Latar belakang: Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme pada tubuh seseorang dengan gejala hiperglikemia yang mana hal ini berhubungan dengan produksi karbohidrat, lemak, dan protein yang terjadi karena penurunan sekresi insulin atau penurunan sensitivitas insulin. Penurunan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus tipe 2 dikarenakan pasien tidak mampu melakukan management diri. Tujuan: untuk mengetahui penyebab dikaitkan kepada pengaturan diri penderita diabetes. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua pasien dengan DM tipe 2 yang berobat yang berjumlah 35 orang, sampel pada penelitian ini berjumlah 35 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil: menunjukkan ada pengaruh usia terhadap diabetes self management pada pasien DM tipe 2 nilai p value 0,039 (p<0,05), ada pengaruh jenis kelamin terhadap Diabetes Self-Management pada pasien DM tipe 2 dengan nilai p value 0,004 (p<0,05), ada pengaruh pendidikan terhadap Diabetes Self-Management pada pasien DM tipe 2 dengan nilai p value 0,000 (p<0,05), ada pengaruh pengetahuan terhadap Diabetes Self-Management pada pasien DM tipe 2 dengan nilai p value 0,000 (p<0,05), ada pengaruh dukungan terhadap Diabetes Self-Management pada pasien DM tipe 2 dengan nilai p value 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: faktor-faktor yang mempengaruhi Diabetes Self-Management pada pasien DM tipe 2 adalah usia, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, dan dukungan keluarga. Disarankan dapat memberikan pengetahuan baru bagi pasien DM tipe 2 tentang faktor yang mempengaruhi diabetes self-management dan bagaimana cara meningkatkannya sehingga pasien memiliki kesehatan yang lebih baik lagi, dapat menjadi acuan bagi perawat untuk memberikan penyuluhan mengenai pentingnya melakukan self-management.