Ahmad Huzaifah
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Asbabun Nuzul Q.S. Al-Baqarah Ayat 267 dan Hubungannya dengan Nilai Sedekah Seorang Mukmin Agusman Damanik; Etika Rahmah Nasution; Ade Hermawan; Salmah Fikry; Gunawan Ardianta Lubis; Irfhan Irfhan; Ahmad Huzaifah; Riza Hamdani Rambe; Ruhun Mukoddis Nasution
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2401

Abstract

Pemahaman terhadap asbabun nuzul ayat-ayat Al-Qur’an merupakan bagian penting dalam upaya menafsirkan pesan ilahi secara kontekstual dan aplikatif. Q.S. Al-Baqarah ayat 267 merupakan salah satu ayat yang menegaskan prinsip etika sosial dalam Islam, khususnya terkait perintah bersedekah dari harta yang baik dan halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji asbabun nuzul Q.S. Al-Baqarah ayat 267 serta menganalisis hubungannya dengan nilai sedekah seorang mukmin dalam kehidupan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis tafsir klasik dan kontemporer, hadis Nabi, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat ini turun sebagai teguran terhadap sebagian kaum Muslimin yang bersedekah dengan harta berkualitas rendah. Nilai sedekah yang terkandung dalam ayat ini menekankan keikhlasan, kualitas pemberian, tanggung jawab sosial, dan kesadaran spiritual sebagai manifestasi keimanan seorang mukmin.
Filsafat Islam Buya Hamka Diva Nurhalizah; Nabila Triatusty; Khoirul Anwar; Ahmad Huzaifah; Suci Ramadhani Siregar
Khidmat Vol 3 No 1 (2025)
Publisher : CV Edu Tech Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65311/j.khidmat.v3i1.1287

Abstract

Penelitian ini mengkaji relevansi pemikiran Buya Hamka dalam menghadapi tantangan modernitas, terutama krisis spiritualitas yang disebabkan oleh materialisme dan sekularisme. Pemikiran Hamka tentang integrasi akal dan iman serta tasawuf rasional menawarkan solusi untuk menciptakan keseimbangan dalam hidup, di mana kemajuan duniawi harus selaras dengan pemenuhan rohani. Hamka melihat bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya berasal dari pencapaian materi, tetapi dari kesadaran spiritual yang mendalam dalam setiap aktivitas sehari-hari. Selain itu, Hamka juga mengaitkan tasawuf dengan solusi terhadap masalah sosial dan politik, melalui penerapan nilai-nilai moral Islam seperti keadilan, keikhlasan, dan kesabaran. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemikiran Hamka masih sangat relevan untuk membangun peradaban yang berkeadilan dan seimbang, serta untuk menjawab tantangan zaman modern yang semakin kompleks, baik di level individu maupun masyarakat.