Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Strategi Pembangunan Berkelanjutan Menuju Kota Bersih dan Sehat : Tantangan dan Peluang Bagi Mahasiswa dalam Mewujudkan Smart City Dahlan Dahlan; M. Deta Zulfikar Rahman; Irma Eryanti Putri
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v2i2.178

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas mahasiswa Universitas Muhammadiyah Bima dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penerapan konsep smart city yang berorientasi pada kota bersih dan sehat. Kuliah umum dan workshop diselenggarakan untuk memberikan wawasan strategis mengenai tantangan dan peluang pembangunan berkelanjutan, sekaligus membekali mahasiswa dengan keterampilan analitis melalui pre-test dan post-test. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi, diskusi interaktif, studi kasus lokal, serta evaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Hasil pengukuran menunjukkan adanya peningkatan skor yang signifikan pada post-test, yang mengindikasikan efektivitas kegiatan dalam memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai strategi pembangunan berkelanjutan, pengelolaan lingkungan, serta pemanfaatan teknologi digital untuk perencanaan kota. Workshop ini juga mendorong munculnya gagasan inovatif dari mahasiswa terkait penerapan solusi smart environment berbasis data dan Internet of Things (IoT). Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini berhasil menciptakan ruang pembelajaran yang aplikatif dan relevan, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam mewujudkan kota bersih, sehat, dan berkelanjutan menuju pembangunan smart city di wilayah Bima.
Perencanaan Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) pada Gedung Departement Teknik Nuklir dan Teknik Fisika Berdasarkan Data Radiasi Matahari dari Aplikasi Revit Ziaul Fikar; M. Deta Zulfikar Rahman; Sofyan Winardin
Jurnal Teknik dan Science Vol. 5 No. 1 (2026): Februari : Jurnal Teknik dan Science
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/jts.v5i1.2487

Abstract

Electrical energy plays a very important role in human life, as almost all aspects of daily activities depend on it. Therefore, the provision of sufficient and sustainable electrical energy is a key factor in improving the quality of human life. Most of the electricity supply in Indonesia still relies on fossil fuels, which are one of the causes of the increase in the Earth’s atmospheric temperature; therefore, the use of carbon-based energy must be reduced. Energy from sunlight can be utilized by developing a Solar Power Plant (PLTS) to reduce the consumption of carbon-based energy. The building selected for the installation of the Solar Power Plant is the Department of Nuclear Engineering and Engineering Physics (DTNTF) building. The DTNTF building is one of the facilities located within the Faculty of Engineering, Universitas Gadjah Mada. On average, almost all buildings at Universitas Gadjah Mada (UGM) are equipped with adequate air conditioning (AC) systems. More than 50% of the electrical energy consumption in UGM buildings is used for cooling lecture rooms and office spaces. Similarly, the DTNTF building is equipped with more than 50 air conditioning units, where each room contains one to two AC units depending on the room size. The remaining electricity consumption comes from office equipment and lighting systems used to illuminate each room in the DTNTF building. Based on these data, the average monthly electricity demand of the DTNTF building ranges from approximately 1,000 kWh to 1,500 kWh. To meet this electricity demand, approximately 30 units of 350 Wp solar panels are required to be installed on the roof of the DTNTF building. Considering the average daily solar irradiation duration in Indonesia of about 5 hours per day, under ideal conditions a 350 Wp solar panel receiving 5 hours of sunlight per day would produce 350 W × 5 hours = 1,750 Wh (1.75 kWh). Thus, with 30 solar panels, the solar power plant would generate 52.5 kWh per day.
Pengembangan Kreativitas dan Kemampuan Problem Solving melalui Pelatihan Pembuatan Miniatur Jembatan pada Mahasiswa Teknik Sipil Wira Setiawan; Aidha Auliah; M. Deta Zulfikar Rahman; M. Ziaul Fikar
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.4007

Abstract

Pelatihan pembuatan miniatur jembatan hanya menekankan pada pemahaman konsep teoritis, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan pengetahuan tersebut melalui proses perancangan dan pembuatan model struktur. Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kreativitas serta kemampuan problem solving dalam menghadapi berbagai tantangan teknis yang muncul selama proses perancangan dan konstruksi miniatur jembatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pelatihan berbasis pengalaman langsung (hands-on training) terhadap peningkatan kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest. Penelitian melibatkan 13 mahasiswa Program Studi Teknik Sipil sebagai responden yang mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan miniatur jembatan. Melalui desain penelitian ini, peneliti dapat membandingkan tingkat kreativitas dan kemampuan problem solving mahasiswa sebelum dan setelah mengikuti pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa setelah mengikuti pelatihan, dengan nilai signifikansi (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran berbasis praktik memiliki kontribusi positif terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa, baik dari aspek teknis maupun keterampilan berpikir.