Parihat, Parihat
Universitas Islam Bandung

Published : 26 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Metode Dakwah Para Ulama dalam Meluruskan Aqidah Masyarakat Pelaku Nadran di Desa Ciparagejaya Kecamatan Tempuran Kabupaten Karawang Aghasi Indah Saputri; Ida Afidah; Parihat Kamil
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.13603

Abstract

Abstract. There is a phenomenon of Nadran tradition in Ciparagejaya Village, Tempuran Subdistrict, Karawang Regency which is still a syncretism between tradition and religion. The community still carries out the process of float the buffalo head along with its innards which deviates from the teachings of Islam. Based on this phenomenon, the problems in this study are formulated as follows: (1) How is the sea Nadran tradition in Ciparagejaya Village, Tempuran Subdistrict, Karawang Regency? (2) How is the Ulama's da'wah method in straightening the faith of the Nadran community in Ciparagejaya Village, Tempuran Subdistrict, Karawang Regency? This type of research uses qualitative methods with descriptive analysis. The data collection techniques used in this research are interviews, observation, and documentation. The data analysis technique used in this research is data described in three flows, namely, data reduction, data presentation, and conclusion drawing or verification. The purpose of this research is to find out how the Ulama's da'wah method in straightening the aqidah of the Nadran perpetrator community, using the theory of da'wah methods based on Q.S An-Nahl: 125. The results of this study indicate that the Ulama apply the theory of the da'wah method, as evidenced by the Nadran tradition in Ciparagejaya Village at this time there has been a change in the procedure for its implementation, the Nadran tradition which was originally carried out for rah-hura only and using mantras from Hindu-Buddhism. Now it has been packaged to be more Islamic. and filled with social religious activities such as tabligh akbar, mass circumcision, mass marriage, compensation for orphans, poor people, and the elderly. Abstrak. Terdapat fenomena tradisi Nadran di Desa Ciparagejaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang yang masih merupakan sinkretisme tradisi dan agama. Masyarakat masih melakukan proses pelarungan kepala kerbau dan jeroannya, yang menyimpang dari ajaran agama Islam. Berdasarkan fenomena tersebut, maka permasalahan dalam penelitian ini dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana tradisi Nadran laut di Desa Ciparagejaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang? (2) Bagaimana metode dakwah Ulama dalam meluruskan aqidah masyarakat pelaku Nadran di Desa Ciparagejaya, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Karawang?. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan deskriptif analisis. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data diuraikan menjadi tiga alur yaitu, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bagaimana metode dakwah Ulama dalam meluruskan aqidah masyarakat pelaku Nadran, menggunakan teori metode dakwah yang berlandaskan pada Q.S An-Nahl: 125. Hasil dari penelitian ini para Ulama menerapkan teori metode dakwah tersebut, dibuktikan dengan tradisi Nadran di Desa Ciparagejaya saat ini sudah terdapat perubahan tata cara pelaksanaannya, tradisi Nadran yang awalnya dilaksanakan untuk hura-hura saja dan menggunakan mantra-mantra dari agama Hindu-Budha. Sekarang sudah dikemas menjadi lebih Islami. dan diisi dengan kegiatan-kegiatan sosial keagamaan seperti tabligh akbar, sunatan massal, nikahan massal, santunan yatim piatu, dhuafa, dan kaum jompo.
Peran Pengurus Divisi Pendidikan dalam Meningkatkan Akhlakul Karimah Santri di Pondok Pesantren Manbaul’ulum Assalafiyah Wanayasa Purwakarta Entang Siti Muliani; Ida Afidah; Parihat Kamil
Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication Vol. 4 No. 2 (2024): Bandung Conference Series: Islamic Broadcast Communication
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsibc.v4i2.13972

Abstract

Abstract. Today’s youth are ignorant of the social issues around them. Promiscuity, juvenile delinquency,ldruglabuse, and sex are all things that have affected modern teenagers. In the midst of a moral crisis,lthe Islamic Boarding School is a place for moral development. The purpose of the study was to find out the programs in the Boarding School to improve the morals of itslstudents, to find out the role of the board in improving the morals oflits students, and to find out the supportingland inhibiting factors used by the board in improving the morals oflthe students. This research uses descriptivenqualitative methods. Islamic Boarding School programs in improving the morals of its students, namely the program of studying book of akhakullbanin and studying shariyahan activities. The managementlhelps programs and activities that aim to improve akhlakul karimah. Thus, the role of the management is included in the active role category, where hey help their students improve their morals through various activities and supervision. Supporting factors from the santri guardian, and providing comfortable facilities. The inhibiting factors are the students' own culture. Abstrak. Generasi muda saat ini tidak peduli dengan masalah sosial di sekitar mereka. Pergaulan bebas, kenakalanlremaja, penyalah gunaan narkoba, danlseks adalah semua hal yang telah mempengaruhi remaja modern. Ditengah krisis akhlak, Pondok Pesantren sebagai wadah pembinaan akhlak. Tujuan penelitian untuk mengetahui program yang adandi Pondok Pesantren untuk meningkatkanlakhlak santrinya, untuk mengetahui peran pengurusldalam meningkatkan akhlak santrinya, danluntuk mengetahui faktor pendukung danlpenghambat yang digunakan oleh pengurus dalam meningkatkan akhlak santri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Program-program Pondok Pesantren dalam meningkatkan Akhlak santrinya, yaitu program mengkaji kitab akhakul banin dan mengkajilkegiatan syariyahan. Pengurus membantu lprogram dan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan akhlakul karimah. Dengan demikian, peran pengurus termasuk dalam kategori peran aktif, dimana mereka membantu santrinya meningkatkan akhlak melalui berbagai kegiatan dan pengawasan. Faktor yanglmendukung dari walilsantri, dan menyediakan fasilitas yang nyaman. Faktor penghambat adalah budaya santri sendiri.
Studi Fenomenologi Tokoh Agama Islam dan Kristen di Kampung Toleransi Gang Luna Dimas Muhammad Zidan Abdullah; Parihat Kamil
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 4, No. 2, Desember 2024, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v4i2.5191

Abstract

Abstract. Kampung Toleransi in Gang Luna, Bandung, serves as a tangible example of efforts to maintain diversity. This community reflects harmony among residents of various ethnicities, races, and religions. This study aims to explore the portrait of interfaith harmony, the experiences of Islamic and Christian religious leaders, and their interpretation of religious harmony. Using a phenomenological approach, the findings highlight three main points. First, interfaith harmony in Gang Luna has existed peacefully and harmoniously even before it was officially designated as a Kampung Toleransi. Residents have established a foundation of harmony within a multi-ethnic and multi-religious society. Second, the experiences of religious leaders reveal mutual respect, understanding, and efforts to educate their communities to live peacefully. Third, the meaning of religious harmony, according to these leaders, includes the freedom to practice beliefs without judgment. In terms of social interactions (muamalah), strong cooperation is evident through mutual assistance, community service, and joint celebrations such as independence commemorations. Abstrak. Kampung Toleransi di Gang Luna, Kota Bandung, menjadi contoh nyata upaya menjaga keberagaman. Kampung ini mencerminkan kerukunan antarwarga dari berbagai suku, ras, dan agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap potret kerukunan umat beragama, pengalaman tokoh agama Islam dan Kristen, serta makna kerukunan menurut kedua tokoh tersebut. Dengan pendekatan fenomenologi, hasil penelitian menunjukkan tiga poin utama. Pertama, kerukunan umat beragama di Gang Luna telah berjalan damai dan harmonis bahkan sebelum diresmikan sebagai Kampung Toleransi. Warga telah membangun fondasi keharmonisan di tengah masyarakat multi etnis dan agama. Kedua, pengalaman tokoh agama menunjukkan saling menghargai, saling menghormati, dan memberikan pemahaman kepada umat untuk hidup damai. Ketiga, makna kerukunan menurut tokoh agama melibatkan kebebasan dalam aspek aqidah dan ibadah tanpa saling menghakimi. Dalam aspek muamalah, terjalin kerja sama erat melalui gotong royong, tolong menolong, kegiatan sosial, dan perayaan bersama seperti tasyakur agustusan.
Religious Tolerance and Authentic Coexistence in Indonesian Urban Society Parihat, Parihat
Religió Jurnal Studi Agama-agama Vol. 14 No. 2 (2024): September
Publisher : Department of Religious Studies, Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Sunan Ampel State Islamic University Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/religio.v14i2.2970

Abstract

This research elucidates religious tolerance in Bandung, as an Indonesian urban context. The research integrates cultural, social, and philosophical insights to uncover the dynamics of tolerance as both a communal practice and an individual ethical commitment. This study employs a qualitative approach, utilizing observation, interviews, and documentation as its primary data collection methods. The key informants for this research are members of the FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama, or Interreligious Harmony Forum), representing the Islamic, Christian, and Confucian traditions. The research employed a descriptive, interpretive, and existential framework to analyze the data and investigate the authenticity and rationality of urban religious tolerance. The study revealed that the Kampung Toleransi (Tolerance Villages) in Bandung were shaped by three key factors: Sundanese cultural roots, urban pluralism, and existential dynamics. From an existentialist perspective, authentic tolerance emerges from conscious and rational choices that transcend societal pressures and conditional acceptance. This phenomenon is consistent with existential principles emphasizing freedom, ethical autonomy, and recognizing life’s resources.
Metode Dakwah pada Akun Instagram @halalcorner tentang Gaya Hidup Halal Utami, Sarah; Parihat Kamil; Ahmad Mudakir
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v5i2.8303

Abstract

Abstract. The development of digital technology has driven the transformation of Islamic preaching through the use of Instagram social media. This study aims to examine the Instagram account @halalcorner, a non-governmental organization (NGO) with legal status (AHU-0011101.AH.01.04), focusing on da'wah content themed around the halal lifestyle, particularly critical issues related to food and beauty or personal care, reviewed from the perspective of the da'wah methods used. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques in the form of observation, interviews, and documentation. Data analysis is carried out through content analysis which includes reduction, presentation, and data verification. The study examined eight posts published between March and June 2025, referring to Moh. Ali Aziz's theory of da'wah methods, namely hikmah, mau'idzah hasanah, and mujadalah. The results showed that in content related to critical issues in food and beauty/personal care, there was variation in the use of da'wah methods, either two or three methods. These findings indicate that the Instagram account @halalcorner is able to convey da'wah in a logical, persuasive, and dialogical manner, making it effective as a means of da'wah. Abstrak. Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi dakwah Islam melalui pemanfaatan media sosial Instagram. Penelitian ini bertujuan mengkaji akun Instagram @halalcorner, sebuah organisasi nonpemerintah (NGO) yang memiliki legalitas hukum (AHU-0011101.AH.01.04), dengan fokus pada konten dakwah bertema gaya hidup halal, khususnya titik kritis makanan serta kecantikan atau perawatan diri, ditinjau dari metode dakwah yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui analisis isi yang meliputi reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Penelitian mengkaji delapan unggahan yang dipublikasikan pada periode Maret–Juni 2025 dengan merujuk pada teori metode dakwah Moh. Ali Aziz, yaitu hikmah, mau‘idzah hasanah, dan mujadalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konten titik kritis makanan dan kecantikan/perawatan diri terdapat variasi penggunaan metode dakwah, baik dua maupun tiga metode. Temuan ini menunjukkan bahwa akun Instagram @halalcorner mampu menyampaikan dakwah secara logis, persuasif, dan dialogis sehingga efektif sebagai sarana dakwah.
Analisis Isi Pesan Akidah pada Whatsapp Group Hijrah Fisabilillah Armyfa, Dhea Riza; Parihat Kamil; Sausan Muhammad Sholeh
Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam Volume 5, No. 2, Desember 2025, Jurnal Riset Komunikasi Penyiaran Islam (JRKPI)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrkpi.v5i2.8336

Abstract

Abstract. In this era the social media is widely used as a tool of Islamic preaching (dakwah), namely WhatsApp Groups as one of the platforms for religious communication. The group of Hijrah Fisabilillah is a digital community where actively disseminates the messages in relation  to Islamic creed (akidah). This study aims to analyze the content of akidah messages in the group which is based on Bernard Berelson’s theory, this study includes the message categories, patterns of message delivery, and the message tendencies. This research uses a qualitative method with a content analysis approach. The data were collected through documentation during the month of Ramadan 1446 H/2025 CE. The results show that the akidah messages in this group comprehensively reflect the teachings of tauhid, including rububiyah, uluhiyah, and asma’ wa sifat in the WhatsApp Group. The delivery patterns are concerning such as narrative, persuasive, and educational, while the message tendencies emphasize the introspective calls and the strengthening of tauhid. In conclusion, the WhatsApp Group of Hijrah Fisabilillah serves as an effective medium for dakwah, positively and interactively shaping the members’ understanding of akidah. Abstrak. Di era ini , media sosial banyak digunakan sebagai sarana dakwah Islam, salah satunya adalah Grup WhatsApp sebagai platform komunikasi keagamaan. Grup Hijrah Fisabilillah merupakan komunitas digital yang aktif menyebarkan pesan-pesan yang berkaitan dengan akidah Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis isi pesan akidah dalam grup tersebut berdasarkan teori Bernard Berelson, yang mencakup kategori pesan, pola penyampaian pesan, dan kecenderungan isi pesan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Data dikumpulkan melalui dokumentasi selama bulan Ramadhan 1446 H/2025 M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pesan-pesan akidah dalam grup ini secara menyeluruh mencerminkan ajaran tauhid, yang meliputi tauhid rububiyah, uluhiyah, dan asma’ wa sifat. Pola penyampaian pesan yang digunakan meliputi naratif, persuasif, dan edukatif, dengan kecenderungan pesan yang menekankan ajakan untuk introspeksi dan penguatan tauhid. Kesimpulannya, Grup WhatsApp Hijrah Fisabilillah menjadi media dakwah yang efektif dalam membentuk pemahaman akidah anggota secara positif dan interaktif.