Ni Made Dwi Astarina Prajayanti
Universitas Triatma Mulya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Dalam Meningkatkan Kesadaran Kesehatan Mental Pada Lansia Dengan Penyakit Kronis: Literatur Riview Ni Made Dwi Astarina Prajayanti; Eka Lutfiatus Solehah; Nyoman Sri Ariantini; Putu Ayu Lestarini
Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Anoa Keperawatan Mandala Waluya (JAKMW)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners. Universitas Mandala Waluya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54883/jakmw.v5i1.1410

Abstract

Kesehatan mental pada lansia dengan penyakit kronis menjadi isu penting yang belum tertangani secara optimal. Lansia dalam kondisi ini rentan mengalami stres psikologis akibat keterbatasan fisik, beban ekonomi, serta kurangnya dukungan sosial dan stigma terhadap gangguan mental. Kajian literatur ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran pemberdayaan komunitas dalam meningkatkan kesadaran kesehatan mental pada lansia dengan penyakit kronis. Metode yang digunakan adalah tinjauan sistematis berdasarkan kerangka SPIDER melalui pencarian pada empat basis data utama: PubMed, ProQuest, Sage, dan Science Direct, dengan 13 artikel terpilih sesuai kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa program pemberdayaan berbasis digital, interaksi sosial komunitas, kampanye kesehatan mental, dan pelatihan swakelola dapat meningkatkan kesadaran, memperkuat dukungan sosial, serta mengurangi isolasi dan stigma. Namun, hambatan seperti literasi digital rendah dan keterbatasan akses teknologi masih menjadi tantangan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan holistik yang menggabungkan teknologi dengan dukungan komunitas dan keluarga sangat penting untuk meningkatkan kualitas hidup lansia secara menyeluruh.
PENDIDIKAN KESEHATAN PADA REMAJA YANG MENGALAMI INSOMNIA DENGAN CARA MENGELOLA STRES Ida Wahyuni; Willi Holis; Ni Made Dwi Astarina Prajayanti
DEVELOPMENT: Journal of Community Engagement Vol. 5 No. 1 (2026): Maret
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/gxgth415

Abstract

Introduction: Adolescents are vulnerable to stress due to academic demands, social relationships, and excessive technology use, which can lead to sleep disorders such as insomnia. This condition may affect mental health, learning concentration, and overall quality of life. Methods: This study employed a descriptive analytic design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 50 students from SMA Al-Islamiyah Pamekasan selected using total sampling. The instruments used were the KSPBJ-IRS questionnaire to measure insomnia and the DASS-42 to assess stress levels. Data were analyzed using univariate and bivariate analysis with the Pearson chi-square test. Results: The results showed that most respondents experienced mild insomnia (50%) and high levels of stress (60%). After the implementation of health education, there was an improvement in adolescents’ knowledge and skills in managing stress, as well as a better understanding of the relationship between stress and sleep quality. Discussion: Stress plays a significant role in the occurrence of insomnia among adolescents. Health education is proven to be an effective intervention in improving stress management skills through relaxation techniques, time management, and sleep hygiene, thereby potentially enhancing sleep quality and overall quality of life.