Wa Mirna
Universitas Islam Negeri Abdul Muthalib Sangadji Ambon

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Makna Simbolik Satu Tungku Tiga Batu dalam Perspektif Pendidikan Budaya: Studi Arsitektur Masjid Pattimburak Fakfak Eman Wahyudi Kasim; Wa Mirna; Nurwahidin Nurwahidin; Rahmat Zulfikar Hamid
EDU SOCIETY: JURNAL PENDIDIKAN, ILMU SOSIAL DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 5 No. 3 (2025): Oktober 2025 - Januari 2026
Publisher : Association of Islamic Education Managers (Permapendis) Indonesia, North Sumatra Province

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56832/edu.v5i3.2550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna simbolik kearifan lokal Satu Tungku Tiga Batu dalam perspektif pendidikan budaya yang terepresentasi pada arsitektur Masjid Pattimburak di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan pencatatan lapangan yang dilakukan di Kampung Pattimburak, Distrik Kokas, Kabupaten Fakfak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa filosofi Satu Tungku Tiga Batu dipahami masyarakat Fakfak sebagai sistem nilai budaya yang mengajarkan kebersamaan, persaudaraan, dan integrasi sosial lintas perbedaan agama. Konsep ini dimaknai sebagai simbol tiga agama besar, yaitu Islam, Kristen Protestan, dan Katolik, yang menjadi penopang keharmonisan kehidupan keluarga dan masyarakat. Makna simbolik tersebut tercermin secara nyata dalam arsitektur Masjid Pattimburak yang memadukan unsur bangunan masjid dan gereja, sehingga merepresentasikan nilai toleransi dan kerukunan antarumat beragama. Dalam perspektif pendidikan budaya, arsitektur Masjid Pattimburak berfungsi sebagai media pembelajaran kontekstual yang mentransmisikan nilai-nilai kearifan lokal, moderasi beragama, dan pendidikan multikultural kepada masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa kearifan lokal Satu Tungku Tiga Batu tidak hanya berperan sebagai identitas budaya, tetapi juga sebagai sumber nilai pendidikan yang relevan dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan damai.
Filosofi Pendidikan Ekopedagogi dalam Pembelajaran Sastra: Membangun Kesadaran Lingkungan Mahasiswa Melalui Puisi Theoresia Rumthe Wa Mirna
EDU-KATA Vol. 12 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Darul `Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/kata.v12i2.13252

Abstract

This study aims to describe the values ​​of ecopedagogy education philosophy contained in the poems by Theoresia Rumthe in her book "Mungkin Rumah Tak membawamu Pulang" and describe the implementation of ecopedagogy-based literature learning in building environmental awareness of Indonesian Language Education students at UIN A.M. Sangadji Ambon. This study uses a qualitative approach with a descriptive interpretive research type. The research data are in the form of words, phrases, lines, and stanzas in five poems by Theoresia Rumthe that contain ecopedagogy values. Data collection was carried out through library research, reading, and note-taking techniques. Data analysis used Greg Misiaszek's ecocritical-Freirean approach combined with Moacir Gadotti's ecopedagogy theory and Paulo Freire's critical pedagogy. The results of the study show that Theoresia Rumthe's poems contain values ​​of ecological awareness, human-nature relations, criticism of environmental damage, ecological sustainability, as well as ecological reflective and spiritual dimensions. These values ​​are reflected in ecological symbols such as land, sea, trees, sun, ponds, and plants, which represent the harmonious relationship between humans and the environment. Furthermore, the implementation of ecopedagogy-based literature learning through these poems fosters students' environmental awareness through dialogue, reflection, and contextualization. Literature learning not only enhances the poetry appreciation skills of Indonesian Language Education students at UIN A.M. Sangadji Ambon, but also fosters environmental awareness, ecological awareness, and critical thinking toward ecological issues and environmental sustainability in their surroundings.