Ahmad Badawi Saluy
Universitas Paramadina, Jakarta, Indonesia

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Proses Adaptasi Tenaga Kerja Asing Pada Budaya Indonesia (Literature Review) Darsidik Darsidik; Didin Hikmah Perkasa; Ahmad Badawi Saluy
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Juli - Agustus 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v6i6.5513

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses adaptasi budaya yang dialami oleh tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Indonesia, serta dampaknya terhadap hubungan industrial dan kerjasama berkelanjutan antara TKA dan tenaga kerja lokal. Dalam konteks globalisasi, peningkatan jumlah TKA di Indonesia menuntut pemahaman dan penghormatan terhadap norma, nilai, dan budaya lokal guna menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan produktif. Pengunaan tenaga kerja asing di indonesia juga bukan merupakan hal yang baru dilakukan terjadi. Kerjasama ini telah dilakukan sejak jaman kerajaan, jaman penjajahan, proklamasi, orge lama, ordebaru hingga hari ini masa reformasi  yang masih dilakukan hingga saat ini. Penelitian ini menggunakan studi literatur review yang dilakukan beberapa penetian terdahulu. Perbedaan dalam gaya bahasa, gaya komunikasi, nilai kerja, dan norma sosial adalah masalah utama dalam adaptasi budaya, menurut hasil penelitian. Kesiapan budaya, keterbukaan terhadap perbedaan, dan dukungan dari manajemen dan rekan kerja adalah semua faktor yang mempengaruhi keberhasilan adaptasi. Selain itu, penelitian ini menekankan betapa pentingnya kebijakan perusahaan dan pemerintah dalam menyediakan pelatihan budaya, program mentoring, dan sarana komunikasi untuk membantu TKA beradaptasi. Pedoman Pelaksanaan Hubungan Industrial bagi TKA, yang dikeluarkan oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, adalah contoh penting untuk menciptakan interaksi sosial yang sehat di tempat kerja. Jadi, adaptasi budaya yang baik antara TKA dan tenaga kerja lokal tidak hanya meningkatkan produktivitas dan kepuasan kerja, tetapi juga meningkatkan kerja sama yang berkelanjutan untuk mencapai tujuan pembangunan nasional.
Strategi Manajemen Sumber Daya Manusia Dalam Mendorong Kesetaraan Gender di Tempat Kerja: Sebuah Literature Review Filzah Lutfiah Sakti; Sela Sri Mulyani; Didin Hikmah Perkasa; Ahmad Badawi Saluy
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Juli - Agustus 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v6i6.5536

Abstract

Sejalan dengan upaya untuk mencapai SDGs poin ke-5, kesetaraan gender di tempat kerja semakin menjadi perhatian global. Manajemen sumber daya manusia (HRM) memainkan peran penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang ramah gender. Selama periode antara tahun 2015 dan 2024, penelitian ini mengumpulkan informasi dari berbagai jurnal, artikel ilmiah, dan laporan internasional untuk mempelajari bagaimana strategi-strategi MSDM berkontribusi pada peningkatan kesetaraan gender. Studi ini menemukan lima fokus utama SDM: pelatihan kesadaran gender, rekrutmen dan seleksi inklusif, manajemen kinerja yang obyektif, pengembangan kepemimpinan perempuan, dan kebijakan work-life balance. Informasi ini diperoleh melalui pencarian dari database seperti Google Scholar, Scopus, dan ProQuest menggunakan kata kunci terkait. Dengan menerapkan strategi-strategi ini, jumlah perempuan yang menduduki posisi manajemen meningkat sebesar 23% dan disparitas upah menurun sebesar 15%. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan MSDM yang inklusif dan terencana memiliki kemampuan untuk membawa perubahan nyata dalam menciptakan tempat kerja yang lebih adil dan setara.
Model Budaya dalam Sistem Komunikasi Horenso untuk Meningkatkan Efektivitas Kerja Karyawan Lokal di Perusahaan Multinasional Dwi Budiyati; Didin Hikmah Perkasa; Ahmad Badawi Saluy
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Juli - Agustus 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v6i6.5668

Abstract

Artikel ini menganalisis urgensi penerapan model budaya Horenso (Houkoku, Renraku, Soudan) untuk meningkatkan efektivitas kerja karyawan lokal di perusahaan multinasional. Globalisasi yang pesat menciptakan lingkungan multikultural, menimbulkan hambatan komunikasi akibat perbedaan bahasa, norma sosial, dan gaya komunikasi, yang memengaruhi produktivitas. Horenso, sebagai pilar penting budaya kerja Jepang yang mengutamakan pelaporan, informasi, dan konsultasi yang transparan, kerap menghadapi kendala implementasi di perusahaan multinasional akibat kesenjangan budaya dan minimnya adaptasi terhadap norma komunikasi lokal. Hal ini ditemukan oleh Chau et al. (2023) serta Fatimah et al. (2024). Penelitian ini mengidentifikasi bahwa pendekatan universal Horenso dapat menghambat komunikasi terbuka karyawan lokal, mengurangi efektivitas kerja. Sebagai contoh, studi survei yang dilakukan oleh Handayani et al. (2024) menunjukkan bahwa siswa analogi karyawan lokal lebih sering melaporkan masalah kepada teman dekat (58%) daripada ketua kelas (27%) atau wali kelas (15%), menggambarkan preferensi mereka terhadap lingkungan yang lebih nyaman dan informal. Tantangan komunikasi lintas budaya pada perusahaan multinasional mencakup perbedaan budaya, etnosentrisme, persepsi, dan etika, seperti yang diungkapkan oleh Fatimah et al. (2024). Tujuan artikel adalah mengidentifikasi dan menganalisis model budaya Horenso yang efektif, mampu mengintegrasikan aspek budaya lokal. Secara teoretis, ini memperkaya literatur komunikasi antarbudaya dan adaptasi model asing. Secara praktis, artikel ini menawarkan panduan konkret bagi perusahaan multinasional untuk implementasi Horenso yang lebih efektif, meningkatkan efisiensi, mengurangi kesalahpahaman, dan mendorong kinerja organisasi. Menurut Kuswara et al. (2024), integrasi komunikasi Horenso, budaya kerja Kaizen, dan manajemen pengetahuan secara signifikan meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja perusahaan.
Kesejahteraan Tenaga Kerja Internasional dan HRIS Internasional Tessa Mardhana; Didin Hikmah Perkasa; Ahmad Badawi Saluy
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Juli - Agustus 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v6i6.5696

Abstract

Kesejahteraan tenaga kerja internasional dan peran strategis Human Resource Information System (HRIS) Internasional dalam pengelolaannya. mengidentifikasi adanya kebijakan, isu kritis, serta peran teknologi dalam mendukung kesehatan, keselamatan, dan keseimbangan kehidupan kerja karyawan global. Kompleksitas dalam standarisasi kebijakan kesejahteraan, urgensi manajemen risiko dan krisis bagi ekspatriat, serta potensi besar HRIS dalam mendukung fungsi IHRM dan kesejahteraan, dihadapkan pada tantangan implementasi. Temuan ini menunjukkan bahwa perusahaan perlu untuk memberikan persiapan dan dukungan yang komprehensif dan terintegrasi dalam IHRM.
Pengaruh Beban Kerja dan Lingkungan Kerja terhadap Turnover Intention di PT XYZ Meitri Apriliani; Ahmad Azmy; Ahmad Badawi Saluy
Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (Juli - Agustus 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jemsi.v6i6.5720

Abstract

Perusahaan industri pariwisata dan perhotelan (termasuk agen perjalanan) menghadapi tantangan turnover, sehingga perlu dilakukan evaluasi untuk mencegah peningkatan jumlah turnover karyawan dengan mengevaluasi turnover intention. Banyak faktor dapat mempengaruhi turnover intention. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh beban kerja dan lingkungan kerja terhadap turnover intention. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan yang bekerja di PT Global Tiket Network (tiket.com) dan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik Simple random sampling berjumlah 152 responden. Analisis data dengan metode analisis Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS). Hasil penelitian didapatkan bahwa beban kerja (? = 0,304; t-statistik = 3,821; p-values < 0,001) berpengaruh positif terhadap turnover intention dan lingkungan kerja (? = -0,245; t-statistik = 3,342; p-values < 0,001) berpengaruh negatif terhadap turnover intention, serta. Rekomendasi penelitian ini, perusahaan perlu memperhatikan faktor beban kerja yang diterima karyawan dan kualitas lingkungan kerja organisasi untuk mencegah turnover intention karyawan.