Jajang Syamsul Wildan
Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam, Fakultas Dakwah, Universitas Islam Bandung, Indonesia.

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Memakmurkan Masjid Al-Mubarokah dengan Gaya Milenial: Kontribusi dan Peran Ikatan Remaja Jajang Syamsul Wildan; Malki Ahmad Nasir; Ahmad Mudakir
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 6, No. 1, Juli 2026, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v6i1.9939

Abstract

Abstract. This study aims to examine the contribution of the Al-Mubarokah Mosque Youth Association (IRMA) in enhancing the prosperity of Al-Mubarokah Mosque in Pasirbiru Hamlet through a millennial-based approach to promote the development of religious activities. This research employed a descriptive qualitative method with data collected through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that prior to the establishment of IRMA, religious activities at the mosque attracted limited public interest due to the lack of program innovation. After IRMA was formed, religious activities improved through creative programs, the use of social media, and activities tailored to the characteristics of the younger generation. Supporting factors include members’ enthusiasm and community leaders’ support, while obstacles involve limited facilities and uneven community participation. This study concludes that IRMA plays a significant role in developing religious activities through innovative and adaptive da’wah strategies. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kontribusi Ikatan Remaja Masjid Al-Mubarokah (IRMA) dalam upaya memakmurkan Masjid Al-Mubarokah Dusun Pasirbiru melalui pendekatan khas generasi milenial guna mendorong peningkatan kegiatan keagamaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum IRMA didirikan, kegiatan keagamaan di masjid kurang mendapatkan minat masyarakat akibat keterbatasan inovasi program. Setelah IRMA terbentuk, kegiatan keagamaan mengalami perkembangan melalui penyelenggaraan program kreatif, pemanfaatan media sosial, serta kegiatan yang disesuaikan dengan karakter generasi muda. Faktor pendukung keberhasilan meliputi antusiasme anggota dan dukungan tokoh masyarakat, sedangkan hambatan yang dihadapi berupa keterbatasan fasilitas serta keterlibatan jamaah yang belum merata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa IRMA berperan penting dalam mengembangkan kegiatan keagamaan melalui strategi dakwah yang inovatif dan responsif terhadap perkembangan zaman.