Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

URGENSI BIMBINGAN PRA NIKAH DALAM MENGUPAYAKAN KEHARMONISAN RUMAH TANGGA Arif Hariyanto; Ach. Azaim Ibrahimy
Al-Hukmi : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Keluarga Islam Vol. 5 No. 1 (2024): Al-Hukmi : Jurnal Hukum Ekonomi Syari’ah dan Keluarga Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/alhukmi.v5i1.5369

Abstract

Marriage is a very important dimension of life in human life. So it is not surprising that religions in the world regulate marriage issues even according to traditions or customs among local communities, and state institutions also do not lag behind in regulating marriages that apply among the community. The purpose of marriage according to the Islamic religion is to fulfill religious instructions in order to establish a harmonious, prosperous and happy family, harmony in exercising the rights and obligations of family members. Prosperous means the creation of inner and outer peace due to the fulfillment of life's and inner and outer needs, so that happiness arises, namely affection between family members Premarital guidance for those who are getting married is highly recommended because it provides provisions for both parties so that family life can be adjusted to religious guidance, and marriage can be able to give birth to a harmonious family
IMPLIKASI HUKUM PENOLAKAN ISBAT NIKAH TERHADAP HAK ISTRI DAN STATUS ANAK Arif Hariyanto; Ach. Azaim Ibrahimy; Nur Azizah
Al-Hukmi : Jurnal Hukum Ekonomi Syariah dan Keluarga Islam Vol. 5 No. 2 (2024): Al-Hukmi : Jurnal Hukum Ekonomi Syari’ah dan Keluarga Islam
Publisher : Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam, Universitas Ibrahimy

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35316/alhukmi.v5i2.6695

Abstract

Pada dasarnya, itsbat nikah adalah penetapan bahwa seorang pria dan seorang wanita telah menikah dan menjadi suami istri setelah memenuhi syarat dan rukun nikah sesuai dengan hukum Islam. Namun, pernikahan yang terjadi sebelumnya belum atau tidak dicatat oleh pejabat berwenang, dalam hal ini Pegawai Pencatat Nikah (PPN) dari Kantor Urusan Agama (KUA). Itsbat nikah adalah penetapan nikah yang tidak terdaftar di Kantor Urusan Agama. Itsbat nikah menjadi upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak dari perkawinan. Hukum Islam dalam Kompilasi Hukum Islam membuka kesempatan kepada mereka untuk mengajukan permohonan itsbat nikah ke Pengadilan Agama sehingga kedepannya mempunyai kekuatan hukum dalam perkawinannya.