Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Penghijauan Sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan Dan Pemberdayaan Di Desa Risa Wira Setiawan; Windi Windi; Agus Setiawan; Nur Afina
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v2i2.170

Abstract

Penghijauan di desa risa merupakan salah satu strategi penting dalam pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat. Melalui kegiatan penanaman pohon di lahan-lahan kosong dan sekitar pemukiman, penghijauan berfungsi untuk mengembalikan fungsi ekologis seperti penahanan dan penyimpanan air, pencegahan erosi, serta mitigasi bencana seperti banjir. Kegiatan ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat desa, yang selain membawa manfaat lingkungan, juga meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan. Dalam jangka panjang, penghijauan mendukung terciptanya lingkungan desa risa yang lebih hijau, asri, sehat, dan mandiri. Catatan: Abstrak ini merupakan sintesis dari berbagai jurnal terkait penghijauan dan pelestarian lingkungan di desa, termasuk kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui partisipasi aktif dalam penanaman dan pemeliharaan pohon sebagai upaya menjaga lingkungan hidup yang lestari
Upaya Pencegahan Stunting dengan Pemanfaatan Pangan Lokal: Daya Terima PMT Puding (Lpomoea Batatasl & Cucurbita Moschata) Qurrata Aini; Wira Setiawan; Muhammad Amin; Syarifuddin Syarifuddin; Khairul Adib
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v2i2.171

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal yang kaya gizi, seperti ubi jalar (Ipomoea batatas L) dan labu kuning (Cucurbita moschata). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat daya terima puding berbahan ubi jalar dan labu kuning pada anak usia dini melalui uji organoleptik meliputi aspek rasa, warna, aroma, dan tekstur. Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan jumlah responden sebanyak 30 anak TK di Desa Risa yang dipilih secara acak. Analisis data meliputi uji deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji Wilcoxon Signed Rank Test, dan One Way ANOVA dengan taraf signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puding labu kuning memperoleh nilai rata-rata lebih tinggi pada aspek rasa (4,00) dan warna (3,75) dibandingkan puding ubi jalar (3,13 dan 3,13). Uji Wilcoxon memperlihatkan perbedaan signifikan pada atribut rasa (p = 0,038), sedangkan warna, aroma, dan tekstur tidak berbeda signifikan (p > 0,05). Uji ANOVA juga menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna pada semua atribut (p > 0,05). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kedua jenis puding dapat diterima dengan baik, dengan preferensi yang lebih tinggi terhadap puding berbahan dasar labu kuning.
Peran TPQ dalam Pembentukan Karakter Keimanan dan Ketakwaan Anak di Desa Risa Uswatun Hasanah; Wira Setiawan; Muhammad Amin; Herlianti Herlianti
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v2i2.172

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji praktik mengajar ngaji di setiap Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) di Desa Risa, serta dampaknya terhadap perkembangan spiritual dan moral anak-anak di desa Risa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pengelola TPQ, guru ngaji, serta para anak-anak yang ada di Desa Risa, dan juga observasi langsung terhadap kegiatan belajar mengaji di beberapa TPQ yang ada di desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan TPQ di Desa Risa memainkan peranan penting dalam membentuk karakter dan keimanan anak-anak, serta memberikan kontribusi positif terhadap keberagaman dan keharmonisan sosial masyarakat desa. Selain itu, ditemukan tantangan dalam hal keterbatasan fasilitas dan tenaga pengajar yang memadai, meskipun demikian, masyarakat desa aktif terlibat dalam mendukung kegiatan ini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan model pendidikan agama di pedesaan, khususnya dalam konteks pengajaran Al-Qur'an.
Pelatihan SAP2000 dalam Desain Jembatan Truss Baja Syahrul Alamsyah; Wira Setiawan; Sulis Syaputri; Muh Apriansya
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v2i2.192

Abstract

Pelatihan perangkat lunak SAP2000 menjadi penting dalam rangka meningkatkan kompetensi mahasiswa teknik sipil dalam perancangan struktur jembatan, khususnya jembatan truss baja. Artikel ini membahas pelaksanaan pelatihan SAP2000 yang difokuskan pada desain jembatan rangka (truss) baja, mencakup pemodelan geometri, pembebanan, analisis struktur, dan interpretasi hasil. Hasil pelatihan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap konsep desain struktur dan penggunaan perangkat lunak berbasis analisis elemen hingga (FEA). Pelatihan ini juga memperkuat keterampilan teknis yang relevan dengan dunia kerja teknik sipil masa kini.
Membangun Kampus Ramah Lingkungan: Peran Kearifan Lokal dalam Pembangunan Berkelanjutan Universitas Muhammadiyah Bima isra junna; wira Setiawan; Sulis Syaputri; Risang Setyobudi; Saktiadin Idrus
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1289

Abstract

Abstrak   Perubahan iklim dan kebutuhan keberlanjutan lingkungan mendorong penerapan konsep green campus di Universitas Muhammadiyah Bima. Kampus ini memiliki potensi besar untuk mengintegrasikan kearifan lokal dalam desain hijau yang mendukung pendidikan dan melestarikan budaya lokal. Namun, tantangan seperti biaya awal yang tinggi, resistensi terhadap perubahan, dan kurangnya pemahaman tentang integrasi kearifan lokal dalam desain berkelanjutan masih ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dan eco-cultural untuk mengeksplorasi elemen sosial, budaya, dan ekologis masyarakat Bima. Hasilnya menunjukkan desain kampus yang mencakup ruang diskusi Uma Lengge, lapangan seni tradisional, hutan kampus, dan sistem pengolahan air limbah komunal (IPAL). Penggunaan material lokal seperti bambu dan kayu menunjukkan keberlanjutan berbasis sumber daya lokal, sementara fasilitas modern disediakan melalui teknologi pintar dan jalur akses efisien. Desain ini membuktikan bahwa integrasi kearifan lokal dapat menciptakan kampus yang berkelanjutan dan relevan dengan identitas masyarakat setempat.   Kata kunci: Kampus Hijau, Kearifan Lokal, Keberlanjutan     Abstract   Climate change and the need for environmental sustainability have driven the implementation of green campus concepts at Muhammadiyah University of Bima. The campus has great potential to integrate local wisdom into green design that supports education while preserving local culture. However, challenges such as high initial costs, resistance to change, and a lack of understanding about integrating local wisdom into sustainable design remain. This research uses a qualitative approach with ethnographic and eco-cultural methods to explore the social, cultural, and ecological elements of the Bima community. The results show a campus design that includes spaces like the Uma Lengge discussion room, traditional arts performance field, campus forest, and communal wastewater treatment system (IPAL). The use of local materials like bamboo and wood demonstrates sustainability based on local resources, while modern needs are met through smart technology and efficient access pathways. This design proves that integrating local wisdom can create a sustainable campus that aligns with the local community's identity.   Keywords: Green Campus, Lokal Wisdom, Sustainability.
Pengembangan Kreativitas dan Kemampuan Problem Solving melalui Pelatihan Pembuatan Miniatur Jembatan pada Mahasiswa Teknik Sipil Wira Setiawan; Aidha Auliah; M. Deta Zulfikar Rahman; M. Ziaul Fikar
Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2026): Bima Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53299/ba-jpm.v6i1.4007

Abstract

Pelatihan pembuatan miniatur jembatan hanya menekankan pada pemahaman konsep teoritis, tetapi juga pada kemampuan mahasiswa dalam mengaplikasikan pengetahuan tersebut melalui proses perancangan dan pembuatan model struktur. Melalui aktivitas tersebut, mahasiswa didorong untuk mengembangkan kreativitas serta kemampuan problem solving dalam menghadapi berbagai tantangan teknis yang muncul selama proses perancangan dan konstruksi miniatur jembatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model pelatihan berbasis pengalaman langsung (hands-on training) terhadap peningkatan kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah desain kuasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest. Penelitian melibatkan 13 mahasiswa Program Studi Teknik Sipil sebagai responden yang mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan miniatur jembatan. Melalui desain penelitian ini, peneliti dapat membandingkan tingkat kreativitas dan kemampuan problem solving mahasiswa sebelum dan setelah mengikuti pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada skor kreativitas dan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa setelah mengikuti pelatihan, dengan nilai signifikansi (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran berbasis praktik memiliki kontribusi positif terhadap pengembangan kompetensi mahasiswa, baik dari aspek teknis maupun keterampilan berpikir.
Membangun Kampus Ramah Lingkungan: Peran Kearifan Lokal dalam Pembangunan Berkelanjutan Universitas Muhammadiyah Bima isra junna; wira Setiawan; Sulis Syaputri; Risang Setyobudi; Saktiadin Idrus
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol 15 No 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1289

Abstract

Abstrak   Perubahan iklim dan kebutuhan keberlanjutan lingkungan mendorong penerapan konsep green campus di Universitas Muhammadiyah Bima. Kampus ini memiliki potensi besar untuk mengintegrasikan kearifan lokal dalam desain hijau yang mendukung pendidikan dan melestarikan budaya lokal. Namun, tantangan seperti biaya awal yang tinggi, resistensi terhadap perubahan, dan kurangnya pemahaman tentang integrasi kearifan lokal dalam desain berkelanjutan masih ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi dan eco-cultural untuk mengeksplorasi elemen sosial, budaya, dan ekologis masyarakat Bima. Hasilnya menunjukkan desain kampus yang mencakup ruang diskusi Uma Lengge, lapangan seni tradisional, hutan kampus, dan sistem pengolahan air limbah komunal (IPAL). Penggunaan material lokal seperti bambu dan kayu menunjukkan keberlanjutan berbasis sumber daya lokal, sementara fasilitas modern disediakan melalui teknologi pintar dan jalur akses efisien. Desain ini membuktikan bahwa integrasi kearifan lokal dapat menciptakan kampus yang berkelanjutan dan relevan dengan identitas masyarakat setempat.   Kata kunci: Kampus Hijau, Kearifan Lokal, Keberlanjutan     Abstract   Climate change and the need for environmental sustainability have driven the implementation of green campus concepts at Muhammadiyah University of Bima. The campus has great potential to integrate local wisdom into green design that supports education while preserving local culture. However, challenges such as high initial costs, resistance to change, and a lack of understanding about integrating local wisdom into sustainable design remain. This research uses a qualitative approach with ethnographic and eco-cultural methods to explore the social, cultural, and ecological elements of the Bima community. The results show a campus design that includes spaces like the Uma Lengge discussion room, traditional arts performance field, campus forest, and communal wastewater treatment system (IPAL). The use of local materials like bamboo and wood demonstrates sustainability based on local resources, while modern needs are met through smart technology and efficient access pathways. This design proves that integrating local wisdom can create a sustainable campus that aligns with the local community's identity.   Keywords: Green Campus, Lokal Wisdom, Sustainability.
Analysis of The Effectiveness of Urban Drainage Systems in Mitigating Flood Risk Sofyan Winardin; Wira Setiawan
Local Engineering Vol. 4 No. 2 (2026): December
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/lejlace.v4i2.253

Abstract

Flooding in urban areas is a critical issue influenced by various factors, such as changes in land use, rainfall intensity, and inadequate drainage system capacity. Bima Regency, as an area experiencing rapid urban development, faces serious challenges in drainage management. This study aims to analyse the effectiveness of the urban drainage system in mitigating flood risks in Bima Regency. The methods employed are quantitative and qualitative approaches through hydrological analysis, channel capacity evaluation, and field observations. The results of the study indicate that the majority of drainage channels are unable to accommodate peak flow caused by heavy rainfall, and there are issues with sedimentation and blockages caused by waste. Therefore, improvements to the drainage system are required through increased capacity, routine maintenance, and integration with community-based environmental management systems.
Effect of Building Height on Seismic Base Shear: An ETABS-Based Analysis Wira Setiawan; Aidha Auliah
Local Engineering Vol. 4 No. 2 (2026): December
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/lejlace.v4i2.255

Abstract

Multi-storey buildings exhibit different levels of seismic vulnerability as structural height increases. Seismic base shear is a key parameter in earthquake-resistant design and is strongly influenced by the dynamic characteristics of a building. This study evaluates the effect of variations in building height on base shear using ETABS. Reinforced-concrete building models with different numbers of storeys were analyzed using the response-spectrum method in accordance with SNI 1726. The results indicate that increasing building height significantly affects the fundamental natural period and the distribution of seismic forces. Taller buildings tend to exhibit longer vibration periods and relatively lower base shear than shorter buildings. The findings provide a technical reference for the safe and efficient structural design of multi-storey buildings.
Cost and Time Efficiency of Reinforced-Concrete Column Construction Using Conventional and Ready-Mix Methods: A Case Study of the Nurul Yaqin Mosque Project in Bumi Pajo Village Nurlaila; Sharwanda Asfarina; Wira Setiawan
Local Engineering Vol. 4 No. 2 (2026): December
Publisher : CV. Gio Architect

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59810/lejlace.v4i2.262

Abstract

This study compares the cost and time efficiency of conventional and ready-mix methods for reinforced-concrete column work in the Nurul Yaqin Mosque project, Bumi Pajo Village. Work volumes, unit prices, project cost estimates, and construction schedules were analyzed using field observations, literature, and project documentation. Conventional concrete had a unit price of IDR 1,238,000/m³, compared with IDR 1,514,506/m³ for ready-mixed concrete. Total costs were IDR 136,562,428 and IDR 141,276,996, respectively. The conventional method required 9 days, whereas ready-mix construction required 7 days. Ready-mix costs were increased by mixer-truck transportation, equipment operation, and restricted uphill access approximately 7 km from the national highway. Batching-plant production, however, shortened the placement duration. The conventional method was therefore more cost-efficient, while ready-mixed concrete was more time-efficient. Method selection should account for project accessibility, schedule requirements, quality control, and budget constraints.