Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SOSIALISASI PENERAPAN HUKUM LINGKUNGAN DI DI DESA TAMBE KECAMATAN BOLO KABUPATEN BIMA M. Taufik Rachman; Irawan Irawan; Kusnul Ain; Ahmad Tafwin; Meli Meli; Annisatul Islami; Yazid Al Bastomi; Abim Prasetia; Lalu Robiyanto; Nurhidayah Nurhidayah; Nurinaya Nurinaya
Jurnal Pengabdian Ruang Hukum Vol 3, No 1 (2024): JANUARI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sosialisasi Penerapan Hukum Lingkungan Di Desa Tambe Kecamatan Bolo Kabupaten Bima dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan serta memperkuat penegakan hukum lingkungan. Program ini mengedukasi masyarakat tentang pentingnya perlindungan lingkungan, melibatkan mereka dalam kerja bakti membersihkan sampah, dan menyusun strategi hukum. Hasilnya menunjukkan peningkatan kesadaran masyarakat, partisipasi aktif dalam konservasi, dan penyusunan rekomendasi hukum. Implikasinya, program ini berperan penting dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan terkait lingkungan hidup dan menciptakan lingkungan yang sehat, lestari, serta kolaborasi antara universitas dan pemerintah daerah. Program yang dilaksanakan bertujuan untuk melakukan upaya konkrit dalam mengedukasi dan melibatkan masyarakat dalam upaya perlindungan dan penegakan hukum lingkungan demi mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Nomor 15, yaitu "Melindungi, memulihkan, dan mempromosikan pengelolaan yang lestari pada hutan, menghentikan deforestasi, menghentikan dan membalikkan degradasi lahan, dan menghentikan kehilangan keanekaragaman hayati."
EDUKASI POLA MAKAN, UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA PADA KEHAMILAN DI DESA PERESAK KECAMATAN NARMADA Catur Esty Pamungkas; Cahaya Indah Lestari; Siti Mardiyah WD; Ni Wayan Ari Adiputri; Firda Liantanty; Fadliya Abdi Rahayu; Nurhidayah Nurhidayah; Sabrina Tria
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 1 (2025): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i1.32310

Abstract

ABSTRAKAnemia pada kehamilan menjadi salah satu indikator permasalahan gizi selama kehamilan, dampak bagi kesehatan ibu dan janin menjadi permasalahan baru jika anemia tidak segera diatasi. Pemerintah telah melakukan pendekatan multi sektoral, namun kesadaran pentingnya kecukupan gizi ibu hamil harus menjadi fokus termudah dan murah oleh ibu hamil sebagai solusi. Tersedianya bahan makanan yang murah di Indonesia, bisa menjadi pertimbangan untuk mengolah bahan makanan lokal untuk mencukupi kebutuhan harian ibu hamil. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melibatkan ibu hamil sebanyak 10 orang yang ada di Dusun Tebao Desa Presak Kecamatan Narmada. Pelaksanaan pengabdian mengadopsi langkah-langkah action research yang terdiri dari 4 (empat) tahapan, yaitu : perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi. Hasil dari kegiatan didapatkan antusias dari ibu hamil dalam mendengarkan edukasi dan mengikuti proses kegiatan. Berdasarkan hasil pengkajian karakteristik peserta didapatkan terbanyak sasaran pada kelompok usia kehamilan trimester 3 yaitu 5 orang (50%) dan paling sedikit pada kelompok usia kehamilan trimester 1 yaitu 1 orang (10%). Pada usia ibu hamil terbanyak didapatkan usia tidak beresiko (> 25 tahun dan < 35 tahun) yaitu 7 orang (30%), kemudian usia ibu hamil beresiko (<25 tahun dan > 35 tahun) yaitu 3 orang (30%). Evaluasi pengetahuan rata-rata nilai pre test ibu hamil sebanyak 49 dan nilai rata-rata pengetahuan ibu hamil post test sebanyak 79. Sehingga bisa diartikan didapatkan peningkatan rata-rata pengetahuan ibu hamil sebanyak 30%. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini, sasaran bisa mengaplikasikan pola makan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga meningkatkan kesadaran pentingnya makan sehat dan cukup gizi. Intervensi lebih lanjut sangat penting, pelatihan dalam penyimpanan dan pengolahan bahan makanan untuk menjaga nilai gizi makanan selama kehamilan.Kata kunci: Ibu hamil; pola makan; anemia ABSTRACTand fetal health becomes a new problem if anemia is not addressed immediately. The government has taken a multi-sectoral approach, but awareness of the importance of adequate nutrition for pregnant women must be the easiest and cheapest focus for pregnant women as a solution. The availability of cheap food ingredients in Indonesia can be a consideration for processing local food ingredients to meet the daily needs of pregnant women. This community service activity involved 10 pregnant women in Tebao Hamlet, Presak Village, Narmada District. The implementation of the service adopted action research steps consisting of 4 (four) stages, namely: planning, action, observation and evaluation. The results of the activity were obtained from the enthusiasm of pregnant women in listening to education and following the activity process. Based on the results of the participant characteristics assessment, the largest target was in the 3rd trimester pregnancy age group, namely 5 people (50%) and the least in the 1st trimester pregnancy age group, namely 1 person (10%). At the age of pregnant women, the most common age was not at risk (> 25 years and < 35 years) which was 7 people (30%), then the age of pregnant women at risk (<25 years and> 35 years) which was 3 people (30%). Evaluation of the average knowledge value of the pre-test of pregnant women was 49 and the average value of the knowledge of pregnant women post-test was 79. So it can be interpreted that there was an increase in the average knowledge of pregnant women by 30%. The conclusion of this community service activity is that the target can apply eating patterns in everyday life, thereby increasing awareness of the importance of eating healthy and nutritious food. Further intervention is very important, training in storing and processing food ingredients to maintain the nutritional value of food during pregnancy. Keywords: pregnancy; anemia; dietary habit
TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI PUSAT LITERASI DESA PESISIR Ahyati Kurniamala Niswariyana; Hairul Anas; Ismawati Ismawati; Nurhidayah Nurhidayah; Anisah Ramadanti; Kirana Nurmala Sari; Kartini Kartini; Jania Kamis
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 2 (2025): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i2.34013

Abstract

ABSTRAK                                                                   Masyarakat pesisir kerap menghadapi tantangan dalam akses dan budaya literasi, terutama di daerah-daerah terpencil seperti Desa Jerowaru, Lombok Timur. Perpustakaan sekolah yang belum optimal dimanfaatkan menjadi peluang strategis untuk memperkuat literasi dasar anak-anak sekaligus membuka ruang belajar bersama masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mentransformasi perpustakaan SDN 2 Jerowaru menjadi pusat literasi desa yang partisipatif dan berkelanjutan. Kegiatan ini melibatkan 35 peserta yang terdiri atas mahasiswa, guru, kepala sekolah, dan masyarakat desa sebagai mitra aktif dalam seluruh tahapan kegiatan. Metode pengabdian yang digunakan meliputi pendekatan partisipatif dengan tahapan observasi, perencanaan bersama, pelibatan warga dan guru, serta aksi kolaboratif seperti pelatihan membaca, dongeng, mural edukatif, dan penyediaan bahan bacaan tematik. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi anak dan warga dalam kegiatan literasi, terbentuknya ruang baca multifungsi, serta tumbuhnya kesadaran kolektif tentang pentingnya budaya baca sejak dini. Program ini juga memperkuat koneksi antara sekolah dan komunitas sebagai mitra dalam pengembangan literasi berkelanjutan. Temuan ini menunjukkan bahwa transformasi fungsi perpustakaan sekolah dapat menjadi model penguatan literasi desa di wilayah pesisir jika dilaksanakan secara kolaboratif, kontekstual, dan berkelanjutan. Kata kunci: literasi desa; perpustakaan sekolah, anak pesisir, pengabdian masyarakat, partisipatif ABSTRACTCoastal communities often face challenges in access to and culture of literacy, especially in remote areas such as Jerowaru Village, East Lombok. The underutilized school library presents a strategic opportunity to strengthen children’s basic literacy while opening a shared learning space for the broader community. This community service program aims to transform the SDN 2Jerowaru school library into a participatory and sustainable village literacy center. The program involved 35 participans, consisting of students, teachers, the school principal, and local residents as active patners in all stages of the activity. The community service method applied a participatory approach through stages of observation, joint planning, engagement of local residents and teachers, and collaborative activities such as reading sessions, storytelling, educational murals, and provision of thematic reading materials. The results showed increased participation of children and residents in literacy activities, the establishment of a multifunctional reading space, and the growth of collective awareness on the importance of early reading habits. This program also strengthened the connection between school and community as partners in sustainable literacy development. The findings suggest that transforming school libraries into village literacy centers can serve as a model for empowering literacy in coastal areas when implemented collaboratively, contextually, and sustainably. Keyword: village literacy; school library; coastal children; community service; participatory