This Author published in this journals
All Journal Jurnal MAIYAH
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Ragi Roti (Saccharomyces cerevisiae) dengan Dosis Berbeda terhadap Kepadatan dan Laju Pertumbuhan Populasi Rotifera (Brachionus plicatilis) pada Media Nannochloropsis oculata Ayu Putri Safitri; Tohap Simangunsong; Rudy Wijaya; Siska Aprilliyani
MAIYAH Vol 5 No 1 (2026): Maiyah : Vol. 5 No. 1 Maret 2026
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.maiyah.2026.5.1.20395

Abstract

Larva merupakan fase kritis dalam budidaya ikan karena sistem pencernaannya belum sempurna dan sensitif terhadap lingkungan, terutama ketersediaan pakan. Salah satu jenis pakan larva ikan yaitu pakan alami rotifera (Brachionus plicatilis), yang umumnya dikultur dengan mikroalga, salah satunya Nannochloropsis oculata atau dengan suplementasi untuk pengkayaan. Selain itu, rotifera juga dapat diberi pakan dengan bahan alternatif seperti ragi roti (Saccharomyces cerevisiae). Namun, ragi roti harus diberikan dengan dosis yang tepat karena pemberian yang berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan rotifera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ragi roti dengan dosis berbeda terhadap kepadatan dan laju pertumbuhan populasi rotifera. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan (A: Nannochloropsis oculata 10 mL/L/hari (kontrol), B: N. oculata 10 mL/L + S. cerevisiae 10 mL/L/hari, C: N. oculata 10 mL/L + S. cerevisiae 20 mL/L/hari, D: N. oculata 10 mL/L + S. cerevisiae 30 mL/L/hari) dalam skala 2 L. Bahan perlakuan menggunakan larutan stok N. oculata kepadatan 10⁴ sel/mL dan pengenceran ragi roti dengan dosis 8 gram/ L. Pemeliharaan dilakukan selama 8 hari dengan tahapan persiapan alat dan bahan, sterilisasi, kultur, pengamatan kepadatan, pemanenan, dan analisis data. Data kepadatan dan laju pertumbuhan populasi rotifera dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ragi roti dengan dosis berbeda berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap kepadatan dan laju pertumbuhan populasi rotifera. Perlakuan terbaik yaitu pada perlakuan D yang menghasilkan kepadatan 118 individu/mL dan laju pertumbuhan 0,411 individu/mL/hari dengan waktu penggandaan diri selama 37,1 jam.