Muhammad Fadhli Muttaqien
Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Persuasi Dosen terhadap Kefasihan Al-Qur’an Mahasiswa Wadhur Rokhim Saputra; Bambang Saiful Ma’arif; Muhammad Fadhli Muttaqien
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v6i1.9944

Abstract

Abstract. This study examines the effect of lecturers’ persuasive communication in qiro’ah guidance on students’ Qur’anic reading fluency in the Pesantren Calon Sarjana Program at Universitas Islam Bandung. The research is based on the importance of lecturers’ roles not only in teaching tajwid and makhraj but also in motivating students through persuasive communication. A quantitative survey approach was employed involving 90 respondents selected using Slovin’s formula. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression, supported by validity, reliability, normality, multicollinearity, heteroscedasticity, F-test, t-test, and coefficient of determination analyses. The results show that lecturers’ persuasive communication has a positive and significant influence on students’ Qur’anic reading fluency. The coefficient of determination (R²) is 0.154, indicating that 15.4% of the variation in reading fluency is explained by persuasive communication, while 84.6% is attributed to other factors. These findings suggest that more effective persuasive communication contributes to better Qur’anic reading fluency among students. The study provides insight into optimizing communication strategies in qiro’ah guidance programs. Abstrak. Artikel ini bertujuan menganalisis pengaruh komunikasi persuasif dosen dalam bimbingan qiro’ah terhadap kefasihan bacaan Al-Qur’an mahasiswa Program Pesantren Calon Sarjana Universitas Islam Bandung. Artikel dilatarbelakangi oleh pentingnya peran dosen dalam mengajarkan tajwid dan makhraj sekaligus memotivasi mahasiswa melalui komunikasi yang persuasif. Metode yang digunakan adalah survei kuantitatif dengan melibatkan 90 responden yang dipilih menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda yang didukung uji validitas, reliabilitas, normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, uji F, uji t, dan koefisien determinasi. Hasil artikel menunjukkan bahwa komunikasi persuasif dosen berpengaruh positif dan signifikan terhadap kefasihan bacaan Al-Qur’an mahasiswa. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,154 menunjukkan bahwa 15,4% variasi kefasihan bacaan dapat dijelaskan oleh komunikasi persuasif dosen, sedangkan 84,6% dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin efektif komunikasi persuasif yang diterapkan dosen, semakin baik pula kefasihan bacaan Al-Qur’an mahasiswa.
Pemanfaatan Tiktok sebagai Sarana Dakwah bagi Mahasiswa KPI UNISBA Devid Fernanda Hendy Ramadhan; Ida Afidah; Muhammad Fadhli Muttaqien
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v6i1.9948

Abstract

Abstract. This study aims to analyze the use of TikTok as a means of da'wah by students of the Islamic Broadcasting Communication (KPI) Study Program at Bandung Islamic University, class of 2021, and to identify the obstacles encountered in this process. The study used a qualitative approach with descriptive methods through questionnaires and structured interviews. Data analysis was based on Everett M. Rogers' Diffusion of Innovation Theory, specifically on aspects of innovation, communication channels, and social systems. The results showed that TikTok was used as a da'wah medium by the research subjects based on positive responses from interviews and positive results from questionnaires. However, there were obstacles in its use, including limited technical capabilities in content production, difficulties in simplifying da'wah materials, content consistency, and negative responses from some audiences. This study confirms that the use of digital da'wah media through TikTok by students of the Islamic Broadcasting Communication (KPI) Study Program at Bandung Islamic University, class of 2021 is good, although it is still greatly influenced by individual readiness, social environment, and time factors in accepting media innovations. Abstrak. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan media sosial TikTok sebagai sarana dakwah oleh mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Bandung angkatan 2021 serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi dalam proses tersebut. Artikel menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui kuesioner dan wawancara terstruktur. Analisis data didasarkan pada Teori Difusi Inovasi Everett M. Rogers, khususnya pada aspek inovasi, saluran komunikasi, dan sistem sosial. Hasil artikel menunjukkan bahwa TikTok dimanfaatkan sebagai media dakwah oleh subjek artikel berdasarkan respon positif dari wawancara dan hasil positif dari kuesioner namun terdapat kendala pemanfaatan berupa keterbatasan kemampuan teknis produksi konten, kesulitan menyederhanakan materi dakwah, konsistensi konten, serta respons negatif dari sebagian audiens. Artikel ini menegaskan bahwa pemanfaatan media dakwah digital melalui TikTok oleh mahasiswa Program Studi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Bandung angkatan 2021 sudah baik meskipun masih sangat dipengaruhi oleh kesiapan individu, lingkungan sosial, dan faktor waktu dalam menerima inovasi media.
Epistemologi Spiritualitas Said Nursi dan Dakwah Islam Modern Yasifa Aulia Azzahra; Irfan Safrudin; Muhammad Fadhli Muttaqien
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication 339-348
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v6i2.25836

Abstract

Abstract. This study examines the epistemology of spirituality developed by Said Nursi, a Turkish Muslim reformer, and its relevance to Islamic da'wah in modern society. It is motivated by weakening spiritual life amid rising rationalism, individualism, and materialism, producing a crisis of meaning among contemporary Muslims. Using a qualitative library-research approach supported by interviews with eight informants who practice mountain hiking, this study analyzes Nursi's Risale-i Nur alongside secondary literature. The findings show that Nursi constructs religious knowledge by integrating revelation (wahyu) as the absolute foundation of truth, reason (akal) as the instrument for understanding revelation, and empirical reflection (tafakkur) on nature as a cosmic sign (ayat kauniyah), producing the concept of iman tahqiqi, a verified and reflective faith. Interviews show that engaging with nature strengthens gratitude and religious consciousness. The study concludes that Nursi's epistemology offers a rational, spiritual, and contextual model of da'wah addressing secularization, materialism, and the crisis of meaning in modern life. Abstrak. Penelitian ini mengkaji epistemologi spiritualitas yang dikembangkan oleh Said Nursi, tokoh pembaru Islam asal Turki, serta relevansinya bagi pengembangan dakwah Islam di masyarakat modern. Penelitian dilatarbelakangi oleh melemahnya dimensi spiritual seiring meningkatnya rasionalitas, individualisme, dan materialisme yang menyertai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga memunculkan krisis makna hidup pada masyarakat Muslim kontemporer. Dengan pendekatan kualitatif jenis penelitian kepustakaan (library research) yang didukung wawancara semi-terstruktur terhadap delapan informan pendaki gunung, penelitian ini menganalisis karya utama Said Nursi, Risale-i Nur, beserta literatur sekunder yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nursi membangun pengetahuan keagamaan melalui integrasi tiga sumber, yaitu wahyu sebagai landasan kebenaran mutlak, akal sebagai instrumen rasional untuk memahami wahyu, dan refleksi empiris (tafakkur) terhadap alam sebagai ayat kauniyah. Integrasi tersebut melahirkan konsep iman tahqiqi, yakni keimanan yang teruji dan reflektif. Data wawancara memperkuat kerangka tersebut dengan menunjukkan bahwa penghayatan terhadap alam melalui aktivitas mendaki menumbuhkan rasa syukur dan kesadaran keagamaan pada individu modern. Penelitian ini menyimpulkan bahwa epistemologi Said Nursi menawarkan model dakwah yang rasional, spiritual, dan kontekstual, yang mampu menjawab tantangan sekularisasi, materialisme, dan krisis makna hidup masyarakat modern tanpa meninggalkan prinsip dasar ajaran Islam.