p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Nindya Shafwa
Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perubahan Sosial Masyarakat Pasca Galodo 2025 di Keluarahan Lubuk Minturun Kecamatan Koto Tangah Kota Padang Nindya Shafwa; Delmira Syafrini; Mela Yuliana; Rahma Juita; Priskila Natasia Br. Saragih; Sabrina Asifa U Nabila
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.550

Abstract

Bencana galodo yang terjadi di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang pada tahun 2025 tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik dan kerugian ekonomi, tetapi juga mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat. Kondisi ini mendorong terjadinya berbagai bentuk perubahan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan sosial yang terjadi pada masyarakat pasca galodo 2025, bentuk resiliensi dan strategi bertahan hidup yang dilakukan dalam proses pemulihan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan 8 orang informan. Adapun kriteria pemilihan informan yaitu masyarakat yang terdampak galodo di Kelurahan Lubuk Minturun. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) meningkatnya solidaritas sosial dan gotong royong (2) kehilangan mata pencarian (3) ketergantungan pada bantuan eksternal (4) pembangunan infrastruktur mitigasi bencana. Namun demikian, masyarakat menunjukkan resiliensi melalui pembangunan kembali sumber mata pencaharian, pemanfaatan jaringan sosial dan kekerabatan, serta meningkatnya kesadaran terhadap mitigasi dan kesiapsiagaan bencana.
Budaya Pemberian Hadiah dalam Momen Seminar Proposal: Studi Sosiologi Budaya di Kalangan Mahasiswa Nindya Shafwa; Hanafi Saputra; Mela Yuliana; Rahma Juita; Laras Andira; Siti Faizah Atika Maisyah
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.621

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya budaya pemberian hadiah pada momen seminar proposal dan ujian komprehensif di kalangan mahasiswa Universitas Negeri Padang yang telah menjadi bagian dari praktik sosial dalam lingkungan kampus. Fenomena ini tidak lagi dimaknai sebagai tindakan sukarela semata, tetapi juga sebagai simbol apresiasi, dukungan sosial, dan penanda hubungan pertemanan yang memengaruhi pola interaksi antarmahasiswa. Di sisi lain, budaya tersebut berpotensi menimbulkan tekanan sosial berupa rasa sungkan dan kewajiban tidak tertulis untuk memberikan atau membalas hadiah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna budaya pemberian hadiah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Informan penelitian berjumlah 7 mahasiswa yang pernah memberikan maupun menerima hadiah pada momen seminar proposal dan ujian komprehensif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya pemberian hadiah dimaknai sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan akademik, simbol perhatian dan dukungan emosional, serta penanda kedekatan hubungan sosial. Keberlangsungan budaya ini dipengaruhi oleh lingkungan sosial kampus, pewarisan kebiasaan antarangkatan, media sosial, dan hubungan timbal balik dalam pertemanan. Meskipun memperkuat solidaritas dan relasi sosial mahasiswa, praktik ini juga dapat menimbulkan tekanan sosial berupa rasa sungkan dan kewajiban tidak tertulis untuk membalas pemberian. Implikasi penelitian menunjukkan pentingnya membangun budaya apresiasi yang lebih menekankan ketulusan, dukungan emosional, dan kehadiran sosial daripada nilai material hadiah.