Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Dalam Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Mental Pada Lansia Dengan Penyakit Kronis: Literatur Riview Ni Made Dwi Astarina Prajayanti; Eka Lutfiatus Solehah; Nyoman Sri Ariantini; Putu Ayu Lestarini
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1410

Abstract

Kesehatan mental pada lansia dengan penyakit kronis menjadi isu penting yang belum tertangani secara optimal. Lansia dalam kondisi ini rentan mengalami stres psikologis akibat keterbatasan fisik, beban ekonomi, serta kurangnya dukungan sosial dan stigma terhadap gangguan mental. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pemberdayaan komunitas dalam meningkatkan kesadaran kesehatan mental pada lansia dengan penyakit kronis. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis berdasarkan kerangka SPIDER melalui pencarian pada empat basis data utama: PubMed, ProQuest, Sage, dan Science Direct, dengan 13 artikel terpilih sesuai kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa program pemberdayaan berbasis digital, interaksi sosial komunitas, kampanye kesehatan mental, dan pelatihan swakelola dapat meningkatkan kesadaran, memperkuat dukungan sosial, serta mengurangi isolasi dan stigma. Namun, hambatan seperti literasi digital rendah dan keterbatasan akses teknologi masih menjadi tantangan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan holistik yang menggabungkan teknologi dengan dukungan komunitas dan keluarga sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup lansia secara menyeluruh.
Pengaruh Akupresur PC6 Terhadap Emesis Gravidarum Pada Ibu Hamil Trimester Pertama : The Effect of PC6 Acupressure on Emesis Gravidarum in Pregnant Women in the First Trimester Ratih Agustini I Gusti Ayu; Komang Puspita Dewi; Putu Ayu Lestarini
Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Aliansi Keperawatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jaki.v2i2.71

Abstract

Latar Belakang: Emesis gravidarum merupakan gangguan yang paling sering dijumpai pada wanita hamil pada trimester pertama sebanyak 50%-90%. Akupresur pada perikardium 6 dianggap sebagai titik kunci dalam mengurangi gejala emesis gravidarum. Tujuan: Tujuan penelitian mengetahui pengaruh akupresur PC6 terhadap emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama. Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimental dengan rancangan one-group pre-test post test design. Sampel ibu hamil trimester I sebanyak 31 orang dengan teknik sampel purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Pregnancy-Unique Quantification of Emesis and Nausea (PUQE)-24 Scoring System, analisis data menggunakan uji wilcoxon sign rank. Inervensi penekanan pada titik PC6 sebanyak 60 kali putaran dengan arah putaran berlawanan dengan arah jarum jam selama 2 menit dengan 3 kali pengulangan diberikan 1 kali sehari selama 1 minggu. Hasil: Tingkat emesis gravidarum sebelum intervensi sebagian besar kategori sedang sebanyak 27 orang (87,1%) dan setelah intervensi sebagian besar kategori ringan sebanyak 28 orang (90,3%). Nilai Zhitung = 4,882 > Ztabel = 1,96 dan nilai p = 0,000 (α=0,05). Kesimpulan: Akupresur yang diberikan pada ibu hamil menstimulasi inhibisi syaraf simpatis yang meningkatkan kerja saraf simpatis sehingga memperlambat peristaltik usus dengan hasil akhir penurunan gejala mual dan muntah. Terdapat pengaruh akupresur PC6 terhadap penurunan emesis gravidarum pada ibu hamil trimester pertama.
HUBUNGAN HEALTH LOCUS OF CONTROL DENGAN MANAJEMEN DIRI PADA PASIEN STROKE DI RUANG RAWAT INAP RUMAH SAKIT ARI CANTI GIANYAR: Relationship between Health Locus of Control and Self-Management in Stroke Patients in the Inpatient Room of Ari Canti Gianyar Hospital Desak Putu Risna Dewi; Putu Ayu Lestarini; Eka Lutfiatus Solehah
Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Sinergi Kesehatan Indonesia
Publisher : Lentera Mitra Lestari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55887/jski.v3i1.27

Abstract

Latar Belakang: Pasien stroke membutuhkan waktu lama untuk sembuh sehingga diperlukan manajemen diri untuk patuh melaksanakan rehabilitasi dan kontrol serta mencegah serangan berulang yang mengakibatkan kondisi semakin parah. Pelaksanaan manajemen diri pada pasien stroke dipengaruhi oleh faktor dalam diri individu, salah satunya yaitu keyakinan untuk mengendalikan kesehatannya yang disebut dengan istilah health locus of control. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan health locus of control dengan manajemen diri pada pasien stroke. Metode: Jenis penelitian Deskriptip Korelasional dengan rancangan cross- sectional study. Jumlah sampel 45 orang dipilih dengan Purposive Sampling. Alat yang digunakan mengumpulkan data adalah kuesioner, analisis menggunakan uji Rank Spearman. Hasil: Hasil penelitian health locus of control sebagian besar 20 responden (44,4%), manajemen diri sebagian besar 22 responden (48,9%). Hasil uji Rank Spearman didapatkan angka p value sebesar 0,000 menunjukkan ada hubungan health locus of control dengan manajemen diri pada pasien stroke, nilai Coefisien corelation 0,955 menunjukkan korelasi yang kuat dengan arah positif. Kesimpulan: health locus of control yang tinggi menyebabkan pasien memiliki keyakinan bahwa dirinya mempunyai kontrol atas kesehatan dirinya, sehingga pasien tersebut bertanggung jawab terhadap kesehatannya dan mematuhi anjuran-anjuran untuk melakukan manajemen stroke. Simpulan: health locus of control berhubungan signifikan dengan manajemen diri pada pasien stroke.
Burnout and Patient Safety Culture among Emergency Department Nurses: A Cross-Sectional Analysis Eka Lutfiatus Solehah; Komang Ayu Henny Achjar; Putu Ayu Lestarini; Nyoman Sri Ariantini; Yupin Aungsuroch
Journal Of Nursing Practice Vol. 9 No. 4 (2026): July
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/jnp.v9i4.1120

Abstract

Background: Emergency departments (EDs) in major tourist destinations face intensified patient volume and cultural diversity, posing risks to nurse well-being and patient safety. Purpose: This study examined the effects of tourism-pressure workload and intercultural nursing competence on patient safety culture among emergency nurses in Bali, testing burnout as a mediating mechanism within the Job Demands Resources (JD–R) framework. Methods: A quantitative, cross-sectional survey was conducted from May to September 2025, coinciding with Bali’s peak tourist season. Using a total-sampling (census) approach, all eligible emergency nurses in participating public and private hospitals across Bali were invited, yielding 283 fully usable responses. Data were analyzed with partial least squares structural equation modeling (PLS-SEM): measurement quality was tested via Cronbach’s α, composite reliability, average variance extracted, and Fornell Larcker/HTMT discriminant-validity criteria, and structural paths and bootstrapped indirect (mediation) effects were tested with 5,000 resamples and bias-corrected 95% confidence intervals. Results: Tourism-pressure workload strongly increased burnout (β = 0.511, p < .001) and was negatively associated with patient safety culture (β = −0.249, p < .001). Contrary to the hypothesized protective direction, intercultural nursing competence was positively associated with burnout (β = 0.336, p < .001), while directly strengthening patient safety culture (β = 0.382, p < .001) as its strongest predictor. Burnout was negatively related to patient safety culture (β = −0.314, p < .001) and partially mediated the workload–safety relationship; the indirect path from intercultural competence through burnout was small and of the opposite sign to its direct effect (competing partial mediation). The model explained 55.2% of the variance in burnout and 65.6% in patient safety culture. Conclusion: Burnout is a central pathway through which tourism-driven demands erode safety culture, and intercultural competence carries a dual character protecting safety culture directly while imposing emotional demands when organizational support is insufficient. Integrated workload management, structured intercultural training, and burnout prevention are required.