Kampoeng Kauman Heritage di Desa Sudagaran, Banyumas, merupakan desa wisata rintisan yang kaya akan potensi sejarah dan budaya, namun beberapa elemen infrastruktur pendukungnya belum optimal dalam merepresentasikan identitas kawasan. Tantangan utamanya adalah desain dua gerbang penanda yaitu Gate utama dan Gate Kepatihan yang sudah ada namun belum selaras dengan citra Heritage yang diusung. Selain itu, kondisi jalur Pedestrian yang belum tertata dan minimnya Street Furniture juga mengurangi kualitas pengalaman wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan redesain Gate utama dan Gate Kepatihan, serta merancang jalur Pedestrian yang terintegrasi dengan Street Furniture untuk memperkuat identitas visual serta meningkatkan kenyamanan dan keamanan. Metode pelaksanaan meliputi survei kondisi eksisting, analisis kebutuhan, perancangan konsep, serta diskusi partisipatif dengan masyarakat. Hasil kegiatan ini adalah tiga konsep perancangan utama: (1) Redesain Gate Utama sebagai ikon kawasan; (2) Redesain Gate Kepatihan sebagai penanda zona historis; serta (3) Desain terintegrasi Jalur Pedestrian dan Street Furniture yang fungsional dan estetis. Konsep perancangan tersebut menghasilkan arahan desain yang dapat digunakan sebagai acuan dalam pengembangan kawasan Kampoeng Kauman Heritage. Oleh karena itu, pemerintah desa dan pengelola kawasan direkomendasikan untuk mengimplementasikan desain secara bertahap melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait guna memperkuat identitas visual kawasan, meningkatkan kualitas pengalaman wisata, serta mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2026