This Author published in this journals
All Journal Social Empirical
Daffa Febryan
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Surau Sebagai Pedagogi Indigenous dalam Pembentukan Karakter dan Identitas Lokal Minangkabau Aget Sapriadi; Gusmira Wita; Hawa Fadillah Islami; Fatimah Azzahra; Daffa Febryan; Habibi Bil Maruf; Ikhsanul Ikhwan
Social Empirical Vol. 3 No. 1 (2026): Social Empirical: Prosiding Berkala Ilmu Sosial
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scemp.v3i1.585

Abstract

Pendidikan berbasis surau memiliki peran penting dalam pembentukan karakter dan pelestarian identitas lokal masyarakat Minangkabau di tengah tantangan modernisasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pendidikan surau sebagai model pedagogi indigenous dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam, adat Minangkabau, dan pembentukan karakter peserta didik di MDTA Mukhlisin Muhammadiyah Kota Padang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan dokumentasi dengan melibatkan pengurus lembaga, guru, santri, orang tua, serta tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa surau berfungsi sebagai ruang pedagogi indigenous yang menghubungkan pendidikan Islam dengan nilai budaya Minangkabau melalui pembelajaran Al-Qur’an, akidah, akhlak, fikih, sejarah kebudayaan Islam, dan bahasa Arab. Pembentukan karakter dilakukan melalui pembiasaan adab, sopan santun, penghormatan kepada orang tua dan guru, keteladanan, serta pengenalan nilai lokal seperti Sumbang Duo Baleh. Di tengah pengaruh modernisasi dan budaya digital, gerakan Kembali ke Surau menjadi strategi sosial-keagamaan untuk memperkuat identitas lokal generasi muda. Penelitian ini menegaskan bahwa keberlanjutan pendidikan surau memerlukan sinergi antara lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat agar nilai Islam dan budaya Minangkabau tetap diwariskan secara berkelanjutan.