Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Engaged Buddhism sebagai Gerakan Transformasi Sosial ratnasari; Lauw Acep; Edi Priyono
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.685

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis Engaged Buddhism sebagai gerakan transformasi sosial dalam perspektif Buddhisme kontemporer dengan menelaah bagaimana ajaran Dhamma diaktualisasikan dalam kehidupan sosial. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan analisis teks terhadap sumber utama Kapita Selekta: Dhamma Di Persimpangan Abad 21 serta literatur pendukung terkait Buddhisme sosial. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi dan analisis tematik untuk mengidentifikasi tema-tema utama seperti welas asih, kebijaksanaan, tanggung jawab sosial, dan non-kekerasan sebagai prinsip gerakan sosial Buddhis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Engaged Buddhism dipahami sebagai integrasi antara praktik spiritual dan aksi sosial yang berfungsi sebagai kerangka etis dalam merespons krisis sosial, lingkungan, dan moralitas modern. Nilai-nilai Dhamma terbukti mendorong transformasi sosial yang berorientasi pada perdamaian, solidaritas, dan keberlanjutan. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan konseptual Engaged Buddhism dalam konteks Buddhisme Indonesia kontemporer sebagai model gerakan sosial berbasis spiritualitas yang relevan menghadapi tantangan abad ke-21.
Reinterpretasi Kalama Sutta dalam Menjaga Keseimbangan Berpikir di Tengah Polarisasi Politik Henny Handayani; Lauw Acep; Edi Priyono
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.700

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis reinterpretasi nilai-nilai Kalama Sutta sebagai instrumen etika kognitif dalam merespons fenomena polarisasi politik dan manipulasi informasi kontemporer. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan teknik pengumpulan data melalui telaah teks terhadap sumber utama Kanon Pali serta literatur pendukung terkait moderasi beragama. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi sepuluh kriteria dalam Kalama Sutta sebagai kerangka berpikir kritis yang mengintegrasikan penalaran logis dengan evaluasi moral. Temuan penelitian menunjukkan bahwa penerapan ajaran tersebut bukan sekadar skeptisisme pasif, melainkan aksi intelektual yang mampu memitigasi provokasi politik destruktif dengan menunda penilaian terhadap otoritas tidak teruji dan logika spekulatif. Nilai-nilai Kalama Sutta terbukti menciptakan kejernihan batin (yoniso manasikara) yang berorientasi pada stabilitas sosial. Kebaruan penelitian ini terletak pada pemetaan Kalama Sutta sebagai model moderasi beragama yang transformatif dalam konteks politik praktis, sekaligus berfungsi sebagai benteng intelektual menghadapi tantangan disinformasi di abad ke-21.
ETIKA DIGITAL BUDDHIS DALAM ERA MEDIA SOSIAL Meilianti; lauw acep; Edi Priyono
TARBIYAH DARUSSALAM: JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN DAN KEAGAMAAN Vol. 10 No. 01 (2026): Tarbiyah Darussalam : Jurnal Ilmiah Kependidikan dan Keagamaan
Publisher : Fakultas Tarbiyah IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58791/tadrs.v10i01.721

Abstract

Penelitian ini menyajikan analisis mendalam melalui tinjauan pustaka sistematis mengenai etika digital dari perspektif Buddhis di tengah maraknya penggunaan media sosial. Dengan mengadopsi protokol PRISMA untuk Systematic Literature Review (SLR), studi ini mengumpulkan dan mensintesis sebanyak 25 sumber primer yang dapat diakses secara terbuka dari berbagai database akademik seperti Google Scholar, Sinta, dan repositori jurnal internasional, mencakup periode publikasi dari tahun 2013 hingga 2026. Fokus utama tertuju pada reinterpretasi Pancasila Buddha lima precept dasar yang mencakup pantang membunuh, mencuri, salah pergaulan, berbohong, dan memabukkan diri sebagai kerangka etis untuk mengatasi tantangan kontemporer seperti penyebaran hoaks, cyberbullying, pelanggaran privasi, dan komodifikasi spiritualitas di platform digital seperti Instagram, TikTok, dan Twitter. Hasil sintesis menunjukkan bahwa ajaran Samma Vaca (ucapan benar) dari Jalan Mulia Berunsur Delapan serta prinsip mindfulness secara efektif dapat dimobilisasi untuk mempromosikan komunikasi yang bermanfaat, non-violent, dan bebas dari distorsi, meskipun risiko alienasi digital dan kecanduan algoritma tetap menjadi ancaman signifikan. Penelitian ini tidak hanya mengungkap peluang demokratisasi Dharma melalui konten virtual, tetapi juga menyoroti urgensi pengembangan kurikulum etika digital berbasis Buddhisme, khususnya dalam konteks pendidikan Indonesia yang kaya akan tradisi Buddha