Regandara, Ellysia Putri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemberdayaan Transmigran Melalui Penerapan Sistem Pertanian Adaptif Berbasis Padi Apung, Tata Air Mikro, Dan Pengelolaan Perikanan Di Lahan Tergenang Desa Papuyuan Kabupaten Balangan Firdaus, Adhitya; Adrianto, Muhammad Subhan Dwi; Nisa, Rahayu; Lestari, Jumiati Indah; Hasanah, Maulida; Febriana, Annisa Dwi; Hairani, Hairani; Fikrulia, Hidayah Jihan; Ghifari, Muhammad; Regandara, Ellysia Putri; Ekawati, Diah; Adawiyah, Rabi'atul; Hadi, Abdul; Mubarak, Ahmad Nazhif; Andani, Nazwa Putri
Lumbung Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 11 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/linov.v11i3.4843

Abstract

Desa Pupuyuan memiliki karakteristik lahan rawa dengan kondisi jenuh air yang membatasi produktivitas pertanian padi konvensional. Kondisi ini juga menyimpan potensi sumber daya perikanan dan tanaman lokal. Program pemberdayaan masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi lokal melalui penerapan sistem padi apung, pengolahan ikan dan genjer menjadi produk bernilai ekonomi. Metode pelaksanaan meliputi survei kebutuhan, sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, serta monitoring dan evaluasi dengan pendekatan partisipatif. Kegiatan melibatkan masyarakat, perangkat desa, dan mahasiswa sebagai pendamping. Pendekatan partisipatif digunakan agar masyarakat dapat memahami dan menerapkan teknologi yang diperkenalkan secara mandiri. Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa tingkat penerimaan masyarakat terhadap program tergolong tinggi, dengan 90% responden menyatakan puas dan tertarik. Sistem padi apung dinilai sesuai dengan kondisi lahan tergenang karena mampu mengatasi masalah banjir. Selain itu, pengasapan ikan dan pengolahan genjer menjadi keripik mampu meningkatkan nilai tambah dan memperpanjang masa simpan hasil produksi. Kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan biaya awal, partisipasi masyarakat yang belum merata, serta kendala logistik dan infrastruktur. Berdasarkan hal tersebut, teknologi sederhana berbasis potensi lokal efektif meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan ekonomi masyarakat. Keberlanjutan program memerlukan pendampingan berkelanjutan dan keterlibatan aktif masyarakat. Increasing the Capacity of Transmigrants Through an Adaptive Farming System Based on Floating Rice and Fish Smoking in Flooded Land in Pupuyan Village, Balangan Regency Abstract Pupuyuan Village is characterized by swampy, water-saturated conditions that limit the productivity of conventional rice farming. These conditions also hold potential for local fisheries and plant resources. This community empowerment program aims to optimize local potential through the implementation of a floating rice system, processing  fish and genjer into economically valuable products. Implementation method include  needs surveys, outreach, training, hands-on practice, and monitoring and evaluation using a participatory approach. Activities involve the community, village officials, and students as facilitators. A participatory approach is used to  enable the community to understand and independently implement the introduced technology. Results and discussions indicate a high level of community acceptance of the program, with 90% of respondents expressing satisfaction and interest. The floating rice system is considered suitable for inundated land conditions because it can address flooding issues. In addition, smoking fish and processing genjer into chips can increase added value and extend the shelf life of produce. Challenges faced include limited initial costs, uneven community participation, and logistical and infrastructure constraints. Based on this, simple technology based on local potential is effective in improving community knowledge, skills, and economics. The program’s sustainability requires ongoing mentoring and active community involvement.