Agusman Damanik
Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMBINAAN AKHLAK REMAJA DI DESA TELUK PANJI KECAMATAN KAMPUNG RAKYAT KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN Wahyuda Pratama; Parluhutan Siregar; Agusman Damanik
PEMA (JURNAL PENDIDIKAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT) Vol. 3 No. 1 (2023)
Publisher : Perkumpulan Manajer Pendidikan Islam Indonesia (PERMAPENDIS) Prov. Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan agar mengetahui akhlak remaja di desa Teluk Panji kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhan Batu Selatan melalui peran Ustaz serta bagaimana cara Ustaz tersebut agar berhasil membentuk akhlak yang baik pada remaja yang ada di Desa tersebut sesuai dengan ajaran dan syariat Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan cara melakukan survei secara langsung ke desa tersebut serta menganalisis dan mengamati apasaja perkembangan yang ada disana melalui diskusi dengan cara tanya jawab, wawancara, dengan para remaja, uztad, dan kepala desa setempat. Hasil penelitian ini, salah satu jenis kegiatan pembinaan yang dilakukan melalui berbagai program yang berkesinambungan, dapat mendongkrak moral remaja yang cenderung melakukan kesalahan. Majelis Taklim Ikhlasiyah dan berhasil dalam usahanya memperbaiki diri melalui taubat dan pendekatan kepada Allah SWT. Adapun yang menjadi Pemicu dan penghambat dalam pelaksanaan kegiatan pembinaan akhlak remaja adalah: Adanya hubungan baik antara masyarakat sekitar dengan Desa Teluk Panji Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhan Batu Selatan yang menjadi pengurus dan anggota Majelis Taklim Al-Ikhlasiyah. Banyak masyarakat yang terlibat dalam mendukung semua kegiatan Majelis Taklim Al-Ikhlasiyah. Selain itu, faktor yang menghambat perkembangan moral antara lain: IPTEK dan menggunakan waktu yang ada dengan penerapan disiplin yang baik.
Asbabun Nuzul Q.S. Al-Baqarah Ayat 267 dan Hubungannya dengan Nilai Sedekah Seorang Mukmin Agusman Damanik; Etika Rahmah Nasution; Ade Hermawan; Salmah Fikry; Gunawan Ardianta Lubis; Irfhan Irfhan; Ahmad Huzaifah; Riza Hamdani Rambe; Ruhun Mukoddis Nasution
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2401

Abstract

Pemahaman terhadap asbabun nuzul ayat-ayat Al-Qur’an merupakan bagian penting dalam upaya menafsirkan pesan ilahi secara kontekstual dan aplikatif. Q.S. Al-Baqarah ayat 267 merupakan salah satu ayat yang menegaskan prinsip etika sosial dalam Islam, khususnya terkait perintah bersedekah dari harta yang baik dan halal. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji asbabun nuzul Q.S. Al-Baqarah ayat 267 serta menganalisis hubungannya dengan nilai sedekah seorang mukmin dalam kehidupan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui analisis tafsir klasik dan kontemporer, hadis Nabi, serta literatur ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ayat ini turun sebagai teguran terhadap sebagian kaum Muslimin yang bersedekah dengan harta berkualitas rendah. Nilai sedekah yang terkandung dalam ayat ini menekankan keikhlasan, kualitas pemberian, tanggung jawab sosial, dan kesadaran spiritual sebagai manifestasi keimanan seorang mukmin.
Implementasi Metode Wahdah pada Program Menghafal Al-Qur’an di MTs Babul ‘Ulum Pajak Rambe Hafiz Fahrurrozi Tanjung; Agusman Damanik
Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur'an, Tafsir dan Pemikiran Islam Vol. 6 No. 3 (2025): Ta’wiluna: Jurnal Ilmu Al-Qur’an, Tafsir dan Pemikiran Islam
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) IAIFA Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Qur'an memorization program is an important part of religious education at MTS Babul 'Ulum Pajak Rambe. Wahdah method as a learning approach that emphasizes understanding, appreciation, and consistency in memorizing the Qur'an is implemented to improve students' ability to memorize and maintain learning motivation. The formulation of the problem in this study is how the implementation of the Wahdah method in the Qur'an memorization program at MTS Babul 'Ulum Pajak Rambe. The purpose of this study is to describe the implementation of the Wahdah method and its impact on student success in memorizing the Qur'an. The research method used is descriptive qualitative with data collection through observation, interviews, and documentation. The results showed that the Wahdah method was implemented systematically with various techniques such as repetition, mental coaching, and prayer habituation, which significantly improved students' memorization and discipline. In conclusion, the implementation of the Wahdah method in the Qur'an memorization program at MTS Babul 'Ulum is effective in shaping students' religious character and memorization achievement.
Larangan Tarajjul Setiap Hari dalam Perspektif Ma'ānil Ḥadīth dan Dermatologi Modern Muhammad Sairi; Agusman Damanik

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53429/iljs.v11i2.2860

Abstract

This study departs from the importance of understanding the meaning of the prohibition of tarajjul in the hadith of the Prophet (peace be upon him) and its relevance to hair health in the study of dermatology. This study employs a qualitative design with a library research approach to explore the meaning of the prohibition of tarajjul and to reveal its relevance to the study of dermatology. Furthermore, in an effort to analyze the meaning of the hadith that serves as the primary reference of this study, the researcher uses the ma'ānil ḥadīth analysis method to uncover the meaning of the matn of the hadith prohibiting tarajjul. The results of the study show that the meaning of tarajjul in the hadith is not limited to the prohibition of combing hair alone; rather, tarajjul refers to the activities of combing, oiling, and styling hair. The prohibition in the hadith is of a tanzīh nature (makruh), not a prohibition that is haram. This prohibition is imposed because it falls under the category of excessive and extravagant behavior; therefore, it should be avoided from being performed daily, except under certain conditions and needs, such as having thick or dry hair. The dermatological perspective indicates that excessive hair manipulation can increase the risk of hair damage. This demonstrates the relevance of the hadith to the principle of moderation in hair care, without concluding that combing hair daily is absolutely harmful. Hair care remains necessary, but it should be performed proportionally by paying attention to technique, intensity, and hair condition.