Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Revitalisasi Elemen Fisik Kawasan Melalui Redesain Gate, Jalur Pedestrian dan Street Furniture di Kampung Kauman Heritage Banyumas Setiawan Dudi Prasetio; Iola Abi Gail; Erik Wahyu Palguna; Naufal Kresna Diwangkara
Babakti: Journal of Community Engangement Vol 3 No 2 (2026): Oktober
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v3i2.13222

Abstract

Kampoeng Kauman Heritage di Desa Sudagaran, Banyumas, merupakan desa wisata rintisan yang kaya akan potensi sejarah dan budaya, namun beberapa elemen infrastruktur pendukungnya belum optimal dalam merepresentasikan identitas kawasan. Tantangan utamanya adalah desain dua gerbang penanda yaitu Gate utama dan Gate Kepatihan yang sudah ada namun belum selaras dengan citra Heritage yang diusung. Selain itu, kondisi jalur Pedestrian yang belum tertata dan minimnya Street Furniture juga mengurangi kualitas pengalaman wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan redesain Gate utama dan Gate Kepatihan, serta merancang jalur Pedestrian yang terintegrasi dengan Street Furniture untuk memperkuat identitas visual serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan. Metode pelaksanaan meliputi survei kondisi eksisting, analisis kebutuhan, perancangan konsep, serta diskusi partisipatif dengan masyarakat. Hasil kegiatan ini adalah tiga konsep perancangan utama: (1) Redesain Gate Utama sebagai ikon kawasan; (2) Redesain Gate Kepatihan sebagai penanda zona historis; serta (3) Desain terintegrasi Jalur Pedestrian dan Street Furniture yang fungsional dan estetis. Konsep perancangan tersebut menghasilkan arahan desain yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan kawasan Kampoeng Kauman Heritage. Oleh karena itu, pemerintah desa dan pengelola kawasan direkomendasikan untuk mengimplementasikan desain secara bertahap melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait guna memperkuat identitas visual kawasan, meningkatkan kualitas pengalaman wisata, serta mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
A Study of Spatial Connectivity in Banyumas Old Town Using Space Syntax Setiawan Dudi Prasetio
Journal Of Architectural Design & Technology Vol. 1 No. 2 (2025): Oktober-Desember, Hal: 1-60
Publisher : Universitas Ichsan Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65524/teras.v1i2.146

Abstract

Banyumas Old Town is a heritage asset that reflects the history and urban development of Banyumas Regency. To date, urban dynamics often change the existing spatial configuration in the city, which directly impacts vitality and accessibility. Understanding spatial connectivity is crucial for the preservation and sustainable development of historic areas. This study aims to quantitatively analyze the elements of city image in the form of paths and nodes in the level of spatial connectivity in the Banyumas Old Town area. The main method used is space syntax. This approach studies the regional road network using axial line and visual graph analysis (VGA) for analysis. The key parameters for quantitative calculations include integration, connectivity, and choice. The analysis revealed that not all spaces in Banyumas Old Town have a good level of connectivity. Main corridors were found with high global integration values, which function as the backbone of circulation and commercial activities. Conversely, several zones with important historical value actually show low local integration values, indicating spatial segregation. These findings objectively map the spatial hierarchy and functional potential of the area. The implication is that the revitalization strategy or design direction in Banyumas Old Town can be directed in accordance with the city's image to increase economic and social vitality without including efforts to preserve its historical value.