Suci Nugraha
Prodi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Islam Bandung, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Dukungan Pasangan dan Dyadic Coping terhadap Tingkat Stres pada Wanita dengan Rheumatoid Arthritis Abidah Syakirah; Suci Nugraha
Jurnal Riset Psikologi Volume 6, No. 1 Juli 2026, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v6i1.10324

Abstract

Abstract. Women with Rheumatoid Arthritis (RA) experience physical and psychological challenges, including stress that may worsen their condition. This study examined the influence of partner support and dyadic coping on stress levels among women with RA in the SAHARA Community. A quantitative causal design was used with 91 female participants selected through a population study. Data were collected using the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), Dyadic Coping Inventory (DCI), and Rheumatoid Arthritis Distress Scale (RADS). Multiple linear regression was performed using SPSS. The results showed that partner support did not significantly affect stress levels (p = 0.985), whereas dyadic coping significantly reduced stress (p = 0.006). Together, both variables significantly influenced stress. These findings suggest that dyadic coping is more effective than perceived partner support in reducing stress. Strengthening dyadic coping may help reduce stress and improve the psychological well-being of women with RA. Abstrak. Wanita dengan Rheumatoid Arthritis (RA) menghadapi tantangan fisik dan psikologis, termasuk stres yang dapat memperburuk kondisi kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dukungan pasangan dan dyadic coping terhadap tingkat stres pada wanita dengan RA di Komunitas SAHARA. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal dan melibatkan 91 responden yang dipilih melalui metode studi populasi. Data dikumpulkan menggunakan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), Dyadic Coping Inventory (DCI), dan Rheumatoid Arthritis Distress Scale (RADS). Analisis dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan SPSS. Hasil menunjukkan bahwa dukungan pasangan tidak berpengaruh signifikan terhadap stres (p = 0,985), sedangkan dyadic coping berpengaruh signifikan dalam menurunkan stres (p = 0,006). Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap stres. Temuan ini menunjukkan bahwa penguatan dyadic coping penting untuk membantu mengurangi stres dan meningkatkan kesejahteraan psikologis wanita dengan RA.
Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Dukungan Sosial terhadap Resiliensi Akademik Doktoral Jawa Barat Ayuni Yasmin Adianti Suharta; Suci Nugraha
Jurnal Riset Psikologi Volume 6, No. 1 Juli 2026, Jurnal Riset Psikologi (JRP)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrp.v6i1.10373

Abstract

Abstract. Doctoral students face various academic and psychological challenges, including research demands, publication pressure, and role conflicts in their personal and professional lives. These conditions require academic resilience, defined as the ability to adapt and persist under academic stress. This study aimed to examine the influence of emotional intelligence and social support on academic resilience among doctoral students in West Java. A quantitative approach with a cross-sectional survey design was employed, involving 120 active doctoral students from several institutions. Data were collected using the Assessing Emotional Scale (AES), the Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), and the Academic Resilience Scale (ARS-30). Data were analyzed using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS 4. The results indicate that emotional intelligence and social support have a positive and significant effect on academic resilience. An R-Square value of 0.840 shows that both variables explain 84% of the variance in academic resilience. These findings highlight the importance of strengthening emotional intelligence and social support to enhance doctoral students’ academic success. Abstrak. Mahasiswa program doktoral menghadapi berbagai tantangan akademik dan psikologis, seperti tuntutan penelitian, tekanan publikasi, serta konflik peran dalam kehidupan pribadi dan profesional. Kondisi tersebut memerlukan ketahanan akademik, yaitu kemampuan untuk beradaptasi dan bertahan dalam menghadapi tekanan akademik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kecerdasan emosional dan dukungan sosial terhadap ketahanan akademik mahasiswa doktoral di Jawa Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei cross-sectional terhadap 120 mahasiswa program doktoral aktif dari berbagai institusi. Data dikumpulkan menggunakan Assessing Emotional Scale (AES), Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS), dan Academic Resilience Scale (ARS-30), kemudian dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional dan dukungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketahanan akademik. Nilai R-Square sebesar 0,840 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 84% variasi ketahanan akademik. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan kecerdasan emosional dan dukungan sosial untuk meningkatkan keberhasilan akademik mahasiswa program doktoral.
Pengaruh Public Stigma dan Mental Health Literacy terhadap Help-Seeking Behavior pada Mahasiswa yang Mengalami Stres Akademik Nazwa Putri Rahman; Suci Nugraha
Bandung Conference Series: Psychology Science 1381-1388
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsps.v6i2.25706

Abstract

Abstract. Students experiencing academic stress are vulnerable to mental health problems; however, professional help-seeking remains relatively low. Public stigma and mental health literacy are considered important factors influencing help-seeking behavior. This study aimed to examine the effect of public stigma and mental health literacy on help-seeking behavior among undergraduate students experiencing academic stress. A quantitative study with a causal design was conducted involving 405 undergraduate students aged 18–25 years from public and private universities in Bandung selected using convenience sampling. Data were collected using the Stigma Scale for Receiving Psychological Help (SSRPH), Mental Health Literacy Scale (MHLS), and Actual Help-Seeking Questionnaire (AHSQ). Data were analyzed using multiple linear regression. The findings indicated that public stigma had a significant negative effect on help-seeking behavior, whereas mental health literacy had a significant positive effect. Simultaneously, both variables significantly predicted help-seeking behavior, with mental health literacy emerging as the stronger predictor. These findings suggest that improving mental health literacy while reducing public stigma may enhance students’ willingness to seek psychological help and support the development of mental health promotion programs in higher education. Abstrak. Mahasiswa yang mengalami stres akademik merupakan kelompok yang rentan mengalami permasalahan kesehatan mental, namun perilaku mencari bantuan profesional masih relatif rendah. Public stigma dan mental health literacy diduga menjadi faktor yang memengaruhi perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh public stigma dan mental health literacy terhadap help-seeking behavior pada mahasiswa yang mengalami stres akademik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Sebanyak 405 mahasiswa program sarjana berusia 18–25 tahun dari perguruan tinggi negeri dan swasta di Kota Bandung dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan Stigma Scale for Receiving Psychological Help (SSRPH), Mental Health Literacy Scale (MHLS), dan Actual Help-Seeking Questionnaire (AHSQ), kemudian dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa public stigma berpengaruh negatif secara signifikan terhadap help-seeking behavior, sedangkan mental health literacy berpengaruh positif secara signifikan. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap help-seeking behavior dengan mental health literacy sebagai prediktor yang lebih dominan. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi kesehatan mental serta pengurangan stigma publik berpotensi meningkatkan perilaku mencari bantuan psikologis pada mahasiswa.