Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Permainan Tradisional Sebagai Media Terapi Motorik Dan Sosial Bagi Anak Autis di SLB Negeri Autis Sumatera Utara Devi Catur Winata; Eka Abdurrahman; Aidilla Pratiwi Siregar; Dewi Maya Sary; Kayla Ananda Prasetyo; Aulia Noviansyah Noviansyah
TRIMAS: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Trimas: Jurnal Inovasi dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Indra Institute Research & Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak dengan autisme di Sekolah Luar Biasa (SLB) Autis di Provinsi Sumatera Utara umumnya mengalami hambatan pada aspek motorik kasar dan kemampuan interaksi sosial, seperti koordinasi gerak, keseimbangan, kemampuan mengikuti instruksi, serta komunikasi dan kerja sama dengan teman sebaya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menerapkan permainan tradisional sebagai media terapi motorik dan sosial yang kontekstual, menyenangkan, dan mudah diterapkan bagi anak autis di SLB Autis Sumatera Utara. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi asesmen awal kemampuan motorik dan sosial peserta, pemilihan serta modifikasi permainan tradisional lokal yang sesuai dengan karakteristik anak autis, pelaksanaan kegiatan bermain secara terstruktur dan bertahap, serta evaluasi perkembangan anak melalui observasi dan penilaian guru pendamping. Permainan yang diterapkan antara lain engklek, gobak sodor, dan lempar tangkap yang dimodifikasi sesuai kebutuhan anak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan motorik kasar, konsentrasi, kepatuhan terhadap aturan sederhana, serta interaksi sosial seperti menunggu giliran, kerja sama, dan komunikasi fungsional. Selain itu, guru dan pendamping memperoleh panduan praktis penerapan permainan tradisional sebagai alternatif terapi motorik dan sosial berbasis budaya lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pengabdian yang berkelanjutan dan dapat direplikasi di SLB Autis lainnya di Sumatera Utara.
The The Effectiveness of a Pancasila-Based Interactive Physical Education Module in Enhancing Elementary School Students' Character Values Dewi Maya Sary; Alan Alfiansyah Putra Karo Karo; Fathir Suhada; Agus Afrizal
Jurnal Pedagogi dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): October
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jp2.v8i3.102152

Abstract

Physical Education in elementary schools still focuses on achieving motor skills, while the integration of Pancasila values has not been optimally implemented. This condition has an impact on the potential for character building through physical activity, which should be an essential part of the educational process, and is not maximized. This study aims to develop and test the effectiveness of an interactive Pancasila-based Physical Education module for elementary school students, ensuring that learning not only emphasizes physical aspects but also values and character. The research method employed a Research and Development (R&D) approach, utilizing the ADDIE model. The needs analysis involved 18 Physical Education teachers in North Sumatra. The research data analysis employed a mixed-methods approach that combines quantitative and qualitative data. The results showed that 72.2% of teachers stated they really need an interactive character-based module, 11.1% said they need it, 11.1% stated they do not need it, and 5.6% stated they do not need it. The module was prepared in print and digital formats, then validated by three experts. The effectiveness test was conducted through a one-group pre-test and post-test design on elementary school students. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics and paired t-tests, while qualitative data were obtained through observation and interviews. Overall, the interactive Pancasila-based Physical Education module proved to be valid, practical, and effective, providing essential implications for strengthening character education in elementary schools. Consequently, the integration of Pancasila values into physical education learning can be more widely adopted to support character building.