Parihat, Parihat
Universitas Islam Bandung

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Komunikasi Nonverbal dalam Menanamkan Nilai Ibadah Salat pada Penyandang Tunarungu Hibalia Mawadda; Parihat Kamil
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 2, No.2, Desember 2022, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.vi.1208

Abstract

Abstract. Communication is an interaction involving information exchange, however, it is different for them who are having limitation in their hearing system, causing it to be obstructed. Furthermore, the limitation causes the difficulties to appear in processing verbal communication and perceiving conceptual language conveyed by others. Nevertheless, it does not diminish the obligation to learn Islam. The researcher conducted this study to aim: finding out nonverbal communication, obstacles, and SLBN Cicendo Kota Bandung's strategy in teaching. Qualitative methodology with descriptive approach is used in this research. The researcher also used observation, interview, and taking photos in gathering the data. The result of research reveals that nonverbal communication used by SLBN Cicendo Kota Bandung is involving body language, distance, intonation, touch, and clothes as artifactual. Nonverbal communication has obstacles as well for deaf students in implementing Islam values such as the students have not known arabic alphabets, lack of Islam religion teacher, environmental factor, and books for lessons. To solve these problems, there are strategies which can be used: producing prayer mats with recitation of prayers, giving reward, and school programs. Abstrak. Komunikasi adalah interaksi yang dalam pelaksanaanya terjadi proses pertukaran informasi. Namun berbeda dengan mereka yang memiliki keterbatasan pendengaran sehingga komunikasi yang dilakukan terhambat. Hal tersebut menyebabkan sulitnya proses komunikasi secara lisan dan mempersepsikan konseptual bahasa yang disampaikan oleh oranglain. Keterbatasan tersebut tidak menggugurkan kewajiban dalam mempelajari Islam. Penulis melakukan penelitian yang bertujuan: mengetahui komunikasi nonverbal, kendala, dan strategi yang digunakan di SLBN Cicendo Kota Bandung. Adapun metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil Penelitian yang didapatkan: komunikasi nonverbal yang digunakan di SLBN Cicendo yaitu melalui gerak tubuh, jarak, intonasi, sentuhan, dan pakaian sebagai artifaktual. Adapun Kendala komunikasi nonverbal pada tunarungu dalam menanaman nilai-nilai Islam yaitu sebagian siswa belum mengenal huruf hijaiyah, minimnya jumlah guru agama, faktor lingkungan, dan buku ajar. Terdapat strategi yaitu membuat sajadah yang bertuliskan bacaan salat, memberikan reward , dan program sekolah.
Dampak Pemisahan Kelas Berbasis Gender terhadap Komunikasi Antarpribadi dengan Lawan Jenis: Studi Kasus pada Ikatan Alumni PPI 76 Tarogong Garut Khansya Aqilla; Parihat Kamil
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 2, No.2, Desember 2022, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.vi.1431

Abstract

Abstract. The phenomenon of class separation is one of the rules that are often found in educational institutions in the form of Islamic boarding schools, the process is carried out by distinguishing learning spaces for men and women because of special restrictions that refer to Islamic teachings. This study aims to determine the impact of class separation on interpersonal communication skills. This study uses qualitative research using descriptive-analytical methods, as well as using interpersonal communication theory. This class separation is carried out based on the teachings of Islam, namely the Koran and the sunnah which stipulates that men and women are not allowed to be in the same environment. The learning process in accordance with Islamic teachings is not to provide space for students to ikhtilath. The impacts include the growing awareness within oneself that there are limits that must be maintained in establishing communication between men and women, while the negative impact is giving awkwardness when in the end you have to communicate with the opposite sex, and even causing excessive curiosity about the opposite sex. Abstrak. Fenomena pemisahan kelas adalah salah satu aturan yang sering dijumpai di lembaga pendidikan berupa pesantren, prosesnya dilakukan dengan membedakan ruang pembelajaran santri laki-laki dan perempuan sebab adanya pembatasan khusus yang mengacu pada ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan dari pemisahan kelas terhadap kemampuan komunikasi antarpribadi. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif-analitis, serta menggunakan teori komunikasi antarpribadi. Pemisahan kelas ini dilakukan dengan berlandaskan ajaran Islam yakni al-Quran dan sunah yang mensyari'atkan bahwa laki-laki dan perempuan tidak dibenarkan untuk berada dalam satu lingkungan. Proses pembelajaran yang sesuai dengan ajaran Islam ialah tidak memberikan ruang bagi peserta didiknya untuk berikhtilath. Dampak yang ditimbulkan diantaranya adalah tumbuhnya kesadaran dalam diri pribadi bahwa ada batasan yang harus dijaga dalam menjalin komunikasi antara laki-laki dan perempuan, sedangkan dampak negatifnya adalah memberikan kecanggungan ketika pada akhirnya harus melakukan komunikasi dengan lawan jenis, dan bahkan menimbulkan penasaran berlebih terhadap lawan jenis.
Analisis Isi Pesan Dakwah Da’i Muda Husain Basyaiban di Kalangan Remaja Pengguna TikTok Sintia Putri Andani; Parihat Kamil
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 3, No.2, Desember 2023, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v3i2.3006

Abstract

Abstract. This research explores the use of the TikTok social media platform as a method of Islamic preaching (dakwah), replacing traditional mosque-based learning. The TikTok account @Kadamsidik, with a large audience, serves as an effective platform for delivering dakwah messages to teenagers who are more inclined towards gadget-based activities. The study employs a qualitative descriptive method with data collection techniques such as documentation and observation. The findings, analyzed using Roland Barthes' Semiotic Analysis, reveal that Husain Basyaiban employs three dakwah methods: Al-Hikmah, Al-Mauidzah Al-Hasanah, and Al-Mujadalah bilati hiya al-ahsan. The dakwah messages in the TikTok content @Kadamsidik focus on the Islamic teachings trilogy: Aqidah, Syaria’h, and Akhlaq. The Syaria’h category stands out as the most dominant in the TikTok content. The implications of this research include the hope that students from the Faculty of Dakwah can conduct further analytical research across various media platforms such as videos, films, and books to enrich their knowledge. Additionally, it is encouraged for preachers (da'i) and the audience (mad'u) to utilize various social media networks, particularly TikTok, as a means to disseminate Islamic dakwah. Abstrak. Penelitian ini membahas penggunaan media sosial TikTok sebagai metode dakwah Islam, menggantikan pembelajaran di masjid. Akun TikTok @Kadamsidik, dengan audience yang besar, menjadi platform efektif untuk menyampaikan pesan dakwah kepada remaja yang cenderung lebih suka bermain gadget. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian menggunakan Analisis Semiotika Roland Barthes menunjukkan bahwa Husain Basyaiban menggunakan tiga metode dakwah: Al-Hikmah, Al-Mauidzah Al-Hasanah, dan Metode Al-Mujadalah bilati hiya al-ahsan. Pesan dakwah dalam konten TikTok @Kadamsidik terfokus pada trilogi ajaran Islam: Aqidah, Syaria’h, dan Akhlaq. Kategori video Syaria’h menjadi yang paling dominan. Implikasi penelitian ini mencakup harapan agar mahasiswa Fakultas Dakwah dapat melakukan penelitian analitis lebih lanjut dalam berbagai media, seperti video, film, dan buku, untuk memperkaya pengetahuan. Selain itu, para da'i dan mad'u diharapkan dapat memanfaatkan berbagai jejaring sosial, terutama TikTok, sebagai sarana untuk menyebarkan dakwah Islam.
Pengaruh Kegiatan Muhadharah terhadap Kemampuan Public Speaking Santri Pondok Pesantren Ahmad Zarkasyi Mukhtar; Parihat Kamil
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 4, No. 1, Juli 2024, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v4i1.3740

Abstract

Abstract: Muhadhoroh is a series of activities commonly held in Islamic boarding schools as a learning platform for students to develop their public speaking skills. However, some students still struggle to master effective public speaking despite participating in muhadhoroh activities. This research took place at Mitahul Khoir Islamic Boarding School in Dago, Bandung, located at Jl. Tubagus Ismail VIII No. 60. The objective of this study is to understand the form of the muhadhoroh program, supportive and inhibiting factors, and the influence of muhadhoroh activities on the public speaking abilities of students. The research utilizes a quantitative approach with a descriptive quantitative research design. Data collection techniques include questionnaires, specific interviews, observations, and documentation. The linear regression test results indicate that the calculated correlation coefficient (r 0.246) is higher than the table value (r 0.05), suggesting a significant influence of variable X on variable Y. Therefore, it can be concluded that muhadhoroh activities have a linear impact on the public speaking abilities of students at Pondok Pesantren Miftahul Khoir Dago, Bandung, with a clear linearity between the two variables. Abstrak: Muhadhoroh merupakan rangkaian kegiatan yang biasa diadakan di pondok pesantren sebagai media pembelajaran bagi para santri dalam menumbuh kembangkan kemampuan public speaking. Namun, dari kegiatan muhadhoroh diselenggarakan masih terdapat santri yang belum menguasai public speaking dengan mumpuni. Penelitian ini bertempat di Pondok Pesantren Mitahul Khoir Dago Bandung, Jl. Tubagus Ismail VIII No. 60. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk program kegitan muhadhoroh, faktor pendukung dan penghambat dan pengaruh kegiatan muhadhoroh terhadap kemampuan public speaking santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kuantitatif dengan jenis penelitian kuantitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan kuisioner dan wawancara khusus, observasi dan dokumentasi. Hasil perhitungan uji linearitas penelitian ini adalah r hitung > r table (r 0.246 > r 0.05) maka terdapat pengaruh antara variabel X terhadap variabel Y. Maka bahwasannya kegiatan muhadhoroh mempunyai pengaruh yang linear terhadap kemampuan public speaking pada santri di Pondok Pesantren Miftahul Khoir Dago Bandung dan terdapat linearitas antar dua variabelnya.
Pemanfaatan Aplikasi Media Sosial Instagram terhadap Pengembangan Media Dakwah di Masjid Al-Ikhlash Perumahan Cimareme Indah Kharisma Fadhlur Rahman; M. Wildan Yahya; Parihat Kamil
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i1.11222

Abstract

Abstract. The use of social media in preaching has become an increasingly important phenomenon in the context of religious communication. This study aims to analyze the use of the Instagram social media application for the development of da'wah media through the mosque's Instagram account @alikhlash.cimareme. The research was conducted using a qualitative and descriptive approach, involving data collection from observation, interviews, and analysis of social media content. The results of the study show that the management of the Al-Ikhlash Mosque uses social media as an effective means of da'wah. They spread inspirational religious messages and provide valuable information to the public through interesting content such as Al-Quran quotes, hadiths, short video lectures, infographics on religious knowledge, and inspirational stories. The strategy of collaboration with well-known scholars also brings great benefits, with the contribution of the scholars giving credibility to the religious messages being disseminated, attracting the attention of more congregations, and increasing the authority of content. In addition, this study also identified variations in the congregation's response to content on the Instagram social media account of the Masjid @alikhlash.cimareme, including positive responses, welcoming responses, neutral responses, critical responses, and participatory responses. Nonetheless, obstacles in the use of social media were also identified, especially in terms of account management that is centered on one individual. This research identified a wide range of opportunities in the use of social media, including wider reach, creative and interactive content, collaboration with communities and influencers, as well as the use of hashtags, feedback, and direct interaction. This research contributes to understanding the effectiveness of using social media in the context of preaching in mosques, with practical implications in designing more effective and creative da'wah strategies in the digital era. The conclusions and recommendations from this research can help mosque administrators, da'wah practitioners, and the Muslim community to better understand and utilize social media in spreading religious messages effectively. Abstrak. Pemanfaatan media sosial dalam dakwah telah menjadi fenomena yang semakin penting dalam konteks komunikasi agama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan aplikasi media sosial Instagram terhadap pengembangan media dakwah melalui akun Instagram masjid @alikhlash.cimareme. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan desktiptif, melibatkan pengumpulan data dari observasi, wawancara, dan analisis konten media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengurus Masjid Al-Ikhlash menggunakan media sosial sebagai sarana dakwah yang efektif. Mereka menyebarkan pesan-pesan agama yang inspiratif dan memberikan informasi berharga kepada masyarakat melalui konten-konten menarik seperti kutipan Al-Quran, hadist, video ceramah singkat, infografis pengetahuan agama, dan kisah-kisah inspiratif. Strategi kolaborasi dengan ulama terkenal juga membawa manfaat besar, dengan kontribusi ulama memberikan kredibilitas pada pesan-pesan agama yang disebarkan, menarik perhatian lebih banyak jemaah, dan meningkatkan otoritas konten. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi variasi respon jemaah terhadap konten yang ada pada akun media sosial Instagram Masjid @alikhlash.cimareme, termasuk respon positif, respon menyambut baik, respon netral, respon kritis, dan respon partisipatif. Meskipun demikian, hambatan dalam pemanfaatan media sosial juga teridentifikasi, terutama dalam hal manajemen akun yang terpusat pada satu individu. Penelitian ini mengidentifikasi peluang yang luas dalam pemanfaatan media sosial, termasuk jangkauan yang lebih luas, konten yang kreatif dan interaktif, kolaborasi dengan komunitas dan influencer, serta penggunaan hastag, feedback, dan interaksi langsung. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami efektivitas penggunaan media sosial dalam konteks dakwah di Masjid, dengan implikasi praktis dalam merancang strategi dakwah yang lebih efektif dan kreatif di era digital. Kesimpulan dan rekomendasi dari penelitian ini dapat membantu pengurus masjid, praktisi dakwah, serta komunitas Muslim untuk lebih memahami dan memanfaatkan media sosial dalam menyebarkan pesan-pesan agama secara efektif.
Analisis Isi Pesan Dakwah Dalam Akun Instagram @twitt.sunnah Dimas Subagja, Farhan; Chairiawaty; Parihat Kamil
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i1.11499

Abstract

Abstract. Researchers chose the social media Instagram, which is easy to use for various groups. Instagram can be used as a business medium, sharing photos, videos, post history. In terms of convenience, Instagram has the privacy of viewing profiles, separate photos, reels. Researchers are interested in conducting a more in-depth study of the background, this Instagram account is worthy of research, judging from the proportion of responses from its followers, 98% positive and 2% not. Judging from the content, the posts are in the form of motivation, in terms of Islamic values, namely morals, aqidah and sharia. The aim of this research is to find out the messages contained in the Instagram account @twitt.sunnah, namely faith, shari'ah and morals. The researcher used a qualitative descriptive analysis method with Roland Barthes' semiotic theory, then the results of the analysis were linked to the arguments of the Al-Quran and Hadith. This research method produces descriptive data findings in the form of words, not numbers. Overall, the results of the analysis can be concluded that the da'wah messages found on the Instagram account @twitt.sunnah can be classified, namely: 5 aqidah messages, 9 moral messages, 8 shari'ah messages.. Abstract. Peneliti memilih media sosial Instagram yaitu mudah digunakan berbagai kalangan. Instagram bisa dijadikan media bisnis, membagikan foto, video, riwayat postingan. Instagram dari segi kenyamanan mempunyai privasi melihat profil, memisahkan foto, reels. Peneliti tertarik melakukan kajian lebih mendalam yang melatar belakanginya, akun Instagram ini layak dijadikan penelitian, ditinjau dari proporsi respon dari followersnya 98% positif dan 2% nya tidak. Dilihat dari isi kontennya, postingannya berupa motivasi, segi nilai keislaman yaitu akhlak, akidah dan syariah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pesan yang terkandung dalam akun Instagram @twitt.sunnah yaitu akidah, syari’ah dan akhlak. Peneliti menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dengan teori semiotika Roland Barthes, kemudian hasil analisa dikaitkan dengan dalil-dalil Al-Quran dan Hadits. Metode penelitian ini menghasilkan temuan data deskriptif berupa kata-kata, bukan angka. Secara keseluruhan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa pesan dakwah yang ditemukan pada akun instagram @twitt.sunnah dapat digolongkan, yakni: 5 pesan aqidah, 9 pesan akhlak, 8 pesan syari'ah.
Trend Jilbab Mahasiswi Fakultas Dakwah Unisba dalam Berbusana Muslimah Syar'i Aulia Dinda Prayanti; Parihat Kamil; Wildan Yahya
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i1.11509

Abstract

Abstract. In contemporary times, the development of hijab models has been flourishing among Muslim women, including the female students of the Faculty of Da'wah at UNISBA. This phenomenon illustrates the diversity in choosing hijab designs in accordance with fashion trends and personal identity expressions. Meanwhile, the campus, as an Islamic educational environment, places special emphasis on the principles of Muslim women's attire, creating the need to understand how female students respond to hijab trends and to what extent their understanding of the principles of Islamic dress code is reflected in their fashion styles. This research aims to explore and describe hijab trends, syar'i hijab models, and the implementation of the principles of Muslim women's attire among female students. This qualitative research employs a descriptive study method, with data collected through interviews, observations, and documentation. The research findings indicate that the hijab trends among female students at the Faculty of Da'wah, UNISBA, are diverse, encompassing fashionable, ordinary, and syar'i styles. The adapted syar'i hijab models reflect awareness of Islamic values, emphasizing the covering of aurah, simplicity, and appropriate material selection. The implementation of the principles of Muslim women's attire varies, influenced by factors such as educational background, environment, and the level of religious faith among the students. Abstrak. Dewasa ini perkembangan model jilbab semakin berkembang di kalangan para muslimah, termasuk mahasiswi Fakultas Dakwah UNISBA. Fenomena ini menunjukkan adanya variasi dalam pemilihan desain jilbab sesuai dengan trend fashion dan ekspresi identitas. Sementara itu kampus sebagai lingkungan pendidikan Islam menempatkan perhatian khusus pada kaidah berbusana muslimah, sehingga menciptakan kebutuhan untuk memahami bagaimana mahasiswi menanggapi tren jilbab dan sejauh mana pemahaman terhadap kaidah berbusana muslimah syar'i tercermin dalam gaya berbusana mereka.Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan mendeskripsikan trend jilbab, model jilbab syar'i, serta implementasi kaidah berbusana Muslimah syar'i di kalangan mahasiswi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, sedangkan metode penelitian ini adalah studi deskriptif. Pengumpulan data diambil melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa trend jilbab mahasiswi Fakultas Dakwah UNISBA sangat beragam, mencakup gaya modis, biasa, dan syar’i. Model jilbab syar'i yang diadaptasi mencerminkan kesadaran akan nilai-nilai Islam, dengan memperhatikan penutupan aurat, kesederhanaan, dan pemilihan material yang sesuai. Implementasi kaidah berbusana Muslimah syar'i beragam, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti latar belakang pendidikan, lingkungan, dan tingkat keimanan mahasiswi.
Analisis Konten Tentang Toleransi Beragama dalam Dakwah Habib Husein Ja’far Al Hadar di Channel Youtube Jeda Nulis Jauhari, Muhamad Luthfi; Wildan Yahya; Parihat Kamil
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i1.11518

Abstract

Abstract. Islam is known as a peaceful, compassionate, tolerant, and benevolent religion. However, recent phenomena such as acts of intolerance, radicalism, and terrorism have tarnished the image of Islam. This research aims to analyze the views of Muslims on religious tolerance in the preaching of Habib Husein Ja’far Al Hadar on the YouTube channel Jeda Nulis. The method used is qualitative descriptive because it can reveal and analyze empirical phenomena that occur in the field, with a qualitative approach, and three data collection techniques: observation, interviews, and documentation. The data analysis technique uses Harold Lasswell's theory because it includes communication, with Habib Husein Ja’far Al Hadar as the communicator, subscribers as the audience, YouTube as the preaching media, the preaching message obtained from watching Habib Husein Ja’far Al Hadar’s videos, and the effect where the conveyed message has an impact on the viewers. The results of this study show that the values of tolerance reflected in the videos include embracing diversity and unity amid differences, mutual respect and honor despite diversity, avoiding judgment and condemnation, and no coercion in matters of religion. Being different in beliefs is not an obstacle to coming together in humanity, aligning with Indonesia's national motto, Bhineka Tunggal Ika, which means unity in diversity. Abstrak. Islam dikenal sebagai agama yang damai, penuh kasih sayang, toleran, dan cinta kebaikan. Fenomena-fenomena tindakan intoleransi, paham radikalisme, dan terorisme telah merusak citra Islam belakangan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pandangan umat Islam tentang toleransi beragama dalam dakwah Habib Husein Ja’far Al Hadar di channel youtube Jeda Nulis. Metode yang digunakan metode deksriptif kualilatif karena metode ini mampu mengungkapkan dan menganalisis fenomena empirik yang terjadi di lapangan, dengan pendekatan kualitatif, serta dengan tiga teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teori Harlod Laswell karena pada teori ini terdapat komunikasi yaitu Habib Husein Ja’far Al Hadar, lalu ada mad’u yaitu subscriber, media yaitu youtube sebagai media dakwah, pesan dakwah yaitu pesan yang didapat setelah melihat konten pada video Habib Husein Ja’far Al Hadar, dan ada efek dimana pesan yang disampaikan memiliki efek pada para penonton. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa nilai-nilai toleransi yang tercermin. dalam video tersebut adalah adanya perbedaan di tengah keberagaman juga bisa bersatu. Saling menghargai dan menghormati meskipun berada di tengah perbedaan. Tidak saling menghakimi dan menghujat serta tidak ada paksaan dalam hal beragama. Berbeda secara keyakinan bukan halangan untuk bersama dalam hal kemanusiaan. Hal ini sejalan dengan semboyan bangsa Indonesia yaitu Bhineka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu juga.
Pola Komunikasi Ustadz Komaruddin dalam Membina Akhlak Remaja Masjid Al-Kaafi Kelurahan Babakan Sari Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung Muchlis Dzulhijjah Rachmat; Bambang Saiful Ma'arif; Parihat Kamil
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i1.11822

Abstract

Abstract. The background to this research problem is how Ustadz Komaruddin uses communication patterns in developing the morals of Al-Kaafi Mosque teenagers. The aim of this research is to determine the Communication Patterns of Ustadz Komaruddin in the Development of Adolescent Morals at the Al-Kaafi Mosque, Babakan Sari Village, Kiaracondong District, Bandung City. This type of research is qualitative, while the research method is descriptive research. The data collection techniques are interviews, observation and documentation. The results of this research still show that the secondary communication pattern from Harold D. Lasswell's formulation is that there are religious figures who discuss religious knowledge, including morals. Various programs from the Mosque Youth Association organization have had an impact in the form of changing teenagers who are often disobedient to rarely disobedient. Those who used to often say harsh words now no longer say harsh words. Those who were previously dating are no longer dating. Abstrak. Latar belakang masalah penelitian ini adalah bagaimana Ustadz Komaruddin menggunakan pola komunikasi dalam membina akhlak Remaja Masjid Al-Kaafi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Pola Komunikasi Ustadz Komaruddin Dalam Membina Akhlak Remaja Masjid Al-Kaafi Kelurahan Babakan Sari Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, sedangkan metode penelitian ini adalah studi deskriptif. Teknik pengumpulan datanya adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini masih terlihat bahwa pola komunikasi sekunder dari formula Harold D. Lasswell yaitu ada Tokoh Agama yang mengatakan perihal Ilmu Agama, termasuk Akhlak. Berbagai program dari organisasi Ikatan Remaja Masjid telah memberikan dampak berupa perubahan remaja yang sering membangkang menjadi jarang membangkang. Mereka yang dahulu sering berkata kasar kini tak lagi berkata kasar. Mereka yang sebelumnya berpacaran kini tidak lagi berpacaran.
Pengaruh Game Online Free Fire terhadap Perilaku Ibadah Sholat Anak-Anak Madrasah Kelurahan Malabar Muhammad Faisal Alamul Huda; Rodliyah Khuza’i; Parihat Kamil
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 1 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i1.12193

Abstract

Abstract. The activity of playing online games has seen a significant increase in recent years, parallel to the rapid development of technology. Online games continue to evolve with increasingly sophisticated features. This research aims to identify the extent of the influence of playing online games on the behavior of adolescent prayer practices. The study employs a quantitative method, where data is analyzed using statistics with the assistance of the SPSS 23 data processing application. The research population includes all Islamic boarding schools in Cipaera, Malabar Village. Considering the large population, the researcher selected a sample from the Muslimin Islamic boarding school in Cipaera, Malabar Village. Data collection methods involve questionnaires, observations, interviews, and documentation. Data analysis techniques include quantitative descriptive analysis, correlation analysis, simple linear regression analysis, coefficient of determination, and hypothesis testing. Data is analyzed using descriptive analytical methods. The research findings indicate that the use of online games, particularly Free Fire, has a significant impact on the behavior of prayer practices among students of Islamic boarding schools in Malabar Village. As much as 80.2% of prayer behavior is influenced by the intensity of online gaming. This influence is negative, causing students to tend not to perform prayers on time, prioritize playing online games over religious obligations, feel lazy in performing prayers, lack awareness of prayer responsibilities, and neglect the quality of prayer performance. This research provides important insights into the impact of playing online games on the religious aspect of adolescents. The implications of these findings can serve as a basis for the development of educational strategies or interventions aimed at guiding adolescents in balancing online gaming activities and fulfilling religious duties. Furthermore, future research could explore additional factors that may affect prayer behavior in a broader population. Abstrak. Aktivitas bermain game online dalam beberapa tahun ini terus meningkat. Game online semakin berkembang seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh bermain game online terhadap perilaku pelaksanaan ibadah shalat remaja. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, dimana analisis datanya diproses dengan menggunakan statistika dengan dibantu aplikasi pengolahan data yaitu SPSS 23. Populasi yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh madrasah diniyah di Cipaera kelurahan Malabar. Melihat banyaknya populasi maka peneliti mengambil sampel di madrasah Muslimin Cipaera kelurahan Malabar. Metode pengumpulan data adalah kuisioner, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif meliputi analisis korelasi, analisis regresi linear sederhana, koefisien determinasi dan uji hipotesis. Data dianalisa dengan metode deskriptif analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan game online sangat berpengaruh terhadap perilaku ibadah sholat anak-anak madrasah diniyah kelurahan Malabar. Pengaruh Perhitungan pada penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan game online free fire yang tinggi dapat mempengaruhi terhadap ibadah sholat anak-anak madrasah di kelurahan malabar sebesar 80,2%. Pengaruh yang ditimbulkan adalah pengaruh negatif. Bermain game online membuat anak-anak madrasah tidak melaksanakan shalat diawal waktu, lebih mendahulukan bermain game online daripada melaksanakan ibadah shalat di awal waktu, malas dalam melaksanakan ibadah shalat, tidak memiliki kesadaran untuk melaksanakan ibadah shalat terhadap kaifiah dalam pelaksanakan ibadah shalat.