Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN DENGAN MEDIA LEAFLET TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG TRIAGE Elida Sinuraya; Ade Suryani Hutabarat; Agnes Silvina Marbun
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 4 No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.449 KB)

Abstract

Triage merupakan cara pemilahan penderita korban gawat darurat berdasarkan skala prioritas yang didasarkan kepada kebutuhan terapi korban dan sumber daya yang tersedia. Kebutuhan terapi korban didasarkan pada penilaian kondisi pasien tersebut dimana penilaian tersebut akan menggambarkan derajat keparahannya. Oleh karena itu setiap perawat pelaksana di IGD membutuhkan peningkatan pendidikan tentang triage yang secara terus menerus. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendidikan dengan media (leaflet) terhadap tingkat pengetahuan perawat tentang triage. Metode penelitian ini menggunakan pre test - post test quasi eksperiment design. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 7 orang dengan menggunakan purposive sampling. Hasil Uji statistic dengan Paired t-test didapatkan nilai p value 0,023 <0,05, yang artinya adalah terdapat perbedaan tingkat pengetahuan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan pendidikan triage dengan media leaflet. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa setelah diberikan pendidikan triage dengan media leaflet perawat mengalami peningkatan pengetahuan. Disarankan kepada perawat IGD untuk selalu mengupgrade pendidikannya tentang triage melalui pelatihan sehingga kualitas pelayanan kegawatdaruratan akan meningkat.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG BASIC LIFE SUPPORT DENGAN KETERAMPILAN PEMBERIAN TINDAKAN BASIC LIFE SUPPORT Agnes Silvina Marbun; Normi Parida Sipayung; Novita Aryani
Indonesian Trust Health Journal Vol 5 No 1 (2022): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : STIKes Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v5i1.94

Abstract

Nurses are required to provide fast, precise, and careful service with the aim of getting healing without disability. Nurses are at the forefront of providing first aid, therefore nurses need to equip themselves with knowledge and need to improve specific abilities related to emergency cases, this knowledge and abilities are obtained from various trainings such as PPGD and BTCLS. The purpose of this study was to determine the relationship between nurses' knowledge about basic life support and skills in providing basic life support. This type of research is quantitative by using a cross sectional research design. The population in this study were all nurses who served in the emergency room and ICU Sari Mutiara Lubuk Pakam Hospital with a total sample of 35 people. The data collection tool in this study was using a questionnaire. Based on the results of the study, the majority of nurses' knowledge was good as much as 51.4%. Nurses' skills in carrying out BLS actions were mostly good as much as 71.4%. There was a significant relationship between nurses' knowledge about BLS and skills in providing BLS actions at Sari Mutiara Lubuk Pakam Hospital (p = 0.000). It is recommended for nurses in providing health services to improve their ability to conduct BLS and attend seminars and training related to BLS. Abstrak Perawat dituntut memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan cermat dengan tujuan mendapatkan kesembuhan tanpa kecacatan. Perawat menjadi garda terdepan dalam memberikan pertolongan pertama, oleh karena itu perawat perlu membekali dirinya dengan pengetahuan dan perlu meningkatkan kemampuan yang spesifik yang berhubungan dengan kasus-kasus kegawatdaruratan, pengetahuan dan kemampuan tersebut didapatkan dari berbagai pelatihan seperti PPGD dan BTCLS. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat tentang basic life support dengan keterampilan pemberian tindakan basic life support. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang bertugas di ruang IGD dan ICU Rumah Sakit Sari Mutiara Lubuk Pakam dengan tehnik pengambilan sampel adalah total sampel yaitu sebanyak 35 orang. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini adalah menggunakan kuisioner. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pengetahuan perawat mayoritas baik sebanyak 51.4%. Keterampilan perawat dalam melakukan tindakan BLS mayoritas baik sebanyak 71.4%. Ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat tentang BLS dengan keterampilan pemberian tindakan BLS di Rumah sakit Sari Mutiara Lubuk Pakam (p = 0,000). Disarankan kepada perawat dalam memberikan pelayanan kesehatan untuk meningkatkan kemampuan dalam melakukan BLS serta mengikuti seminar dan juga pelatihan yang berkaitan dengan BLS.
Sosialisasi Perawatan Luka pada Masa New Normal di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Medan Rani Kawati Damanik; Laura Mariati Siregar; Agnes Silvina Marbun
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 03 (2021): September
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1003.11 KB) | DOI: 10.53690/ipm.v2i01.97

Abstract

Implementation of socialization can increase the knowledge of respondents. A person who initially does not know becomes an expert at doing something. The effectiveness of the implementation of a socialization can be measured from three things, namely input, conversion, and output. This community service activity can increase knowledge about wound care. We often encounter wounds in the community, thus demanding our knowledge in order to be able to treat wounds independently. Implementation of community service activities by conducting pre-test,socialization and post-test. The results showed that the level of knowledge of respondents about wound care carried out at the Class I Medan Special Children's Development Institute found that the increase in respondents' knowledge was very significant, namely before being given socialization, 11 people (73%), less knowledge were obtained, while after being given socialization increased so that the level of knowledge the majority is sufficient as much as 10 people (67%).
Pendekatan Edukatif Tentang Breast Care Pada Ibu Hamil Dan Nifas Di Klinik BPM Mariana Binjai Lasma Rina Efrina Sinurat; Rosetty Rita Sipayung; Agnes Silvina Marbun
JURNAL KREATIVITAS PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PKM) Volume 4 Nomor 4 Agustus 2021
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v4i4.4065

Abstract

ABSTRAK Perawatan payudara sangat penting dilakukan selama hamil sampai masa menyusui. Hal ini karena payudara merupakan satu-satunya penghasil ASI yang merupakan makanan pokok bayi baru lahir sehingga harus dilakukan sedini mungkin. Breast care bertujuan untuk memelihara kebersihan payudara, memperbanyak atau memperlancar pengeluaran ASI.Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untukmempersiapkan ibu hamil dan nifas agar dalam kondisi baik saat menyusui bayinya dan agar mampu mendemontrasikan perawatan payudara dengan benar secara mandiri di rumah. Adapun metode pengabdian masyarakat ini dengan pendekatan edukatif tentang perawatan payudara pada ibu hamil dan nifas di klinik BPM Mariana Binjai dalam bentuk ceramah dan tanya jawab serta melakukan demonstrasi perawatan payudara. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah menjaga kebersihan payudara terutama kebersihan puting susu, melenturkan dan menguatkan puting susu sehingga memudahkan bayi untuk menyusu, merangsang kelenjar-kelenjar air susu sehingga produksi ASI banyak dan lancar, dapat mendeteksi kelainan-kelainan payudara secara dini dan melakukan upaya untuk mengatasinya dan mempersiapkan mental (psikis) ibu untuk menyusui. Diharapkan setelah dilakukan pendekatan edukatif ini ibu hamil dan nifas pengetahuannya semakin meningkat dan mampu mempersiapkan pemberian ASI eksklusif kepada bayinya. Kata Kunci : edukasi, breast care, ibu hamil dan nifas  ABSTRACT Breast care is very important during pregnancy until breastfeeding. This is because the breast is the only producer of breast milk which is the staple food for newborns, so it must be done as early as possible. Breast care aims to maintain breast hygiene, increase or facilitate breastfeeding. The aim of this community service is to prepare pregnant and childbirth mothers to be in good condition when breastfeeding their babies and to be able to demonstrate proper breast care independently at home. The community service method uses an educational approach on breast care for pregnant and postpartum mothers at the BPM Mariana Binjai clinic in the form of lectures and questions and answers as well as conducting breast care demonstrations. The result of this community service is maintaining breast cleanliness, especially nipple hygiene, flexing and strengthening the nipple so that it makes it easier for babies to breastfeed, stimulating the milk glands so that milk production is large and smooth, can detect breast abnormalities early and make efforts to overcome it and prepare the mother mentally (psychologically) to breastfeed. It is hoped that after this educational approach, pregnant and post-partum women will have increased knowledge and be able to prepare exclusive breastfeeding for their babies. Keywords : education, breast care, pregnant women and postpartum
Improving the Family Caregiver’s Knowledge about Diet Diabetes Management through WhatsApp online Health Educations Rinco Siregar; Agnes Silvina Marbun; Lasma Rina Sinurat
ARTERI : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 4 No 3 (2023): Mei
Publisher : Puslitbang Sinergis Asa Professional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37148/arteri.v4i3.271

Abstract

Information about diet management of Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is very important for family caregivers caring for elderly with T2DM. Family caregivers should have a good knowledge of how to manage dietary restriction for elderly with T2DM. The purpose of the study was to determine the effect of the online health education about diet diabetes management through WhatsApp media on family caregiver’s knowledge at Rantang Public Health Center (PHC), Medan. The research design used in this study was a quasi-experimental study pretest and posttest only one group. The samples were twenty-two family caregivers caring for elderly with T2DM at home and were selected using a purposive sampling. Online Health Education about diet diabetes management of elderly with T2DM through WhatsApp was delivered to family caregiver for four weeks. Family caregiver’s knowledge was measured by Knowledge of Diabetic Diet Questionnaire (KDDQ-I). The results of this study found that the mean score of knowledge before receiving the online health education was 11.95, and after receiving the online health education the mean score of knowledge was 18.18. The Wilcoxon test found a difference in mean score of knowledge before and after receiving online health education through WhatsApp (P < 0.05). The family caregiver’s knowledge was increasing 6.23 points through WhatsApp online education. It can be concluded that using WhatsApp media for health education is proven to increase family caregivers' knowledge about DM dietary management. WhatsApp can be used by health workers as a media for health education.
PENGARUH TEKNIK RELAKSASI AUTOGENIK TERHADAP TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI Henny Syapitri; Lasma Rina Efrina Sinurat; Agnes Silvina Marbun; Raudha Yulisma
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Worldwide, hypertension is on the rise, with the World Health Organization (WHO) projecting that by 2025, 29% of individuals would have the condition.  Presently, worldwide efforts to improve health are focusing on hypertension as a non-communicable illness.  The autogenic relaxation method is one non-pharmacological option for managing blood pressure.  The purpose of this research is to determine if hypertensive individuals' blood pressure may be reduced using the autogenic approach.  The researchers used a pretest-posttest control group design, making this study quasi-experimental.  One hundred forty-one hypertension patients who were seen at the Pante Raya Community Health Center made up the study's population.  Using a purposive sampling approach, the research comprised 40 participants as samples.  Seven days in a row, for a total of fifteen minutes per session, the autogenic relaxation method was given.  Using a digital sphygmomanometer, the patient's blood pressure was monitored.  The data was evaluated using a dependent t-test to compare the pre- and post-autogenic blood pressure levels, and an independent t-test to compare the intervention group's and control group's blood pressure levels.  Both the pre- and post-autogenic relaxation systolic and diastolic blood pressures were found to be significantly lower (p < 0.05).  This research found that hypertension individuals whose blood pressure was significantly reduced by using autogenic relaxation methods.  Thus, autogenic approaches provide a non-pharmacological approach to managing blood pressure that is both effective and safe.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPATUHAN PENDERITA HIPERTENSI DALAM MINUM OBAT HIPERTENSI Lasma Rina Efrina Sinurat; Agnes Silvina Marbun; Henny Syapitri; Metalitas Zega
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Keberhasilan suatu pengobatan tidak hanya dipengaruhi oleh akses pelayanan kesehatan, pengetahuan, peran petugasnya dan dukungan keluarga, tetapi juga dipengaruhi oleh kepatuhan pasien. Ada berbagai faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan penderita hipertensi dalam minum obat antihipertensi. Kepatuhan penderita hipertensi dalam minum obat penting karena obat antihipertensi mengkontrol tekanan darah dan dalam waktu jangka panjang resiko terjadinya kerusakan organ-organ dapat dikurangi. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan penderita hipertensi dalam mengkonsumsi obat hipertensi di Puskesmas Parsingkaman. Metode: Desain penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 75 orang. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 30 orang dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Alat pengumpulan data adalah kuesioner. Uji statistik yang digunakan adalah chi-square. Hasil: Hasil penelitian diperoleh ada hubungan yang signifikan antara faktor keterjangkauan akses pelayanan kesehatan, pengetahuan, dukungan keluarga dan peran petugas kesehatan dengan kepatuhan penderita hipertensi dalam mengkonsumsi obat hipertensi dengan p value= 0.003, 0.001, 0.002, 0.004. Kesimpulan: Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan dalam menyusun strategi untuk meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi dalam minum obat.
KOMPONEN YANG MEMPENGARUHI MANAJEMEN DIRI PENDERITA DIABETES DI UPT. PUSKESMAS DESA LAMA SEI LEPAN Agnes Silvina Marbun; Lasma Rina Efrina Sinurat; Henny Syapitri; Eliasna Sembiring; Popi Paranita Harefa
Jurnal Online Keperawatan Indonesia Vol 9 No 1 (2026): Jurnal Online Keperawatan Indonesia
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/keperawatan.v9i1.6481

Abstract

Latar belakang: Diabetes melitus merupakan gangguan metabolisme pada tubuh seseorang dengan gejala hiperglikemia yang mana hal ini berhubungan dengan produksi karbohidrat, lemak, dan protein yang terjadi karena penurunan sekresi insulin atau penurunan sensitivitas insulin. Penurunan kualitas hidup pada pasien diabetes melitus tipe 2 dikarenakan pasien tidak mampu melakukan management diri. Tujuan: untuk mengetahui penyebab dikaitkan kepada pengaturan diri penderita diabetes. Metode: Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini yaitu semua pasien dengan DM tipe 2 yang berobat yang berjumlah 35 orang, sampel pada penelitian ini berjumlah 35 orang dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil: menunjukkan ada pengaruh usia terhadap diabetes self management pada pasien DM tipe 2 nilai p value 0,039 (p<0,05), ada pengaruh jenis kelamin terhadap Diabetes Self-Management pada pasien DM tipe 2 dengan nilai p value 0,004 (p<0,05), ada pengaruh pendidikan terhadap Diabetes Self-Management pada pasien DM tipe 2 dengan nilai p value 0,000 (p<0,05), ada pengaruh pengetahuan terhadap Diabetes Self-Management pada pasien DM tipe 2 dengan nilai p value 0,000 (p<0,05), ada pengaruh dukungan terhadap Diabetes Self-Management pada pasien DM tipe 2 dengan nilai p value 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: faktor-faktor yang mempengaruhi Diabetes Self-Management pada pasien DM tipe 2 adalah usia, jenis kelamin, pendidikan, pengetahuan, dan dukungan keluarga. Disarankan dapat memberikan pengetahuan baru bagi pasien DM tipe 2 tentang faktor yang mempengaruhi diabetes self-management dan bagaimana cara meningkatkannya sehingga pasien memiliki kesehatan yang lebih baik lagi, dapat menjadi acuan bagi perawat untuk memberikan penyuluhan mengenai pentingnya melakukan self-management.
PENATALAKSANAAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA KEJADIAN PINGSAN DI SMP SWASTA KATOLIK MARIANA MEDAN Lasma Rina Efrina Sinurat; Agnes Silvina Marbun; Henny Syapitri; Meytri Kristiani Duha; Mahdalina
Jurnal Abdimas Mutiara Vol. 7 No. 2 (2026): JURNAL ABDIMAS MUTIARA (IN PRESS)
Publisher : Universitas Sari Mutiara Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jam.v7i2.6494

Abstract

Pingsan (sinkop) merupakan kondisi hilangnya kesadaran sementara yang terjadi akibat berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak. Kejadian pingsan sering ditemukan pada remaja usia sekolah dan dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti kelelahan, dehidrasi, kurangnya asupan makanan, anemia, tekanan darah rendah, serta paparan panas yang berlebihan. Penatalaksanaan Pertolongan Pertama pada Kejadian Pingsan dilaksanakan di SMP Swasta Mariana Medan sebagai upaya promotif dan preventif untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, serta kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi kejadian pingsan di lingkungan sekolah. Metode pelaksanaan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan menggunakan media PowerPoint, leaflet, dan video edukasi yang disampaikan dengan metode ceramah, diskusi, tanya jawab, serta demonstrasi pertolongan pertama. Materi yang diberikan meliputi pengertian pingsan, faktor penyebab dan faktor risiko, tanda dan gejala, dampak dan komplikasi, penatalaksanaan pertolongan pertama, serta upaya pencegahan kejadian pingsan di lingkungan sekolah. Hasil menunjukkan bahwa sebanyak 14 siswa (60,9%) memiliki tingkat pengetahuan yang baik mengenai pertolongan pertama pada kejadian pingsan setelah mengikuti kegiatan pendidikan kesehatan. Siswa juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung, terutama pada sesi diskusi dan demonstrasi. Melalui kegiatan ini diharapkan siswa mampu menerapkan pengetahuan dan memberikan pertolongan pertama yang tepat apabila terjadi kejadian pingsan di lingkungan sekolah, serta semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan yang teratur, istirahat yang cukup, dan menjaga kondisi fisik untuk mencegah terjadinya pingsan.