikasi halal dan memperkenalkan label “Halal Inklusif Gender.”