Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Faktor Pengaruh Keputusan Konsumen dalam Pembelian Sepeda Motor Listrik Menggunakan Analitical Hierarcy Process Dimas Fathurohman; Lukman Abdul Azizul Hakim; Muhammad Syadif; Aulia Putri Antariksa
TEMATIK Vol. 12 No. 2 (2025): Tematik : Jurnal Teknologi Informasi Komunikasi (e-Journal) - Desember 2025
Publisher : LPPM POLITEKNIK LP3I BANDUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38204/tematik.v12i2.2625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor dominan yang berperan dalam mempengaruhi keputusan pembelian kendaraan listrik melalui penerapan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Struktur hierarki penelitian terdiri dari lima kriteria utama, yaitu pengetahuan konsumen, harga kendaraan, infrastruktur, insentif pemerintah, dan biaya operasional, yang kemudian dianalisis melalui perbandingan berpasangan berdasarkan penilaian responden. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa pengetahuan konsumen merupakan faktor dengan bobot tertinggi (0,2850), diikuti oleh harga kendaraan (0,1925), infrastruktur (0,1854), insentif pemerintah (0,1725), dan biaya operasional (0,1633). Temuan ini menegaskan bahwa pemahaman konsumen memiliki peran sentral dalam mempercepat penerimaan kendaraan listrik, sementara harga dan infrastruktur tetap menjadi faktor penentu penting. Meskipun hasil penelitian memberikan gambaran prioritas yang jelas, namun terdapat beberapa keterbatasan, antara lain keterbatasan jumlah responden dan potensi subjektivitas dalam penilaian pairwise comparison. Selain itu, penelitian hanya mempertimbangkan lima kriteria utama, sehingga belum mencakup faktor lain seperti regulasi lingkungan, dukungan teknologi, dan aspek sosial. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan responden yang lebih beragam dan mengintegrasikan metode AHP dengan pendekatan multi-kriteria lain guna menghasilkan hasil yang lebih komprehensif. Secara keseluruhan, penelitian ini berkontribusi dalam memberikan dasar empiris bagi pemerintah, produsen, dan pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi percepatan penggunaan kendaraan listrik, dengan menekankan pentingnya edukasi konsumen, kebijakan harga yang kompetitif, serta penguatan infrastruktur pendukung.
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Program Zero Steam Leak Unit Hydrotreating Industri Pengolahan Minyak dan Gas dengan Metode HIRADC Dimas Fathurohman
Journal of Optimization System and Ergonomy Implementation Vol 3 No 01 (2025): Journal of Optimization System and Ergonomy Implementation
Publisher : Program Studi Teknik Industri S-1, Fakultas Teknik UPN Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perusahaan pengolahan minyak dan gas dalam praktek kerja lapangan tidak lepas dengan adanya potensi kecelakaan kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis risiko kesehatan dan keselamatan kerja (K3) di unit hydrotreating.  Melalui pendekatan analisis HIRADC, ini mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kecelakaan kerja serta dampaknya terhadap karyawan dan operasional perusahaan. Penelitian ini dilakukan pada pekerjaan perbaikan pipa steam atau yang dikenal dengan Program Zero Steam Leak, penggunaan analisis HIRADC pada pekerjaan tersebut maka akan diteliti risiko apa saja yang dapat terjadi dan bagaimana kemungkinan (Probability) serta Tingkat Keparahan (Severity). Metode penelitian berupa analisis kualitatif, pengumpulan data dengan wawancara dan observasi. Hasilnya didapatkan 28 jenis pekerjaan teridentifikasi. Terdapat 10 pekerjaan dengan tingkat risiko kategori ringan, 8 kategori sedang dan 8 pekerjaan dengan risiko kategori tinggi dan 2 dengan kategori risiko ekstrim yaitu penggerindaan dan terjatuh dari ketinggian. Kemudian setelah dianalisis dapat dihasilkan kesimpulan yang dapat digunakan oleh perusahaan agar dapat dilakukan perbaikan atau tindak lanjut. Untuk mencegah kecelakaan, divisi K3 atau HSE harus melakukan pengawasan dan disiplin yang ketat terhadap pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja untuk menghindari risiko yang mungkin terjadi pada proyek yang akan dilaksanakan. Selain itu, pemantauan dan evaluasi pengendalian risiko di lapangan selalu dilakukan karena sangat penting untuk memastikan bahwa pekerja mengetahui dan memahami prosedur pengendalian risiko kerja. Dan akan membantu mengurangi risiko yang mungkin terjadi selama proyek berlangsung.