Bambang Saiful Ma’arif
Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Etika Komunikasi Dakwah Ustadz Felix di YouTube Ghina Aliyah; Bambang Saiful Ma’arif; Ahmad Mudakir
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v5i2.8414

Abstract

Abstract. The development of dakwah in the digital era requires a communication approach that not only conveys religious messages but also emphasizes ethical and appropriate delivery. This study aims to examine how Ustadz Felix Siauw applies the principles of qaulan in the Escape program on Raymond Chin’s YouTube channel. The research uses a descriptive qualitative method with data collected through video documentation, literature review, and analysis of viewer comments. The object of this study includes three episodes with varying view counts. Data were analyzed using the SMCR communication model to examine the relationship between the message source, message content, media channel, and audience. The results show that qaulan sadida is the most frequently used principle by Ustadz Felix, while qaulan baligha is the most recognized and appreciated by viewers. His polite, clear, and emotionally resonant communication style has proven effective and well-received, especially by younger audiences. This study concludes that the principles of qaulan in the Qur’an can be practically applied in digital dakwah and may serve as a model for other Islamic preachers on social media platforms. Abstrak. Perkembangan dakwah di era digital membutuhkan cara komunikasi yang tidak hanya menyampaikan pesan agama, tetapi juga memperhatikan etika dan cara penyampaian yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana Ustadz Felix Siauw menerapkan prinsip-prinsip qaulan dalam program Escape di kanal YouTube Raymond Chin. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi tayangan video, studi pustaka, dan analisis komentar warganet. Objek penelitian meliputi tiga episode dengan jumlah penayangan yang berbeda. Data dianalisis menggunakan pendekatan model komunikasi SMCR untuk melihat hubungan antara penyampai pesan, isi pesan, media, dan audiens. Hasil penelitian menunjukkan bahwa qaulan sadida paling sering digunakan oleh Ustadz Felix, sedangkan qaulan baligha paling banyak dikenali dan diapresiasi oleh audiens. Gaya komunikasi yang santun, jelas, dan menyentuh menjadi kekuatan dakwah yang diterima dengan baik oleh generasi muda. Penelitian ini menyimpulkan bahwa prinsip qaulan dalam Al-Qur’an dapat diterapkan secara nyata dalam dakwah digital dan dapat menjadi contoh bagi para pendakwah lain di media sosial.
Persuasi Dosen terhadap Kefasihan Al-Qur’an Mahasiswa Wadhur Rokhim Saputra; Bambang Saiful Ma’arif; Muhammad Fadhli Muttaqien
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v6i1.9944

Abstract

Abstract. This study examines the effect of lecturers’ persuasive communication in qiro’ah guidance on students’ Qur’anic reading fluency in the Pesantren Calon Sarjana Program at Universitas Islam Bandung. The research is based on the importance of lecturers’ roles not only in teaching tajwid and makhraj but also in motivating students through persuasive communication. A quantitative survey approach was employed involving 90 respondents selected using Slovin’s formula. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression, supported by validity, reliability, normality, multicollinearity, heteroscedasticity, F-test, t-test, and coefficient of determination analyses. The results show that lecturers’ persuasive communication has a positive and significant influence on students’ Qur’anic reading fluency. The coefficient of determination (R²) is 0.154, indicating that 15.4% of the variation in reading fluency is explained by persuasive communication, while 84.6% is attributed to other factors. These findings suggest that more effective persuasive communication contributes to better Qur’anic reading fluency among students. The study provides insight into optimizing communication strategies in qiro’ah guidance programs. Abstrak. Artikel ini bertujuan menganalisis pengaruh komunikasi persuasif dosen dalam bimbingan qiro’ah terhadap kefasihan bacaan Al-Qur’an mahasiswa Program Pesantren Calon Sarjana Universitas Islam Bandung. Artikel dilatarbelakangi oleh pentingnya peran dosen dalam mengajarkan tajwid dan makhraj sekaligus memotivasi mahasiswa melalui komunikasi yang persuasif. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan melibatkan 90 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda yang didukung uji validitas, reliabilitas, normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, uji F, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil artikel menunjukkan bahwa komunikasi persuasif dosen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kefasihan bacaan Al-Qur’an mahasiswa. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,154 menunjukkan bahwa 15,4% variasi kefasihan bacaan dapat dijelaskan oleh komunikasi persuasif dosen, sedangkan 84,6% dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin efektif komunikasi persuasif yang diterapkan dosen, semakin baik pula kefasihan bacaan Al-Qur’an mahasiswa.
Analisis Program “Masjid Academy” dalam Meningkatkan Kualitas Layanan Dakwah Putri Annisa Nurfitriani; Bambang Saiful Ma’arif; Nia Kurniati Syam
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v6i1.9961

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the implementation of the Masjid Academy Program in improving the quality of da’wah services at Masjid Sejuta Pemuda and to examine congregational responses toward the program. The research used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using the Miles and Huberman model, including data reduction, data display, and conclusion drawing. Data validity was ensured through member checking and triangulation. The findings show that the Masjid Academy Program systematically applies da’wah management functions, including planning, organizing, implementing, and controlling. The program improves da’wah service quality, reflected in increased professionalism of mosque management, more responsive service delivery, and higher youth participation. Additionally, the program integrates traditional and innovative da’wah methods, making it more relevant to contemporary societal needs. Abstrak. Artikel ini bertujuan menganalisis implementasi Program Masjid Academy dalam meningkatkan kualitas layanan dakwah di Masjid Sejuta Pemuda serta mengetahui respons jamaah terhadap program tersebut. Artikel menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui member checking dan triangulasi. Hasil artikel menunjukkan bahwa Program Masjid Academy telah menerapkan fungsi manajemen dakwah secara sistematis. Program ini meningkatkan kualitas layanan dakwah yang ditandai dengan meningkatnya profesionalitas pengurus, pelayanan yang lebih responsif, serta meningkatnya partisipasi jamaah, khususnya generasi muda. Selain itu, program ini berhasil mengintegrasikan metode dakwah tradisional dan inovatif sehingga lebih menarik dan relevan dengan perkembangan zaman.