Syartika Sri Wahyuni
Universitas Sari Mutiara Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Development of a Culture-Based Coding E-Book from North Sumatera to Enhance Computational Thinking Niken Farida; Hilma Mithalia Shalihat; Syartika Sri Wahyuni
EDUKASIA Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 6 No. 2 (2025): Edukasia: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran
Publisher : LP. Ma'arif Janggan Magetan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62775/edukasia.v6i2.1766

Abstract

This study aimed to develop a North Sumatra culture-based coding activity e-book to enhance CT skills in early childhood education. The ADDIE development model consisting of the analysis, design, development, implementation, and evaluation phases, was employed and involved 160 children from nine kindergartens in Medan City. Expert validation indicated that the e-book was feasible for instructional use, with scores exceeding 80%, while the CT measurement instrument demonstrated high reliability with a Cronbach’s Alpha of 0.744. Small- and large-scale trials consistently showed significant improvement in children’s CT abilities, confirmed by the Wilcoxon test (Z = –8.901; p < 0.05). These results highlight that integrating local culture into coding activities supports CT development and simultaneously strengthens cultural values from an early age. The findings reinforce the importance of contextualized digital learning media that align with the goals of 21st-century education and foster cultural identity. The study further suggests that culture-based coding media can serve as an innovative learning resource to enrich PAUD (early childhood) instruction. Future research is encouraged to apply this concept in other cultural settings and include additional interactive features—such as animation, audio, gamification, or augmented reality—to enhance children’s engagement and learning outcomes. Long-term investigations are also needed to examine CT development over extended periods, along with broader collaboration with teachers and early childhood institutions to support continuous refinement of the media based on classroom needs.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBICARA ANAK USIA 5-6 TAHUN MELALUI METODE BERMAIN PERAN DI TAMAN KANAK - KANAK SWASTA TABYTHA 2025/2026 Syartika Sri Wahyuni; Susi Pretty Ida Laela Situmeang
Jurnal Mutiara Pendidikan Indonesia Vol 11 No 1 (2026): Jurnal Mutiara Pendidikan Indonesia
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/mutiarapendidik.v11i1.6503

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara anak melalui penerapan metode bermain peran (role play) makro dengan media atribut profesi dan benda konkret. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, di mana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 16 anak. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan instrumen penilaian keterampilan berbicara yang mencakup lima indikator: keberanian, kosakata, kelancaran, struktur kalimat/artikulasi, dan dialog. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada setiap tahap. Pada tahap Pra-Siklus, ketuntasan klasikal hanya mencapai 37,50% (6 anak). Setelah diberikan tindakan pada Siklus I, ketuntasan meningkat menjadi 62,50% (10 anak), dan mencapai puncak keberhasilan pada Siklus II sebesar 81,25% (13 anak), yang telah melampaui indikator keberhasilan sebesar 75%. Penggunaan atribut profesi dan benda asli (realia) terbukti efektif menurunkan hambatan komunikasi anak dan memicu keberanian berdialog secara spontan. Simpulan penelitian ini adalah metode bermain peran makro secara efektif dapat meningkatkan keterampilan berbicara anak usia 5–6 tahun.